Mengenali Status Gizi Anak

Bismillah…

Apakah Anda peduli dengan status gizi dan kesehatan Anak? Bagaimanakah cara mengeceknya? Adakah cara yang praktis? Tanpa perlu bingung membaca KMS dan istilah2 sulit lainnya?

Anak Sehat, bergizi baik

Memiliki anak sehat merupakan dambaan para ayah dan ibu. Menurut Departemen Kesehatan RI terdapat 9 ciri anak sehat yaitu:

1. Tumbuh dengan baik, yang dapat dilihat dari naiknya berat dan tinggi badan secara teratur dan proporsional

Pertumbuhan Anak sesuai dengan KMS (Kartu Menuju Sehat) terlihat dari grafik Anak yang terdapat pada KMS dan dipantau secara rutin

2. Tingkat perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya

Perkembangan Anak sesuai dengan usianya berkaitan dengan kemampuan motorik dan secara lebih sederhana dapat dipantau dari KMS (Kartu Menuju Sehat)

3. Tampak aktif atau gesit dan gembira

Anak antusias ketika diajak bermain , aktif dan dapat menunjukkan berbagai ekspresi sesuai usia

4. Mata bersih dan bersinar

Tampilan fisik mata bersih dan cemerlang. Ketika diajak bicara, anak menunjukkan kontak mata yang responsif. Banyak pakar perkembangan menyatakan, kecerdasan anak antara lain bisa dilihat dari kontak matanya yang responsif. Untuk menstimulasinya, ajak anak bicara setiap ada kesempatan. Baik ketika memberi makan, bermain atau ketika diajak berpergian. Biasakan bicara dengan melihat mata si kecil guna melatih responnya.

5. Nafsu makan baik

Anak lahap makan dan  terampil makan sesuai dengan tahap perkembangannya. Jika di usia 2 tahun anak masih melepeh makanannya, misalnya, bisa jadi dia mengalami gangguan mengunyah dan menelan makanan gara-gara ia tidak melalui ‘tahap emas’ belajar makan dengan baik di usia 6-12 bulan. Selain kurang gizi, gangguan ini juga bisa mengganggu kemampuan bicara anak, karena otot molor di organ mulut berkaitan erat dengan kemampuan bicara seseorang

6. Bibir dan lidah tampak segar

7. Pernapasan tidak berbau

Gusi bewarna merah muda, tidak mudah berdarah. Jika gusi anak mudah berdarah, ada kemungkinan dia mengalami kekurangan vitamin C. Gusi dan gigi terawat juga membuat si kecil tak bau mulut.

8. Kulit dan rambut tampak bersih dan tidak kering

Rambut tidak mudah rontok dan kusam. Tidak berkaitan dengan tebal atau tipisnya rambut karena biasanya sudah bawaan. Jangan abaikan rambut anak yang mudah rontok dan tampak kusam. Dapat diakibatkan kekurangan zat gizi seperti vitamin B komplek dan Zinc (Zn). Rambut yang mengkilap dan kuat menunjukkan bahwa anak cukup gizi, serta kebersihan kulit kepala dan rambutnya terjaga. Kulit tampak bersih dan tidak kering.  Jika terjadi luka mudah sembuh. Dalam kondisi sehat, sel-sel kulit juga lebih cepat memperbaiki diri ketika terjadi luka.

9. Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan

Jika ciri-ciri tersebut telah dimiliki oleh anak, maka pertumbuhan dan perkembangan anak biasanya dapat dikatakan normal/wajar. Sehingga secara umum ciri anak sehat terbagi 3 yakni:

  1. Dilihat dari segi fisik ditandai dengan sehatnya badan dan pertumbuhan jasmani yang normal
  2. Segi psikis, anak yang sehat itu jiwanya berkembang secara wajar, daya fikir bertambah cerdas, perasaan bertambah peka, kemauan bersosialisasi baik
  3. Dari segi sosialisasi, anak tampak aktif, gesit, dan gembira serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Cara mudah untuk menentukan kondisi Anak yang sehat adalah dengan melihat pertumbuhan dan perkembangannya. Anak yang bergizi baik merupakan anak yang memiliki lajur pertumbuhan dan perkembangan sesuai umur dapat dikatakan normal/wajar. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang sesuai dengan tuntunan KMS (Kartu Menuju Sehat) disebut Anak bergizi baik.

Puncak pertumbuhan seorang anak biasanya mulai terjadi pada usia ke-2,3 dan 6 minggu serta 3 dan 6 bulan. Beberapa anak memiliki pola pertumbuhan sendiri, pertumbuhan setiap anak adalah unik. Sehingga perlu dilakukan pemantauan secara rutin setiap bulan di Posyandu atau di fasilitas kesehatan lainnya.

Berikut KMS yang sudah beredar, merupakan KMS edisi revisi dari KMS sebelumnya

KMS Perempuan Bagian Depan

Sedangkan Ini adalah KMS untuk anak laki-laki

Bagaimana cara mengetahui berat badan cukup atau tidak?

Cara Mengetahui Berat Badan Cukup atau Tidak Cara yang paling sederhana dan praktis yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan menggunakan media Kartu Menuju Sehat (KMS).

