Cerdas

Bismillah..

 

Apakah Anda termasuk Kategori Cerdas?
Apa yang terlintas dalam pikiran Anda tentang kata ini?

Apakah cerdas merupakan figur seseorang dengan pendidikan formal yang tinggi, ataukah Orang tersebut mempunyai pengalaman yang luas?
Setiap orang memiliki definisi mengenai kata ini dengan pemahaman masing-masing…

Menurut saya pribadi, cerdas merupakan sebuah kemampuan yang harus senantiasa diasah..

Orang cerdas adalah orang yang berfikir sebelum ia mengambil keputusan, berkomunikasi dengan bahasa sederhana yang bisa dimengerti oleh banyak orang dan pandai menempatkan diri.

Ketika seseorang menjelaskan sesuatu secara mendalam dan sangat detail pada 1st impression, belum tentu yang disampaikannya dimengerti oleh orang lain. Nabi Muhammad SAW, apakah beliau ini suka beranalogi untuk menjelaskan sesuatu? Kecenderungan beliau ini menjelaskan sesuatu dengan melakukannya, karena tidak semua orang mengerti gaya bahasa seseorang, arah dan maksud pembicaraannya jadi jika dilakukan terlebih dahulu orang bisa sementara menirunya setelah itu mempelajari lebih detail. Inilah cara cerdas untuk memahamkan seseorang akan sebuah konsep.

Seseorang dapat dinilai cerdas atau tidaknya bukanlah hal yang mudah, namun kita sering tertipu oleh salah satu kecerdasan saja, padahal manusia itu seseungguhnya diberikan 8 jenis kecerdasan yang sama yakni:

Hanya kadarnya saja yang berbeda tergantung yang dirinya, apakah akan diasahnya, atau dibiarkan seperti raksasa yang tidur atau bakat terpendam istilah kerennya ^^.

Namun, ada beberapa kecerdasan yang sangat menonjol yang perlu kita asah lebih tajam, secara umum yakni :

1. Interpersonal Quotient

Kecerdasan yang berfokus kepada diri sendiri dalam berfikir (memikirkan segala praduga, perkataan, tindakan sebelum melakukan sesuatu)  memahami dan maintenance kondisi diri (memotivasi diri ketika down dan bangkit dari kegagalan), manajemen diri  (baik terhadap waktu, keseimbangan fisik, akal dan spirit) serta berjiwa besar dan senantiasa meng-upgrade diri dari waktu ke waktu.

Kecerdasan ini perlu diupgrade secara rutin, dia akan berkembang seiring perjalanan waktu, pengalaman dan ilmu. Seseorang yang merasa dirinya kurang beruntung misalnya terjadi karena menganggap dirinya bodoh dan merupakan bawaan sejak lahir.

Naudzubillah.. Hati-hati dengan stigma2 negatif yang Anda pikirkan dan katakan kepada diri Anda.. Hal itu akan membentuk memori yang kuat dalam alam bawah sadar yang akan terprogram secara otomatis dan akan berpengaruh besar pada kehidupan nyata ketika Anda berhadapan dengan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan harapan, yang mana bisa menjadi pembenaran kita, yang pada akhirnya kata-kata atau pikiran2 Anda akan membentuk perilaku secara utuh, You are what You Think, So, Be Positive Thinking and Optimist in Every Episode of Life ^^.

2. Intrapersonal Quotient

Kecerdasan sosial, kecerdasan Anda berhubungan dengan orang lain. Seberapa sempurnapun nilai kecerdasan pribadi Anda, jika kecerdasan ini tidak atau belum teroptimalkan akan membenturkan nilai Anda secara utuh. contohnya saja, ketika Anda tidak bisa menjalin hubungan dengan teman, maka Anda akan merasa terkucil, dan secara tidak langsung hubungan intra dan interpersonal quotient ini erat kaitannya dan memiliki hubungan timbal balik. ketika Anda mengasah kecerdasan ini, secara tidak sadar, Anda pun sedang mengasah kecerdasan pribadi Anda.

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika sedang membangun kecerdasan ini adalah :

1. Watch Your Words before Spoke it Out

Jangan sampai apa yang kita katakan ini membuat orang salah menilai tentang kita, contohnya saja, ketika Anda berada pada suatu jabatan, jangan sampai kata-kata atau tindakan Anda membunuh karakter relasi atau patner Anda. Ini serig terjadi, akibat kurang cerdas dalam menempatkan diri maupun memanage prasangka… Jika ini terjadi, bukanlah tidak mungkin image positif yang Anda bentuk bertahun-tahun akan luluh lantah dalam hitungan detik dan ini tentu saja akan berdampak dalam jangka panjang. Menjalin hubungan antar manusia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Mulutmu adalah Harimaumu, maka pergunakanlah dengan bijak, sampaikanlah hal-hal yang penting, bermanfaat dan berdasar fakta dan data, bukan berasal dari penilaian pribadi atau pandangan orang tanpa kroscek terlebih dahulu. Jika Anda belum memahami terhadap sesuatu, janganlah berlagak sok tahu. Perilaku seperti ini malah akan menghambat diri Anda…

2. Maintenance Your Relationship

Membangun sebuah jaringan kekerabatan atau pertemanan bukanlah hal yang mudah. Ketika diawal-awal perkenalan Anda Gencar memperkenalkan diri, menjalin hubungan dengan orang baru dan lingkungan baru, jangan sampai melupakan hubungan relasi yang telah sebelumnya… Terkadang ini yang terlupakan.. Padahal membina hubungan adalah sebuah seni. Memiliki nilai dan rasa yang relatif tiap orang.. Memerlukan keikhlasan, keteguhan dan keinginan yang kuat dari dalam diri.. Dan ini tidak bisa dipaksakan, dan tiap orang memiliki caranya sendiri dalam hal membina dan merawat sabuah hubungan dengan orang lain… Apapun cara yang Anda gunakan, jangan lupakan etika dan norma yang berlaku pada orang tersebut, jangan sampai niat baik ingin memjalin hubungan dan memepereratnya disalahartikan oleh orang tersebut..

Keep yourself , Learning by Doing is Active Learning ^^

Wallahu’alam Bishawab

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s