Empowerment is Starting from You

Bismillah…

Empowerment is Starting from You, exactly…

11 Juli 2012,

Hari ini adalah kali pertama bertemu muka dan berdiskusi dengan Ketua PKK Provinsi Jabar, Bu Netty Prasetiyani.

Subhanallah, still young but have a lot of dreams and make it real, step by step…

 

Salah satunya adalah Revitalisasi Posyandu yang dikembangkan di Jabar, bersama Kang Aher dan BPMPD Jabar, mereka menuangkan revitalisasi posyandu menjadi beberapa program, seperti pembangunan 500 bangunan posyandu se-Jabar, Pemberian Dacin inovatif ini tidak akan membuat anak ketakutan. Tepat dan akurat. Dilengkapi cover penahan dari rangka besi. Pendistribusian dacin inovatif ini akan dilakukan secara bertahap ke 48.000 Posyandu se-Jabar, dan program integrasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di posyandu. Seperti BKB yang tengah digulirkan BKKBN dan Pos PAUD serupakan segelintir aktivitas yang dapat anak rasakan keuntungannya di posyandu.

Kader posyandu, merupakan ujung tombak kegiatan posyandu. Keberadaan mereka adalah stimulan2 penopang kemajuan suatu wilayah. Partisipasi masyarakat, merupakan bahan bakar dan sokongan keberadaan posyandu. Dan kita memiliki tanggungjawab atasnya, disadari atau tidak. Pemberdayaan masyarakat bermula dr posyandu. Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) merupakan sarana untuk memantau perkembangan kesehatan dasar, dengan  menimbang balita setiap bulan dan wadah untuk menyalurkan berbagai informasi mengenai gizi dan kesehatan.

Kegiatan posyandu dapat menanamkan sikap dan perilaku dari setiap keluarga sebagai contoh Penanaman Kebiasaan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) seperti halnya cuci tangan sebelum makan, buang air di WC, dan perilaku bersih dan sehat lainnya yang tidak memerlukan PELAYANAN.  Sehingga keluarga dapat melakukan sendiri PHBS. Keluarga atau ibu-ibu akan berdaya ketika pelibatan mereka optimal. Sikap aktif dan kooperatif baik dari ibu maupun orang dewasa yang mengantar mereka ke posyandu akan sangat membantu kinerja kader dan ini yang perlu diperhatikan oleh kita selaku masyarakat.

Penafsiran dari hasil penimbangan bulanan balita perlu dipahami juga oleh ibu balitanya, membaca lajur-lajur berwarna pada KMS memudahkan mereka untuk melihat perkembangan secara kualitatif, sehingga mereka akan lebih care akan kondisi putra-putrinya bukan hanya sekedar timbangannya naik, tetap atau turun. Dengan cara berpatisipasi secara aktif untuk memantau perkembangan berat badan anaknya maka ibu balita dapat disadarkan dan menjadi waspada yang sekaligus bermakna status kesehatan anaknya terutama terhadap status gizi.
Contoh yang sederhana : jika anak demam, siapa yang lebih dahulu tahu? Bukan kader, bukan dokter, tetapi ibunya karena ibunya tahu bahwa jika suhu badan anak tidak normal dan rewel berarti anak mengalami gangguan kesehatan. Nah, kalau ditanamkan pengertian bahwa jika berat badan tidak naik 2 bulan berturut-turut adalah tanda bahwa anak tidak normal seperti halnya demam tentu ibu akan segera mencari upaya untuk membuat anaknya normal.

Jadi jika selama ini “memberdayakan” masyarakat hanya slogan,  membuat masyarakat meminta-minta dilayani secara “gratis”. Acapkali semua yang gratisan boleh dikata tidak bermutu, bisa diubah dengan aksi nyata. Berikut adalah strategi pendekatan masyarakat sebagai subyek yang menimbang sendiri balitanya adalah
1). “Memperbanyak” elemen yang terlibat aktif dalam kegiatan posyandu, bukan hanya mengandalkan kader. Setidak-tidaknya setiap posyandu melibatkan tokoh masyarakat, pemerintahan daerah, uluran tangan dari masyarakat dan kepedulian untuk membangun generasi yang lebih baik. Ini bisa dimulai dari Anda, apa yang bisa Anda berikan, apakah berupa perhatian untuk penyelenggaraan secara rutin, publikasi, pengadaan PMT berbasis pangan lokal, pemberian informasi yang bermanfaat, pelatihan skill untuk peningkatan kesejahteraan ibu dan berbagai cara, apapun background Anda, semua sangat berarti….

Pola pikir untuk jaga kesehatan yang belum tertanam dengan baik di masyarakat bisa dibenahi, slow but sure. Pemantauan kesehatan dengan menimbang anak yang dirasa bukan kebutuhan mereka, tapi dianggap kebutuhan pemerintah akan terkikis. Sehingga kader dan petugas puskesmas tidak sibuk jemput mereka untuk ke posyandu. Revitalisasi posyandu bisa bangkitkan semangat ke posyandu melalui pejabat daerah.  Sebagai pembuat kebijakan dan anggaran kehadiran mereka akan memberikan stimulus yang kuat. Sehingga menganggap kesehatan dan pendidikan adalah aset penting masyarakat. Kita berjuang tidak sendiri. Dulu posyandu bisa bagus awal2nya krn terlibat semua dari pusat hingga daerah. Serentak. Semua peduli. Dan stimulus ini akan berefek jika masyarakat yang terlibat secara langsung “aware” terhadapnya..

2). Bekerjasama dengan PKK dan kalau perlu menjadikan program ibi sebagai program unggulan PKK. Program PKK yang baik perlu disosialisasikan ulang dan diterapkan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dan partisipasi Anda sebagai masyarakat adalah kuncinya.
3). Posyandu digunakan sebagai pos pelayanan kesehatan dan KB, tempat penyuluhan, atau “kantor” para kader. Kegiatan yang dilakukan bukan sekedar penimbangan, namun Posyandu sebagai sarana sharing info dan pengalaman mengenai anak, info kesehatan dan skill yang bisa membantu menyokong kehidupan ibu baik dari segi materil dan non-materil.
Maukah Anda memiliki amal yang tak terputus?
Membentuk anak2 yang sehat, BERKARAKTER dan menjadikan mereka generasi emas?
Maka berpartisipasilah dalam kegiatan posyandu di sekitar Anda,
Jika memungkinkan, kita bisa terlibat penuh, menjadi kader atau asisten kader… Atau menjadi staf untuk bantu2 dalam mengumumkan, operasional maupun evaluasinya..
So, what R you waiting for?
Let’s join and be part of it!
eMPOWERMENT IS STARTING FROM YOU,
START FROM A LITTLE THINGS,
AND START NOW!
Advertisements

One thought on “Empowerment is Starting from You

  1. Pingback: biostatistik | cungkringgg's

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s