Kami sarankan sebaiknya menggunakan KMS yang terbaru, karena pada KMS tersebut sudah terdapat berapa kenaikan berat badan minimum (KBM) pada anak setiap bulan. Misalnya seorang anak perempuan dengan data berat badan sebagai berikut :
• Berat badan lahir : 3.0 kg
• Berat badan saat umur 1 bulan : 3.5 kg
• Berat badan saat umur 2 bulan : 4.7 kg
• Berat badan saat umur 3 bulan : tidak menimbang berat badan
• Berat badan saat umur 4 bulan : 6 kg
• Berat badan saat umur 5 bulan : 6.6 kg
• Berat badan saat umur 6 bulan : 6.6 kg
• Berat badan saat umur 7 bulan : 6.3 kg.
Jika data berat badan tersebut di atas di masukkan ke dalam KMS, maka hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini :

Mengenali Status Gizi Anak, Menggunakan Grafik Kartu Menuju Sehat,

Untuk membaca grafiknya ada caranya loh…

Nah, jika berdasarkan gambar di atas, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan yaitu GRAFIK BERAT BADAN serta kenaikan berat badan minimum (KBM), sehingga bisa di simpulkan bahwa :

a. Berat badan anak dari 0 (nol) bulan ke 1 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena 2 (dua) alasan, yaitu : grafik berat badan memotong garis pertumbuhan dibawahnya atau kenaikan berat badannya hanya 500 gram, kurang dari KBM (800 g)
b. Berat badan anak dari 1 bulan ke 2 bulan dinyatakan NAIK, karena grafik berat badan memotong garis pertumbuhan diatasnya atau kenaikan berat badannya sebesar 1200 gram, lebih dari KBM (900 g)
c. Berat badan anak dari 4 bulan ke 5 bulan dinyatakan NAIK, karena grafik berat badan mengikuti garis pertumbuhannya atau kenaikan berat badannya sekitar 600 gram, lebih dari KBM (500 g)
d. Berat badan anak dari 5 bulan ke 6 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena grafik berat badan mendatar atau berat badannya sama dengan bulan lalu, kurang dari KBM (400 g)
e. Berat badan anak dari 6 bulan ke 7 bulan dinyatakan TIDAK NAIK, karena grafik berat badan menurun atau kenaikan berat badannya berkurang sekitar 300 gram, kurang dari KBM (300 g).

Secara umum cara membaca grafik pertumbuhan pada KMS:

a. Apabila anak berada di lajur bewarna hijau maka anak berada pada jalur pertumbuhan normal

b. Apabila anak berada di bawah lajur merah (warna putih) menunjukkan anak kurus dan perubahannya dapat dikatakan membaik apabila mendekati lajur hijau. Pendekatan grfik pada lajur hijau tua dikenal dengan catch-up growth.

KMS merupakan salah satu alat untuk memantau berat badan menurut umur (BB/U) anak. Hal ini dilakukan guna mengklasifikasikan apakah anak mengalami kelebihan berat badan atau sangat gemuk. Indikator BB/U paling umum digunakan namun tidak cocok digunakan apabila umur anak tidak diketahui dengan pasti. Seorang anak dengan BB/U rendah disebabkan pendek (stunting), atau kurus (thinness) atau keduanya. Namun demikian, jika seorang anak memiliki edema pada kedua punggung akan meningkatkan berat badannya, walaupun sebenarnya anak tersebut berat badannya sangat rendah. Sehingga indikator BB/U tidak cocok digunakan pada kondisi mengalami edema.

Pemantauan gizi anak menggunakan KMS dilakukan secara rutin per bulannya, sehingga dapat diketahui perkembangan anak dari waktu ke waktu. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi anak secara berkesiambungan, mencegah dan menekan terjadinya penyimpangan pertumbuhan sejak dini. Pemantauan gizi merupakan upaya deteksi dini dalam mengetahui kesehatan anak yang sederhana dan mudah dilakukan oleh orang tua.

Selain menggunakan KMS, Bunda juga dapat menggunakan grafik WHO Antro Tahun 2005 sesuai jenis kelamin dan usianya…

Sebagai Contoh Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan Anak Perempuan Menggunakan z-score:

Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan menurut Tinggi Badan Anak Perempuan – sistem Z-Score

Untuk lengkapnya bisa didownload disini

Atau bisa juga menggunakan pedoman dari CDC, sebagai contoh Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan menurut Tinggi Badan Anak Laki-laki

Kurva Pertumbuhan WHO – Berat Badan & Tinggi Badan Anak Laki-Laki CDC

Yuk jadi orangtua yang cerdas, kritis dan tanggap terhadap pertumbuhan dan perkembangan Anak-anaknya.

Semoga Bermanfaat,

Wallahu’alam Bishawab…

 

Referensi:

WHO. 2008.  Modul Pelatihan Penilaian Pertumbuhan Anak,  Interpretasi

Indikator Pertumbuhan. Jakarta: Kerjasama Depkes RI dengan WHO.

http://manjilala.info/berat-badan-anak-tidak-naik-naik/

Advertisements

6 thoughts on “Mengenali Status Gizi Anak

  1. Nur, lebih lengkap dan baik lagi jika anda jelaskan tentang KBMnya , karena itu yg membedakan dengan KMS lama. Good job !

  2. Terima Kasih, Pak Fred, untuk masukannya.. Saya baru ngeh ada komen dari Bapak. Ini baru terupdate, mohon maaf. Semoga cukup mewakili sarannya..
    Ditunggu kunjungan balik dan saran-sarannya…

  3. Pingback: Baby Check, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat | Food, Family Nutrition

  4. Pingback: Mengenal Perkembangan Anak Lebih Dekat | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s