All about Gastritis

Bismillah,

Mengenal Gastritis

Gastritis merupakan kondisi mukosa lambung yang mengalami peradangan…
Mukosa lambung berisikan sel-sel khusus yang memproduksi asam lambung dan enzim2 yang membantu dalam pemecahan makananan pada system pencernaan serta mucus yang melindungi mukosa lambung dari asam. Ketika mukosa lambung mengalami infeksi maka akan memproduksi enzim, mucus dan asam lambung yang lebih sedikit.

Gastritis terbagi dua jenis secara umum yakni yang gastritis akut dan gastritis kronik
Gastritis akut terjadi apabila secara tiba-tiba terkena peradangan lambung sedangkan gastritis kronik terjadi apabila peradangan lambung tersebut telah berlangsung lama.
Infeksi Helicobacter pylori (H. pylori) menjadi penyebab pada kebanyakan kasus gastritis kronik nonerosif. Kebanyakan penyebab dari gastritis erosive baik yang bersifat akut maupun kronik adalah penggunaan obat-obatan nonsteroid anti radang atau dikenal nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti aspirin, ibuprofen termasuk alcohol, kokain dan kelainan autoimun.
Pada kondisi trauma, keadaan kritis, luka bakar yang parah dan operasi besar juga dapat mengakibatkan gastritis erosive, jenis ini dikenal dengan istilah stess gastritis.

Gejala Gastritis :
Akut
Nyeri, mual dan muntah dalam jangka pendek

Kronik
Biasanya ditemukan pada lansia, akibat atrofi dari sel parietal, menurunnya sekresi asam lambung serta faktor intrinsic lainya. Kebanyakan pasien memiliki kadar homosistein yang tinggi serta kadar serum B12 yang rendah.

Erosif
Disebabkan erosi dalam mukosalambung atau ulcer yang mengakibatkan perdarahan lambung.
Tanda-tanda perdarahan lambung yakni
Darah didalam muntahan,
Feces yang bewarna gelap dan kehitaman
Darah segar dalam feces

 

Diet untuk Pasien Gastritis
1. Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien
2. Protein cukup sesuai dengan kemampuan pasien
3. Lemak rendah 10-15% dari kebutuhan energi. Utamakan jenis lemak PUFA seperti Omega-3 dan Omega-6 mencakup ikan laut (seperti tuna, kod, sardin), kerang, biji flax, minyak kedelai, minyak raps, minyak chia dsb
4. Karbohidrat, sisa dari kebutuhan energi setelah dikurangi protein dan lemak
5. Vitamin C diberikan tinggi yakni lebih dari 60 mg/hari yang berasal dari sayur dan buah bukan suplemen
6. Rendah serat, utamakan serat larut yang berasal dari buah dan sayur
7. Cairan diberikan cukup sekitar 2 liter atau8 gelas per hari
8. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering
9. Hindari makanan yang merangsang saluran cerna, seperti : cabe, merica, minyak, cuka
10. Hindari makanan yang bersifat melekat, seperti: dodol, ketan
11. Hindari makanan yang menimbulkan gas, seperti : kol, kubis, sawi, kangkung, durian, nangka, dl
12. Pada gastritis kronik perlu pemberian vit. B12 dari suplemen

Wallahu’alam Bishawab

Sumber :
Mahan, L.Kathleen , Sylvia Escott-Stump. 2004. Food, Nutrition, & Diet Therapy,  11th Edition
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases

Advertisements

One thought on “All about Gastritis

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s