Anemia?

Bismillah…

fatigue

Pasti Anda semua sudah mengenal istilah 5 L yakni Lelah, Letih, Lemah, Lesu dan Lunglai yang sebelumnya populer lewat iklan. Waspadailah bila badan terasa lemas, lesu, wajah pucat (kulit, bibir, lidah, kuku dan kelopak dalam mata), sering mengantuk pada siang hari, mudah letih, pusing, sulit berkonsentrasi, sesak nafas (terutama setelah melakukan kegiatan fisik berlebihan), dan denyut jantung cepat. Itu merupakah gejala- gejala dari gangguan kurang darah atau biasa dikenal dengan anemia, yang seringkali kita anggap sebagai gangguan biasa akibat kelelahan bekerja.

Symptoms of Anemia

Anemia?

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh dan yang patut disayangkan, anemia ini akrab dengan wanita dan anak – anak. Penyebabnya beraneka ragam mulai dari malnutrisi, kurang zat besi dalam diet, malabsorbsi, kehilangan darah yang banyak akibat kecelakaan maupun persalinan, akibat penyakit kronik tertentu (TBC, paru – paru, cacing, usus, malaria) dan infeksi. Bisa juga dikarenakan penyakit misalnya sering mimisan, pendarahan tukak lambung, menstruasi berat, wasir berdarah, dan gangguan produksi Hb karena faktor keturunan. Selain itu karena kelainan genetik seperti thalasemia dan sideroblastosis.

anemia

Anemia is caused by a deficiency in the intake and absorption elements required to make red blood cells. The condition is defined as one in which the blood is deficient in red blood cells, in hemoglobin , or in total volume. This results in blood that is incapable of meeting the oxygen needs of the body’s tissues. Anemia is characterized by changes in the size and color of red blood cells. Red blood cells, or erythrocytes, are primarily responsible for oxygen transport from the lungs to the body’s many cells. Hemoglobin is an oxygen-carrying protein in the red blood cell that incorporates iron into its structure. Therefore, iron is an essential building block of blood erythrocytes. When red blood cells are larger than normal, the anemia is termed macrocytic, and when they are smaller than normal, it is called microcytic. Normal red cell color is termed normochromic, and if the red cells appear pale, the anemia is called hypochromic. When extensive lab testing is not available for diagnosis, the use of a portable colorimeter can be used to detect anemia.

anemia kekurangan Hemoglobin

(Anemia disebabkan oleh berkurangnya tingkat protein pada sel darah merah yang mengandung hemoglobin (Hb). Substansi ini bertugas membawa oksigen ke otak dan ke organ-organ tubuh lainnya. Dengan berkurangnya hemoglobin, akan membuat kemampuan untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang. Inilah yang menyebabkan kapasitas dan kinerja seseorang yang menderita penyakit anemia menjadi berkurang)

Sebenarnya penyakit anemia terdiri dari berbagai jenis. Namun anemia yang paling sering terjadi adalah jenis anemia gizi. Anemia gizi ini disebabkan oleh kurangnya zat besi, vitamin B6, B12, dan vitamin C dalam asupan gizi dari makanan sehari-hari yang dibutuhkan oleh seseorang.

Vitamin B6 Sumber Vitamin B6 atau folat

Vitamin B12

Sumber Vitamin B12

vitamin c

 

Sumber Vitamin C.

Sedangkan jenis-jenis Anemia lain dan penyebabnya bisa dilihat pada tabel berikut:

types and causes of anemia

Salah satunya yang akan kita bahas kali ini adalah anemia defisiensi (kekurangan) zat besi.

Kekurangan zat besi merupakan salah satu masalah kekurangan gizi di negara berkembang.

Batas normal kadar hemoglobin, menurut WHO sebagai berikut :
–    Anak umur 6 bulan s/d 6 tahun 11 g/100 ml
–    Anak umur 6 tahun s/d 14 tahun 12 g/100 ml
–    Dewasa laki-laki 13 g/100 ml
–    Dewasa wanita 12 g/100 ml
–    Wanita hamil 11 g/100 ml.

