Zinc?

Bismilllah,

Apakah Zinc itu?
Zinc adalah mineral penting yang terdapat pada hampir setiap sel. Zinc menstimulasi aktifitas kurang lebih 300 enzim, yaitu substansi yang mendukung reaksi-reaksi biokimia di dalam tubuh. Zinc diperlukan juga untuk mendukung sistem pertahanan tubuh yang baik,untuk penyembuhan luka, membantu kemampuan indera perasa dan penciuman, dan diperlukan untuk sintesis DNA. Zinc juga berguna untuk pertumbuhan tubuh yang normal dan perkembangan manusia mulai dari masa kehamilan, anak-anak dan dewasa.

Manfaat Zinc Bagi Tubuh Anak
a. Zinc Penting untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Anak butuh tumbuh dan berkembang untuk mencapai dewasa. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan adalah, pertumbuhan berhubungan dengan bertambahnya ukuran sedangkan perkembangan berhubungan dengan proses pematangan fungsi. Contoh pertumbuhan misalnya saat lahir berat badan si kecil adalah 3 kg, kemudian setelah sebulan kemudian, berat badannya menjadi 3,9 kg, dst. Sedangkan contoh perkembangan misalnya, saat lahir hanya bisa terlentang, setelah berumur 3 bulan, ia sudah bisa tengkurep, kemudian saat usia 7 bulan, ia bisa duduk, dst. Untuk kedua hal tersebut, Zinc mempunyai peran yang amat penting. Tanpa zinc, sintesa asam nukleat dan protein di dalam tubuh akan terganggu. Padahal asam nukleat ada didalam inti sel dan sangat berperan pada metabolisme tubuh, pertumbuhan sel serta berperan mengatur aktifitas genetik. Ia membantu pembelahan sel, tumbuh menjadi banyak dan membagi diri sesuai dengan fungsinya masing-masing. Bila tubuh kekurangan zinc maka proses di dalam sel ini akan terganggu. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan anak juga akan terganggu. Misalnya, tinggi badan menjadi kurang memadai (lebih pendek) dibandingkan dengan tinggi teman sebayanya, kemampuan berpikir dan belajarnya pun menjadi terganggu.

b. Zinc Penting untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Bila kandungan Zinc di dalam tubuh anak rendah, maka ia akan rentan terhadap penyakit. Kandungan Zinc di dalam tubuh yang rendah akan menyebabkan sistem imun tubuh terganggu sehingga tubuh tidak bisa mengenali dan memerangi penyakit infeksi tertentu. Penambahan Zinc telah terbukti efektif untuk menurunkan penyakit pneumonia (radang paru), diare dan penyakit infeksi lainnya. Zinc juga dapat menurunkan lama dan tingkat keparahan batuk pilek.

c. Zinc dan Kesehatan Kulit
Kulit tubuh kita secara alamiah selalu diperbarui. Apalagi bila kulit tubuh terluka atau iritasi. Kandungan Zinc yang cukup di dalam tubuh akan mempercepat proses pembentukan sel-sel baru ini. Pemberian Zinc yang memadai baik melalui asupan maupun dengan krim kulit akan mempercepat penyembuhan kulit yang terluka, penyakit gusi, kulit yang terbakar maupun ruam popok.

Berapa Banyak Jumlah dalam Mengkonsumsi Zinc ?
Bayi umur 0 – 6 bulan
2 miligram (mg) per hari

Bayi umur 7 bulan hingga 3 tahun
3 mg / hari

Anak umur 4 tahun hingga 8 tahun
5 mg / hari

Umur 9 hingga 13 tahun
8 mg / hari

Usia 14 hingga 18 tahun:
* Laki-Laki : 11 mg
* Perempuan : 9 mg
* Hamil : 13 mg
* Menyusui : 14 mg

Usia 19 tahun ke atas:
* Laki-Laki : 11 mg
* Perempuan : 8 mg
* Hamil : 11 mg
* Menyusui : 12 mg

Tanda-tanda dari kekurangan zinc:
a. Terhambatnya pertumbuhan,
b. Rambut rontok,
c. Diare,
d. Kematangan sexual yang lambat dan impotensi,
e. Luka pada mata dan kulit
f. Hilangnya nafsu makan.
Fakta lain adalah turunnya berat badan, luka lama sembuh, ketidaknormalan indra perasa, dan kelesuan mental.

