Special Moment Part 2

Bismillah

Day 2,

Starting a new day with new friends,

Sarapan bareng di Kantin Salman (ternyata udah lama gak makan disini, brasa nostalgia ^^).

Memulai rangkaian diklatsar dengan Apel Pagi,

Kajian tentang Fiqh Perjalanan menggenapkan materi,

Alhamdulillah, akhirnya mendapat bekal secara komprehensif, setelah sekian lama searching mandiri ^^.

Preparing for the next step, field trip ^^

Sebelum berangkat, kami dibekali dengan nasehat yang memotivasi,

Jika tidak salah berisi, Berangkatlah kalian, Gali pengalaman, Besarkan Hati, Kami tunggu kembali di Salman dengan kondisi terbaik (kembali selamat dan sehat -red).

Kami berangkat mandiri dengan dibekali ongkos 50rb untuk 7 orang menuju jembatan cileutik dari Salman ITB.

Phoenix, nama kelompokku, setelah berembug Kami memutuskan untuk menggunakan jasa damri hingga ke terminal leuwipanjang (Pengalaman pertama naik bis damri dengan membawa ransel yang cukup berat, menambah sesaknya damri ). Yap, Kontan saja penumpang lain terlihat aneh melihat kami, segerombolan pemuda membawa tas besar baik putra mupun putri ^^. Tak heran, jika penumpang lain banyak yang bertanya tujuan kami, kesempatan nih, untuk bertanya tentang jembatan cileutik… Beberapa penumpang ngeh, dan ada yang memberi tahu tempat itu beserta arah dan ongkosnya dari terminal leuwi panjang, alhamdulillah. setibanya di terminal, secara tidak sengaja, kelompokku dan kelompok 2 berada dalam 1 bis yang sama, sehingga ketika turun, menarik perhatian calo2 terminal, banyak yang menawarkan alternatif transportasi, mulai dari bis ber-AC, non-AC, hingga angkot.. setelah tawar menawar dan berembug, kami pilih bis non-AC, biar cukup ongkosnya ^^.

Perjalanan dari terminal menuju cileutik ternyata cukup jauh, panasnya kondisi di dalam bis, ditambah belum berpengalaman membawa ransel berat, membuat tubuh terasa lelah, dan kantuk pun menyerang (zzzz, im fallin’ sleep for a while). ckckckc, ketiduran… Untungnya bisa bangun sebelum sampai, jadi gak terlalu pusing he3.

Setibanya di Cileutik, it’s time for praying, mencari mesjid, ketemu panitia dan diarahkan ^^, lanjut mengganjal perut dengan siomay (kangen makanan ini, akhirnya bisa makan juga, tanpa sulit2 mencari, alhamdulillah^^).

Beres sholat, perkenalan tentang rapling, alat2 yang dibutuhkan dan cara2nya, hm, ternyata, di jembatan cileutik ini semua peserta dan panitia melakukan hely rapling, pengalaman pertama, turun dari ketinggian 30 meter, kuberanikan diri untuk turun pertama, ternyata, ada sari yang pengen duluan.. Gak apa liend, kan jadi bisa liat caranya, hiburku dalam hati padahal rsa wa-was makin menjadi, apabila lama aku menunggu giliran dan berdiri lebih lama di jembatan cileutik.

it’s my turn, setelah melihat sari turun, membuatku sedikit was-was, bisakah aku turun tanpadizziness dan disorientasi, tanyaku dalam hati, bismillah, kata pamungkas ketika nyali mulai ciut, persiapan rapling pun terpasang dibadanku, Ya allah, mudahkanlah.. Jangan biarkan hal-hal buruk terjadi, positif thinking lienda,  batinku berulang-ulang, dan bismillah, aku pasrahkan semuanya padaMu…

Alhamdulillah, berhasil mendarat, adrenalin meningkat, tapi asyikkkk, mau lagi..

Walau puyeng pas turun, dan efeknya masih berlangsung saat menyebrangi sungai, pasca hely rapling. Dizziness menjadi pemicu mandi sore hari, aku tergelincir, sontak berasa mandi sore, hely rapling ini terjadi sekitar jam 14.45 ^^.

