Usia itu Ibarat Deret Hitungkah?

Bismillah,

Fitrah manusia tentunya ingin menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat.

Dalam perjalanannya, menggapainya adalah sebuah episode yang berwarna, ada masa penuh semangat berapi-api, terkadang lelah dan merasa akan menyerah atau berputus asa, di sepersekian detik perjalanannya.

Mengapa itu semua ada?

Ketika hidup mudah ditebak, dan masa depan bukanlah misteri, kita akan hidup tanpa gairah, tanpa harapan dan asa.

Ketika hidup mulai bergerak bak roda dan roller coaster, membuat hidup menjadi lebih bewarna.

Berbagai ujian datang menghampiri lewat kebahagiaan, musibah maupun bentuk-bentuk lain yang mungkin kita anggap bukanlah sesuatu yang penting…

Deretan kisah masa lalu, merupakan fondasi, dan akan kian menguat ketika berulang di masa kini, di hari, dan menjadi keniscayaan ketika tak ada usaha untuk merubahnya..

Deret-deret itu akan menjadi bagian alam bawah sadar yang terus terbawa, jika kita lakukan terus menerus,

It’s ok if it was a great behaviour, but if it was a bad behaviour, will you keep it for a long time?

Ya, falsafah memaknai apapun yang diberikanNya, adalah suatu bekal yang sungguh tak pernah lekang oleh waktu,

BERSYUKUR, atas apapun yang kita miliki saat ini, dan

BERSABAR, atas asa maupun berbagai hal yang mungkin kita rasa belumlah sesuai.

Bersabar dapat ditempuh dengan memperkaya isi pengetahuan, menajamkan ketrampilan dan mendawamkan berbagai doa dan pengharapan kepadaNya…

Bersabarlah, karena sabar itu kunci untuk memperoleh semua pertolonganNya (Jalaludin Rumi)

Apapun yang Anda emban saat ini,

Seberat apapun itu,

Allah swt sesungguhnya menyediakan lebih banyak solusi daripada masalah yang kita hadapi,

hanya saja terkadang, kita tak menyadarinya, kurang peka akan impuls-impuls tsb.

Akibat qalbu yang penuh kerak dan dosa, pendengaran dan penglihatan yang sering digunakan untuk hal-hal yg tak seharusnya, tertutuplah cahayaNya…

Astagfirullah, astagfirullah… Astagfirullah…..

Betapa banyak aktivitas-aktivitas yang melenakan, waktu yang tersia-siakan, ucapan-ucapan yang penuh kebohongan maupun kata-kata tak berguna, dan prasangka buruk…

Sesungguhnya tiada tempat bergantung, berkeluh kesah dan mengharap kecuali padaNya.

Namun terkadang kita lebih sering mengobralnya kepada orang lain lewat media sosial, sms, telpon dsb.

Mungkin itu cara instan untuk sejenak mengurangi rasa sesak, namun sesungguhnya, tiada penawar dahaga selain kembali padaNya…

Deret-deret hitung akan ketidakpastian akan mulai terkikis,

tergantikan optimisme dan pengharapan baru, secara perlahan tapi pasti.

Ketika kita kembali kepada fitrah, bertafakur akan hakikat penciptaan dan tugas apakah yang kita miliki sebenarnya…

Bismillah innallaha ma ana

Tiada kesulitan tanpa kemudahan…

Yuk refleksi diri

@nurlienda

Advertisements

One thought on “Usia itu Ibarat Deret Hitungkah?

  1. Pingback: Sudahkah Kita Menemukan Tujuan Hidup ? | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s