Tepat berbuka agar Tegap Ibadah

Bismillah…

Berbuka adalah salah satu aktivitas yang dinanti sahabat yang tengah berpuasa… Berbuka, merupakan simbol adanya harapan di setiap aktivitas yang dilewati, teriknya sinar matahari, perut keroncongan dsb. Setelah seharian kita menahan lapar dan dahaga, momen berbuka menjadi momen yang berharga. Mengisi kembali perut yang kosong seharian dengan berbagai hidangan yang telah disajikan. Banyak hidangan yang berkaitan erat dengan aktivitas berbuka puasa, contohnya kolak pisang, kurma, es kelapa muda, kolang-kaling, es campur. Tapi, apakah semua hidangan itu benar-benar cocok untuk sajian berbuka yang sehat? Bagaimana sebaiknya kita berbuka agar tetap sehat tanpa mengesampingkan kebutuhan ibadah lainnya?Slogan “berbukalah dengan yang manis”

Istilah yang tak asing di telinga kita… Entah menyadur dari hadits atau jurnal, istilah ini sangat populer dan kerap dihubungkan dengan hidangan buka puasa saat bulan Ramadan. Ada beberapa yang mengatakan bahwa ini adalah sunnah Nabi, padahal hadits yang sebenarnya tidak pernah mengungkit-ungkit ke-manis-an dalam berbuka. But wait, sebelum makan atau minum… Jangan lupa doa berbuka puasa seperti yang diriwayatkan HR Abu Dawud:

“Rasulullah pernah berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka beliau memakan tamr (kurma kering) dan kalau tidak ada tamr, maka beliau meminum air, seteguk demi seteguk.” (Hadits Riwayat Ahmad (3/163), Abu Dawud (2/306), Ibnu Khuzaimah (3/277,278), Tirmidzi 93/70) dengan dua jalan dari Anas, sanadnya shahih).

See? Dalam hadits di atas tidak ada kata-kata “manis” sama sekali (kita memang sudah termakan iklan, bung!). Nah, sekarang kita lihat hadits di atas, Rasulullah saw mencontohkan berbuka puasa dengan ruthab (kurma segar) atau tamr (kurma kering), dan jika tak ada keduanya, cukup dengan air.

Berarti sunnahnya berbuka dengan kurma ya? Eits, tunggu dulu… tolong itu ditandai bahwa kurma yang dianjurkan adalah kurma segar atau kurma kering, dan yang banyak beredar di Indonesia dan sering kita konsumsi adalah manisan kurma! “Jadiii, selama iniiii….!” Yup, selama ini yang kita makan bukanlah kurma sesuai sunnah, “aaahh… Tapi kan sama aja kurma”, beda banget! Manisan ya manisan, Buah segar ya buah segar. Dari penampakan fisiknya saja sudah berbeda, Yuk simak perbedaannya di Foto ini :

Jenis Kurma Segar, Yuk Tepat Berbuka agar Tegap Beribadah

Sumber Foto : http://www.google.com

Intinya Ruthab dan Tamr itu sama, hanya saja tamr adalah ruthab yang telah dikeringkan.Nah, kalo yang banyak dijual di Indonesia itu adalah manisan kurma yang telah diberi banyak gula sebagai pengawet. Memang sama-sama kurma, tapi efek yang diberikan kepada tubuh kita sangat berbeda. Kurma segar adalah buah dengan karbohidrat kompleks yang memiliki nilai indeks glikemik rendah sehingga tidak akan meningkatkan gula darah secara cepat. Ini penting agar tubuh tidak ‘kaget’ dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Lain halnya dengan manisan kurma yang kandungan gulanya sangat tinggi, dimana gula adalah karbohidrat sederhana dengan nilai indeks glikemik yang tinggi. Saat kita mengasup makanan dengan nilai indeks glikemik tinggi tubuh akan merespon dengan mengeluarkan insulin secara signifikan untuk mengolah “gula” tersebut menjadi energi, bahayanya, jika kita tidak kemudian menggunakan energi tersebut, bisa-bisa”gula” akan ditimbun sebagai lemak. Bayangkan jika kebiasaan ini terus menerus dilakukan selama 30 hari, how are your body shape gonna be? Efek lain dari berbuka dengan yang manis adalah rasa kantuk saat melaksanakan sholat tarawih (selain karena kekenyangan) karena lonjakan gula darah yang terlalu pesat. Nah, alasan diatas jadi dasar untuk tidak memulai berbuka puasa dengan yang manis, apapun itu, sirup, teh manis, es campur, sop buah, kolak dsb.

Lha, terus saya harus membuka puasa dengan apa dong? Jikalau memang tidak ada kurma, bisa kok diganti dengan buah-buahan segar, sumber karbohidrat kompleks dan tidak akan menaikkan gula darah secara signifikan, contohnya dengan semangka, apel, atau buah lainnya. “Tapi gak dapet sunnahnya dong”, ya kalo mau dapet sunnahnya buahnya dimakan belakangan, setelah minum air putih, tidak sulitkan…

  • Balas dendam seharian karena gak makan!

