Yuk Jadi Ibu Peduli Gizi

Bismillah… Yuk Menjadi Ibu Peduli GiziIbu adalah madrasah utama bagi anak-anaknya, Pemimpin bagi putra-putrinya dan seorang manajer yang multitasking. Menghidangkan makanan merupakan salah satu rutinitas yang mengasyikan. Tatkala makanan yang disiapkan seorang istri kepada suami dan ibu kepada anak2nya,, dengan penuh ketulusan dan ilmu yang mumpuni tentang makanan yang sehat, insya allah akan menjadi keluarga yang berkualitas. Produktif dan Sehat untuk bermanfaat bagi anggota keluarga dan orang2 di sekitarnya…

Sebenarnya, Apa saja fungsi makanan itu? Yuk jadi ibu peduli gizi, kenali bahan makanan yang sehat

Jika diringkas, terdapat 2 aspek dari fungsi makanan yakni :
1. Sehat
a. Kebutuhan biologis
Tubuh memerlukan bahan2 untuk memenuhi kebutuhannya, memerlukan energi agar dapat berfungsi sebagai mestinya dan maintenance yang didapat dari bahan makanan yang dikonsumsi.
b. Mengaktifkan sistem imun dasar
Makanan juga merupakan pasokan utama untuk pembentukan imunitas tubuh, mensuplai berbagai anti radikal bebas dan berbagai zat yang dibutuhkan untuk melawan serangan berbagai benda asing bagi tubuh.
c. Pertumbuhan optimal
Tubuh secara fitrahnya akan tumbuh, dan makanan merupakan faktor utama dalam pemenuhan kebutuhan tubuh agar dapat tumbuh secara optimal. Indikator pertumbuhan optimal jika balita bisa dilihat dari grafik KMS. Jika sudah dewasa bisa dilihat dari tinggi badan dan kecerdasannya.

Yuk jadi ibu peduli gizi, anak pun cerdas 2. Cerdas

a.  Edukasi Makanan yang disiapkan dirumah akan menjadi role model bagi anak

Jika yang disiapkan adalah makanan yang sehat dan bergizi, maka makanan2 tsb akan menjadi standar makanan mereka dikemudian hari, begitu pula sebaliknya, jika terbiasa menyajikan makanan cepat saji yang miskin zat gizi akan ditiru dan menjadi kebiasaan makan mereka kelak. Bagi balita, makanan yang diberikan sesuai umur akan merangsang perkembangan motorik secara optimal.

b. Belajar mengenal rasa, tekstur, aroma

Makanan yang disajikan memiliki rasa, tekstur, aroma yang berbeda-beda, jika sang Ibu bisa memadupadankan dengan baik dan mengenalkan beranekaragam makanan disaat yang tepat dan menjadi kebiasaan dalam keluarga, ini akan menjadi pijakan kuat anak tidak sulit makan alias memilih makanan/picky eaters. 

c. Perkembangan optimal (baik sisi psikologis maupun non-psikologis)

Makanan yang disajikan memberikan efek terhadap psikologis dan non-psikologis anggot keluarga. Jika disajikan dalam kondisi  makan yang hangat, bersama-sama akan mendukung perkembangan emosi secara optimal. Makan bersama merupakan media komunikasi efektif antar keluarga dengan berbagai kesibukan yang dimiliki anggota keluarga. Sehingga perkembangan dari segi emosional, komunikasi pun bisa diasah secara bersamaan.

Bagaimanakah Syarat Makanan yang Baik itu ?

Syarat makanan yang baik itu memiliki beberapa kriteria yakni:

1.  Bergizi

Mengandung Zat Gizi Makro dan Mikro, Lengkapnya sebagai berikut :

A. Zat Gizi Makro

Dibutuhkan dalam jumlah cukup besar. Komponen zat gizi makro adalah:

a. Karbohidrat sebagai sumber energi utama pada tubuh

b. Protein, yaitu ‘zat pembangun’ diperoleh dari sumber hewani (ikan, daging, telur dan susu) maupun sumber nabati (kacang-kacangan).

c. Lemak juga sumber energi tubuh. Dibagi menjadi lemak ‘baik’(kolesterol HDL) – asam lemak tak jenuh, terdapat pada minyak goreng yang terbuat dari biji-bijian seperti jagung, kacang tanah, kedelai, zaitun dan biji bunga matahari. Sedangkan lemak ‘jahat’ (kolesterol LDL) – asam lemak jenuh dapat diperoleh dari gajih (lemak daging), jeroan, otak, margarin, santan, minyak sawit, minyak kelapa.

