Penyakit Kurang Gizi Orang Modern

Bismillah…

Orang modern, erat kaitan dengan melimpahnya bahan makanan dan makanan yang ada di sekelilingnya…  Jika menu hariannya lengkap sekali pun ternyata masih berisiko kekurangan gizi loh…

Dua hal yang menyebabkan penyakit kurang gizi :

Penyakit Kurang Gizi Orang Modern

                                         Sumber Gambar disini

 

Pertama, lapisan tanah (topsoil) bumi kita sudah kritis sehingga tidak lengkap memberi makan bagi tanaman maupun hewan yang makan rerumputan dan dedaunan.

Kedua, cara olah makanan secara berlebihan menghilangkan sebagian zat gizinya seperti pemanasan berulang dalam suatu masakan. Misalnya saja rendang… Penyimpanan sumber bahan makanan yang terlalu lama, seperti didinginkan, akan menghilangkan sebagian zat gizinya juga….

Kendati menu hariannya beragam, tetap saja berisiko kekurangan gizi.

Mengapa ?

Karena kedua hal diatas sering kita lakukan sehari-hari. Tidak heran kalau sekarang banyak keluhan pegal linu lantaran kekurangan vitamin B1, dan vitamin B  lainnya. Orang modern memilih beras giling yang sudah hilang vitamin B-nya. Kita mendengar sekarang bekatul sebagai ampas kulit ari beras giling dicari orang, dan beras tumbuk kini menjadi lebih tinggi harganya dibanding beras giling, jenis menu junk food, fast food, dan yang diolah berlebihan, termasuk yang disimpan lama, sudah kehilangan sebagian zat gizinya.

Kehidupan orang modern yang serba praktis, dan cenderung memilih menu yang sudah disimpan, atau diolah secara berlebihan (refine diet), berisiko kekurangan sebagian besar nutrien. Bila itu berlangsung lama, makin berisiko memunculkan penyakit kurang gizi orang kecukupan makan.

Kurang gizi orang yang kecukupan makan kini merajalela. Jika keluarga cenderung memilih menu restoran, makanan kalengan, dan yang serba instan lainnya, tubuhnya terancam kekurangan satu, bahkan lebih zat gizi yang dibutuhkan tubuhnya setiap hari. Kalau yang kurang itu bersifat esensial, penyakit kurang gizinya lebih lekas munculnya.

Bagaimana gejalanya ?

Kulit kering, rambut lekas rontok, jantung berdebar, dan iramanya tak teratur, mungkin disebabkan hanya oleh kekurangan zat gizi saja. Asam amino esensial yang kaya dalam telur tidak boleh sampai kekurangan, termasuk asam lemak esensial. Bermunculannya aneka ragam suplemen yang ditawarkan bukanlah solusi yang tepat. Itu bagian dari kelemahan menu orang Barat (westernized diet), dan sebetulnya bukan masalah kita…

Namun, bila kita meniru menu makan orang Barat, yang akan terjadi, nasib tubuh kita sama terancam kurang gizinya seperti kebanyakan dari mereka. Hanya orang yang setia pada menu nenek moyang kita, jenis menu seimbang itu, yang akan selamat dari kurang gizi.

Orang sekarang badannya saja kelihatan gemuk dan tambun, namun kalau diperiksa, tentu ada saja satu atau mungkin lebih zat gizi yang kekurangan di tubuhnya. Sekadar mineral kalium saja, kita tahu bikin jantung berdebar tanpa harus ada penyakit jantung.

Saat ini, kesadaran memilih menu harian yang natural booming kembali.. tercermin dari persediaan bahan makanan tak hanya di pasar tradisional juga pada pasar swalayan. Segala jenis sumber makanan orang zaman dulu kini muncul lagi. Ada ubi, talas, kacang-kacangan, lalapan, beras tumbuk, beras merah, dan gula merah untuk menutupi kekurangan gizi yang mungkin rata-rata orang sekarang alami. Pangan organik pun mulai digemari…

Pentingnya mengkonsumsi menu nenek moyang

Jika saja kita memahami pentingnya keanekaragaman menu sehari-hari, ancaman kurang gizi tidak perlu terjadi. Seiring bertambah usia, memang dianjurkan agar semakin mengurangi asupan kalori.

Kalori terbanyak diperoleh dari lemak dan yang serba manis. Porsi jenis menu seperti itu yang wajib dibatasi. Lauk pauk berupa ikan, daging, telur, tahu, tempe, bahkan minyak, dan lemak bukannya harus distop sama sekali. Namun cara pengolahannya yang perlu kita perbaiki… Kuning telur, daging kambing maupun gajih porsinya yang dibatasi, bukannya tidak mengonsumsinya sama sekali.

@nurlienda

Referensi :

Disadur dari dr Handrawan Nadesul

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s