How old are you? hari gini masih bales dendam? Katanya “Keep calm and bla bla bla”, masak berbuka gapake kalem? 😀 . Kalo disimak lagi di hadist di atas, bahkan untuk meminum air untuk berbuka pun, Rasulullah mencontohkan untuk meminumnya seteguk demi seteguk, gak langsung sekali sedot (kita ini manusia, bukan mangga gelonggong). Nah, minum saja bertahap dan pelan-pelan, apalagi makan. Oleh karena itu dianjurkan untuk berbuka secara bertahap. Kami menganjurkan untuk mengawali berbuka dengan air putih dan/atau ta`jil lalu dilanjutkan dengan sholat maghrib dan barulah menyantap makanan berat.

Saat makan makanan beratpun jangan kalap dengan mengambil semua hidangan, ambil seperlunya, ingat kita masih harus melaksanakan sholat Isya’ dan tarawih untuk sunnahnya. Makan secara perlahan, kunyah dengan benar, sistem pencernaan yang telah beristirahat selama sehari jangan tiba-tiba dibombardir dengan makanan yang banyak dan tak dikunyah dengan baik, kasian tubuhmu, Sob.

  • Tetap ada porsi untuk sayur

Sayur ini akan membuat kita merasa kenyang lebih lama tanpa melonjakkan gula darah dengan cepat. Asupan mineral dan vitamin juga masih sangat dibutuhkan oleh tubuh kita lho. Jadi tetap porsikan sayur di wadah makanmu, jika memungkinkan setengah dari porsi makanan pokok untuk sahabat yang mengalami kelebihan berat badan 🙂

  • Jangan makan daging setiap hari

Terkadang daging menjadi menu wajib ketika berbuka… Daging oke, proteinnya kita butuh, sangat, tapi jangan tiap hari juga. Ingat bahwa daging juga dapat memacu peningkatan kolesterol tubuh. Gak mau kan kalo saat berpisah dengan Ramadan, kita malah bertemu dengan kolesterol tinggi. Selain masalah dagingnya, biasanya kita mengolahnya menjadi kare dan sebangsanya yang menjadikan makanan tersebut tinggi lemak. Wow! Batasi asupan daging maksimal 3 kali per minggu (ini sudah banyak, sobs). Nabi juga menganjurkan demikian lho:

“Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dari Aisyah ra, dia mengatakan bahwa bagian lengan atas adalah daging yang paling disukai Nabi. Namun beliau tidak memakan daging setiap hari. Maka yang tersisa ditangguhkan untuk keesokan harinya.”

  • Air putih

Berbuka dan setelahnya pun tetap harus dicukupi dengan air putih sebagai sumber utama cairan kita. Meminum air putih dapat dilakukan saat mengawali berbuka puasa, setelah berbuka, setelah pulang tarawih dan 1 jam sebelum tidur. Jika dibuat demikian minimal kita sudah minum 5-7 gelas saat berbuka, dan 2 gelas saat sahur, minimal 8 gelas/harinya tetap terpenuhi agar tidak dehidrasi.

  • Olahraga sebelum berbuka

Olahraga tetap dibutuhkan saat berpuasa, olahraga ringan dapat dilakukan saat matahari belum terbit atau sebelum berbuka. Tujuannya tak lain adalah agar kita tetap sehat, metabolisme tubuh lancar dan puasa tetap sehat. Durasi berolahraga ringan seperti joggging, bersepeda, badminton, dsb bisa dilakukan 15-30 menit. Yang penting teratur… Jangan sekali seminggu tapi durasinya langsung 1-1.5 jam.. Ntar malah kebobolan lagi puasanya….

Kapan waktu berolahraganya? Waktu paling tepat untuk berolahraga adalah setengah atau 1 jam sebelum tiba waktu berbuka. Karena di waktu tsb kita tidak akan menunggu terlalu lama untuk mengisi kembali cairan tubuh yang sudah terbuang melalui keringat ketika berolahraga.

Khusus untuk para atlet pembalap, menurut Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK, Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, DR. Dr. Zaenal Abidin, DSM, Internist, Sp.GK, waktu  latihan fisik untuk menjaga agar sistem kardiovaskular atau sistem peredaran darah bagus adalahsore hari antara pukul 16.30 hingga 17.30 dengan durasi 45 menit. Latihan ini hanya membakar lemak, sementara latihan inti seperti speed-riding akan membakar karbohidrat yang jumlahnya terbatas saat berpuasa. Jika karbohidrat menurun akan menimbulkan keletihan. Namun jika memang latihan inti seperti speed-riding sangat dibutuhkan, para pembalap bisa mengambil waktu setelah mengerjakan sholat tarawih.

Wallahu’alam bishawab… Semoga bermanfaat

@nurlienda

Referensi:

Kiswatul Hidayah dengan berbagai perubahan

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s