B. Zat Gizi Mikro

Walaupun jumlah yang dibutuhkan sedikit namun jangan disepelekan karena berfungsi  sebagai ‘zat pengatur’ dan tidak dapat diproduksi tubuh sendiri, terdiri dari:

a. Vitamin

Vitamin A (wortel), B kompleks (susu dan olahannya pada vitamin B2),  vitamin C (jeruk), vitamin D (kuning telur), vitamin E (kecambah) dan vitamin K (susu).

b. Mineral

Zat besi/Fe (hati, daging), kalsium (susu, ikan teri, tulang), yodium (garam beryodium), magnesium (serealia), zinc (hewan laut), dan phospor (daging ayam). Berbagai mineral lain seperti kalium kaya dalam sayur dan buah. Selain itu, Dikatakan bergizi jika mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas/hari dan serat 20-35 gram/hari (ini bisa diperoleh dari mengkonsumsi 3 porsi sayur dan 3 porsi buah + makanan yang berserat lainnya dari golongan serealia seperti beras, oat, gandum dan kacang2an).

2.  Beranekaragam

Tak ada Satupun Makanan yang Mengandung Zat Gizi yang Lengkap, sehingga makanlah aneka ragam makanan setiap hari, agar saling melengkapi satu sama lainnya…

3.  Seimbang

Segala sesuatu ada takarannya, Dalam ilmu gizi dikenal istilah Piramida Makanan. Yuk jadi ibu peduli gizi, piramida gizi seimbang a. Bahan Makanan Sumber Karbohidrat (3-8 porsi per hari)

Karbohidrat terdiri dari karbohidrat sederhana seperti gula, madu, sirup dan karbohidrat kompleks seperti nasi, mie, pasta, kentang, roti, terigu, ubi, singkong, gandum, oatmeal dsb. Karbohidrat ini fungsinya sebagai sumber tenaga di dalam tubuh.

b. Bahan makanan sumber protein (4-6 porsi per hari)

Protein terbagi 2 yakni hewani dan nabati. Keduanya penting dibutuhkan untuk untuk membangun jaringan tubuh, mengganti sel-sel yang rusak dan juga sebagai bahan pembentukkan antibodi.

c. Bahan makanan sumber vitamin dan mineral (5-8 porsi per hari)

Buah dan Sayur merupakan sumber terbaik. Kuncinya adalah variasi dan beraneka warna 😀 the food color chart, Yuk jadi ibu peduli gizi Fungsi antar antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayur untuk mengatur berbagai reaksi enzim dan metabolisme di dalam tubuh. Seperti seorang polantas/lampu lalu lintas yang bekerja mengatur kendaraan di jalanan.

d. Lemak, Minyak, Gula dan Garam, Gunakanlah sebijak mungkin.

Lemak dan minyak membantu melarutkan vitamin larut lemak seperti vitamin A, D, E, K. Namun penggunaannya perlu diperhatikan. Makanan yang ada saat ini didominasi dengan cara digoreng dan akan menjadi berlebih asupan lemaknya, jika kita mengkonsumsi makanan dengan cara seperti itu. Apalagi jika suka camilan seperti kentang goreng, keripik singkong atau kue-kue dan bolu. Gula dan garam berfungsi untuk memberikan citarasa. Jika minyak, lemak dan gula berlebih akan berkonstribusi dalam penambahan jumlah total energi. Jika kita suka makanan yang berlemak dan digoreng, hati-hati ya… Yuk jadi ibu peduli gizi, bijaklah dalam mengkonsumsi gorengan Perbandingannya, jika kita makan 1 gram makanan sumber karbohidrat dan protein akan menghasilkan 4 kalori sedangkan 1 gram makanan sumber lemak dan minyak akan menghasilkan 9 kalori dan ketagihan 😀   Hm, bagaimana sudah terbayangkah untuk menjadi Ibu Peduli Gizi?

Mari memulai dengan membuat susunan makanannya… Dapat diawali dari membuat diari makanan.. Bisa dimulai dari seminggu hingga sebulan untuk memudahkan dalam melengkapi ketiga persyaratan diatas dan tidak bosan dengan menu itu-itu saja.. Istilah kerennya siklus menu… Bisa mulai 7, 10 hingga 30+1 hari loh.. Yuk Jadi Ibu Peduli Gizi Ibu bisa menjadi kaya imajinasi dan kreasi dalam memasak 😀 Bagaimana dengan Pengalaman Bunda?

IBU Peduli Gizi merupakan kunci untuk Generasi yang Lebih Baik….

Semoga bermanfaat, Wallahu’alam bishawab…     Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s