Keluargaku, Surgaku di Dunia

Bismillah…

Keluargaku, Surga di Dunia  adalah visi keluarga yang akan menjadikan kehidupan dalam berkeluarga, bertetangga dan bermasyarakat lebih indah..

Keluargaku adalah keluarga bahagia.

*Sing

Keluarga bahagia lahir dari cinta

Cinta penuh kasih

Kelembutan sepanjang masa

Keluarga bahagia taat pada tuhan

Suka atau duka selalu bersama slamanya

Selalu ada tawa kehangatan cinta

Bersama wujudkan asa, keluarga bahagia

Keluarga bahagia

Jadi pilar bangsa

Cinta kedamaian

Menjunjung citra indonesia

Berbagai bekal diperlukan untuk Baiti Jannati yakni:

1. Keimanan

Keimanan yang kokoh. Keimanan yang menjadi pokok hidup akan membuahkan kesabaran dalam kondisi lapang maupun sempit. Keikhlasan akan mengalir beriringan dan menyejukkan. Menghidupkan kesabaran dan keikhlasan membuat keluarga tak akan kehilangan tujuan visi hidup (untuk beribadah kepadaNya-red). Berbagai terpaan yang menjadi pernak-pernik berkeluarga pun akan membuat lapang hati penghuninya. Inilah bekal terpenting.

2. Pemahaman

Pemahaman lika-liku kehidupan diperlukan. Ibarat perahu yang akan berlayar, pemahaman mengenai perjalanan yang akan dilalui perlu dipahami. Pemahaman2 tersebut bermula dari pemahaman akan keislaman, karena di dalamnya merupakan pedoman kita dalam berpikir, mengambil keputusan dan bertindak. Pemahaman ini akan menjadi kunci ketika kita dihadapkan dengan berbagai kondisi yang bersifat prinsipil, tidak biasa atau hal2 baru. Selain pemahaman mengenai keislaman, pemahaman mengenai karakter penghuni2 keluarga pun perlu dipahami agar kita bisa menempatkan sesuatu sesuai porsinya dan melihat dari seluruh sisi bukan seperti melihat menggunakan kacamata kuda. Pemahaman keluarga mengenai perkembangan dan pendidikan anak pun perlu diupdate. Jangan hanya terkungkung dengan apa yang kita dapat, karena zaman yang dihadapi generasi putra-putri kita akan berbeda dengan zaman kita, seperti masa kini yang begitu banyak perubahan yang perlu disiasati dengan pendekatan dan teknik lain dalam melakukan bimbingan terhadap generasi penerus bangsa.

3. Pengamatan

Pengamatan terhadap teladan merupakan salah satu bekal yang akan membimbing kita mengenai apa yang bisa kita tiru dan dapat ditularkan kepada keluarga. Penentuan teladan dalam keluarga ini akan berpengaruh terhadap keseharian kita. Jangan sampai salah dalam memilihnya. Teladan terbaik sepanjang masa adalah rasulullah saw. yang dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga dan bermasyarakatnya sangatlah harmonis. Role model ini juga akan menjadi sesuatu yang akan kita tiru, sehingga jika yang kita tiru memiliki kebiasaan2 yang baik, maka kita akan lebih mudah dalam mengikutinya.. Pembiasaan akan hal2 baik dari apa yang kita amati disekeliling memilki pengaruh yang nyata. Mari melakukan pembiasaan hal-hal baik setiap harinya, bisa dimulai dengan berempati dengan anak2 yatim, menyisihkan sebagian harta di pagi hari untuk mereka dsb. Namun, berhati-hatilah dalam melakukan pengamatan dan berinteraksi di dalamnya. Jika kita terlalu sering melihat hal-hal yang buruk disekitar kita, apabila itu menimpa kita sering kita anggap sebagai suatu kewajaran… Oleh karenanya, apabila melihat hal-hal yang kurang baik disekitar kita, kita harus siap untuk mengingatkan… Dan kita pun harus siap untuk menerima kritik dan nasehat. Mengontrol diri ketika memberi dan menerima nasehat maupun kritik perlu diperhatikan. Jangan sampai melakukannya dengan cara yang tidak baik. Berniat mengingatkan malah membuka celah permusuhan… Mengontrol sikap, tingkah laku dan pemahaman merupakan hal yang seharusnya dimiliki siapapun dalam keluarga, agar kita bisa harmonis dalam menggapai visi keluarga tentunya.

4. Pengembangan Diri

Pengembangan diri merupakan sarana memperbaiki kualitas seseorang. Kegiatan ini dibutuhkan untuk membangun keluarga berkualitas. Oleh karenanya diperlukan perhatian khusus untuk mengasahnya. Mari mengembangkan segala potensi yang telah allah swt berikan kepada kita. Struktur otak Multitasking para perempuan bisa diasah begitu pula dengan pria. Sehingga keluarga yang terbentuk pun akan berkembang menjadi keluarga berkualitas yang bisa bermanfaat untuk keluarga itu sendiri dan keluarga2 lain di sekitarnya….

Keluargaku, Surga di Dunia

Jikalau saat ini Anda belum berkeluarga, ada 3B biar life-ready ketika saatnya tiba:

1. BELAJAR : Naikan Kapasitas & Kepantasan Diri
2. BERKARYA : Jadilah Produktif, masih lajang pasti lebih bebas untuk

berkarya
3. BERMANFAAT : Pastikan dirimu bermanfaat untuk orang lain, jangan sebaliknya jadi beban. Hitung2 latihan.. Karena setelah menikah kita akan punya tanggung jawab yang berbeda…

Wallahu’alam bishawab, Semoga bermanfaat

Source:

Family Expo II 2012

 

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s