Setelah semua tim turun, Kami dipersilahkan untuk membangun tenda buatan, lokasi untuk para akhwat diujung..

Lokasi bantaran sungai yang landai, lokasi yang dipilihkan panitia untuk mendirikan tenda. Jika dilihat sekilas, rasa cemas hinggap, ini kan sore hari, sikonnya cerah memang, tapi jika malam, apakah debit air sungai tidak akan naik apalagi jika hujan di daerah atas ? (Berbagai pikiran negatif berkecamuk, tapi kupercayakan pada panitia, kuikuti saja batinku). Setelah beberapa lama mendirikannya, patok batu yang kuikatkan lenyap, fiuh, terendam, innalillahi, kukabarkan kondisi ini pada rekan setimku dan panitia, dan kami disuruh pindah tempat pada akhirnya, sedih, membuatnya sulit, tapi harus dihancurkan dan membuat tenda baru di tempat yang lebih tinggi dan aman..

Waktu untuk mendirikan tenda kedua ini mepet, sebentar lagi masuk waktu magrib. Kompromi dengan ikhwan pun disepakati, tenda baru akan dibuatkan mereka, Kami bertugas untuk menyiapkan makan malam.

Malam ini Kami berencana akan membuat nasi liwet dan sarden, aku pun mengambil seluruh perlengkapan untuk membuatnya.. Ketika tengah asyik memasak, tak disangka, hujan turun, dan langsung lebat. Sontak kami berlindung ke dalam tenda, membawa peralatan masak sebisanya, dan berlindung.. Ditengah kondisi hujan lebat, tenda kami terancam, dan evakuasi pun dikumandangkan. Innalilahi,, semua barang dipack ulang, kami harus meninggalkan tenda dan pindah ke tempat yang lebih aman. Perjalanan untuk evakuasi ini cukup sulit, jalan licin, kondisi menanjak dan ransel berat, ditambah ponco yang saya kenakan ini berbagi dengan upi. Step by step, kami merangkak naik hingga tiba di halaman mesjid tempat kami shalat tadi.. Tempat evakuasi telah ditetapkan, kami mendapat sebuah rumah kosong dengan 2 kamar tidur, ruang tengah dan ruang tidur untuk 14 orang. Kamipun segera mengganti pakaian basah dengan pakaian kering dan melanjutkan memasak untuk makan malam.. when everything’s ready, we got dinner, together ^^. It’s time to take a rest, alhamdulillah…

 

Day 3, 20th July 2011

01.35 WIB

I was sleeping when i felt dyspneu

A lil bit panic, it never came for about 3 years.

I tried to find out the trigger,

The trigger were dusty and musty room.

I was trying to came out, getting some fresh air..

I decided to go to masjid, and take a rest there

(i was trying to get some help from myfriends  but they were so tired, i’ll fixed it by myself)

I’ll take some medicine and take a rest, hoping it will be better.

It’s work, until i’d tried tilawah,

Mybreath going to be worst, i’ll try to go to diklatsar committee.

In front of the door of masjid, i met one of them, he asked about  mycondition

i’ll tried to tell him, and take a rest for a while..

Others committee came, helping me to calm down and gave some drugs..

Alhamdulillah, it can be controlled for about one hours later..

After feeling more better, i tried to go to basecamp.

There was an evaluation from committee when i came.

A lil bit confused, in the beginning. But it can be understood afterall.

Having a breakfast, and preparing to other place, we ready to move.

Morning assembly as introduction that we were having some material in other place and need more physical ability..

We were using pick up to go to tea garden (Myfirst experience, using this transportation with full loaded of equipment and member of diklatsar ^^).

To Be continued…

Advertisements

6 thoughts on “Special Moment Part 2

  1. hahahaha… baguslah, ada untungnya juga kan disuruh bikin jurnal harian.. ayo, lengkapi blognya. masih ada beberapa hari yang blm dibikin. mumpung udah ditulis di jurnal..

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s