Tapi karena gejala-gejala ini bersifat umum dan seringkali berkaitan dengan kondisi-kondisi medis lainnya, maka jangan cepat disimpulkan bahwa semuanya itu karena kekurangan zinc. Lebih baik adalah segera konsultasi ke dokter medis tentang gejala-gejala medis tersebut sehingga penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Siapa Saja yang Memerlukan Zinc Lebih Banyak?
a. Vegan
Para vegetarian memerlukan 50% zinc yang lebih banyak dibanding dengan yang bukan vegetarian, dkarenakan rendahnya daya serap zinc pada tumbuhan. Sehingga sangat penting bagi para vegetarian memasukkan suplemen zinc dalam dietnya.

b. Ibu Hamil dan Menyusui
Kekurangan zinc pada ibu hamil juga dapat menghambat pertumbuhan janin. Ibu yang menyusui juga terkuras simpanan zinc di dalam tubuhnya karena besarnya kebutuha akan zinc di saat menyusui. Oleh karenanya, penting bagi para ibu hamil dan menyusui untuk memasukkan zinc dalam menu sehari-hari.

c. Alkoholik
Status kekurangan zinc juga nampak pada para peminum alkohol berkisar 30 hingga 50%. Alkohol mengurangi penyerapan zinc dan meningkatkan kehilangan zinc dalam tubuh lewat urin. Sebagai tambahan , para alkoholok sering jarang makan makanan yang bervariasi atau dalam jumlah yang cukup, sehingga masukan zinc pada tubuh mereka kurang.

d. Terkena diare, gangguan pencernaan
Diare juga menyebabkan kehilangan zinc. Orang yang menjalani pembedahan perut, atau mengalami kelainan pencernaan yang menyebabkan gagalnya absorbsi zinc, termasuk diantaranya sariawan, penyakit crohn dan sulit buang air besar, memiliki resiko kekurangan zinc yang lebih banyak. Idividu yang mengalami diare kronis harus memastikan adanya tambahan zinc dalam diet mereka sehari-hari yang bisa diambil dari makanan, jika perlu dapat diperoleh dari suplemen zinc.

Apakah Berbahaya Jika Berlebihan Zinc?
Bentuk keracunan zinc dapat dilihat dalam ujud kronis. masukan 150 mg hingga 450mg zinc per hari diindikasikan menyebabkan rendahnya status copper dalam tubuh, berubahnya fungsi zat besi, berkurangnya sistem imun, dan berkurangnya lipoprotein (kolesterol baik). satu kasus pernah dilaporkan terjadinya mual yang parah dan muntah-muntah dalam waktu 30 menit bagi orang yang mengkonsumsi 4 gram zinc gluconate (570mg zinc elemen).
Pada tahun 2001 National Academy of Science menetapkan batas atas yang bisa ditolerir dari konsumsi zinc bagi bayi, anak-anak dan orang dewasa, yang tidak menyebabkan efek-efek buruk kesehatan. Batas atas ini dikecualikan bagi individu yang sedang menjalani terapi medis dengan zinc.

Tetapi bagi individu yang menjalani terapi medis tersebut ada baiknya dia selalu dalam pengawasan dokter yang akan memonitor efek-efek kesehatan yang bertentangan. Batas atas tahun 2001 untuk penggunaan zinc pada bayi, anak-anak dan orang dewasa adalah:

Umur 0 – 6 bulan : 4 mg
Umur 7 – 12 bulan : 5 mg
Umur 1 – 3 tahun : 7 mg
Umur 4 – 8 tahun : 12 mg
Umur 9 – 13 tahun : 23 mg
Umur 14 – 18 tahun : 34 mg
* Kondisi hamil atau menyusui : 34 mg
Umur 19 tahun ke atas:
* Laki dan Perempuan : 40 mg
* Hamil dan Menyusui : 40 mg

Makanan Apa Saja yang Mengandung Zinc?
Zinc dapat ditemukan di berbagai macam makanan. Tiram mengandung paling banyak zinc dibanding dengan makanan lainnya. Tetapi di Amerika, daging merah dan unggas adalah sumber utama. Sumber makanan lain yang mengandung zinc adalah biji-bijian, kacang-kacangan, beberapa makanan laut tertentu, padi-padian dan gandum, sereal dan produk susu. Penyerapan zinc lebih banyak jika dietnya pada protein hewani dibanding pada protein dari nabati. Asam fitat dan serat yang banyak ditemukan pada produk protein nabati seperti roti gandum, sereal, kacang-kacangan (kacang almond, kacang mete, dan kacang pinto, kacang kedelai) dan produk-produk lainnya (tahu dan tempe) dapat mengurangi penyerapan zinc.

“Makanan yang berbeda mengandung zat gizi yang berbeda. Tidak ada satu makanan pun yang bisa memenuhi semua zat gizi dalam jumlah cukup untuk tubuh.”
Oleh karenanya menu makanan yang beragam akan membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian ^^

Wallahu’alam Bishawab,
Semoga bermanfaat

Sumber:
1. Cousins RJ. Zinc. In: Ziegler EE, Filer LJ. Prsent knowledge in nutrition. 7th ed. ILSI Press:
Washington DC; 1996: 293-306.
2. Chandra RK. Micronutrients and immune functions. Ann NY Acad Sci 1990;587:9-16 1990
3. http://dietary-supplements.info.nih.gov/factsheets/cc/zinc.html

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s