Zat besi adalah mineral yang merupakan bagian dari hemoglobin dari sel darah merah. Selain itu juga merupakan bagian dari myoglobin yang menyediakan oksigen untuk otot tubuh kita. Jadi kalau cadangan besi dalam tubuh kita kurang, maka kita tidak akan mendapat cukup oksigen untuk sel-sel tubuh. Dan terjadilah keadaan yang disebut anemia yang membuat tubuh lelah. Sebenarnya masalah utama kekurangan zat besi adalah ketidakcukupan zat besi yang dimakan karena terlalu banyak memakan makanan yang telah diproses. Untuk diketahui bahwa pada keadaan normal hanya 10% zat besi dalam makanan yang akan diserap dan pada keadaan defisiensi tubuh akan beradaptasi dengan meningkatkan penyerapan zat besi ini. Adapun kebutuhan zat besi untuk laki-laki dan wanita post menopause adalah hanya 10 mg/hari sedangkan pada wanita premenopause 15 mg/hari.

Vegetarian memerlukan zat besi yang lebih banyak dalam dietnya dibanding nonvegetarian karena zat besi dalam makanan nabati (zat besi nonheme) tidak dapat diserap dengan baik seperti dalam daging (zat besi heme).  Ada 2 hal yang perlu kita ingat berkaitan dengan kecukupan zat besi ini:

1. Pilihlah makanan yang kaya dengan zat besi dan makanlah secara teratur.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memakan “5 sehari” yaitu memakan 5 porsi sayur atau buah. Usahakan memakan makanan yang kaya zat besi seperti: roti utuh, cereal, kacang-kacangan, biji-bijian, sayur yang berdaun hijau, beberapa buah yang dikeringkan

2. Banyaklah memakan makanan yang kaya vitamin C seperti buah dan sayur.

Bila seorang vegetarian memakan makanan yang kaya vitamin C bersama makanannya, maka akan meningkatkan penyerapan vitamin C hingga 20 kali. Apa saja makanan yang dimaksud? Brokoli, Brussel sprouts, kol, bunga kol, lemon, paprika, melon, kiwi, pepaya, kentang, stroberi dan tomat. Selain itu dengan menggunakan alat masak dari besi akan membantu meningkatkan jumlah zat besi dalam makanan apalagi bila dipakai untuk memasak makanan  yang bersifat asam seperti tomat.

Penghambat yang perlu dihindari

Beberapa makanan dapat menghambat kemampuan tubuh menyerap zat besi. Salah satunya adalah tanin/asam tannat yang terdapat dalam teh, kopi dan cokelat.  Jadi tradisi meminum teh sehabis makan sebenarnya sangat merugikan dan dapat menimbulkan defisiensi zat besi. Idealnya teh diminum minimal 1 jam sebelum makan. Selain itu fitat dalam padi-padian, kalsium dalam susu, dan kopi dapat menurunkan zat besi yang bisa diserap tubuh. Jadi bila kita memakan makanan yang bervariasi maka pendukung dan penghambat zat besi ini akan saling menetralkan satu sama lain. Dan yang perlu diingat adalah tubuh kita akan menyesuaikan diri dengan kebutuhannya. Jadi bila kebutuhan meningkat, maka tubuh akan meningkatkan penyerapan zat besi dalam makanan dan demikian juga sebaliknya.

Ingatlah jangan terlalu banyak

Kenyataan bahwa zat besi nonheme yang agak sulit diserap sebenarnya justru menguntungkan bagi kita karena zat besi yang terlalu mudah diserap seperti dalam daging justru akan menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan hemochromatosis, yaitu suatu keadaan di mana tubuh menyimpan terlalu banyak zat besi dan hal ini ternyata meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Pada wanita yang mendapat haid sebenarnya justru menguntungkan karena terjadi pembuangan zat besi sehingga resiko PJK lebih rendah. Sedangkan pada kaum pria tidak terjadi pembuangan zat besi ini. Oleh karena itu sangat dianjurkan mendonorkan darah sehingga tidak terjadi penimbunan zat besi yang berlebih. Donor darah yang teratur setiap 3-6 bulan sekali adalah kegiatan yang sangat mulia dan baik karena selain menolong orang lain juga menolong diri kita sendiri.

Beberapa zat dalam makanan seperti lemak nabati dan hewani serta zat besi dapat memicu terjadinya radikal bebas yang akan merusak sel dalam tubuh. Jadi bila kita banyak memakan zat besi heme maka kolesterol akan teroksidasi dan mengendap di pembuluh darah dan menimbulkan atherosklerosis ( pengerasan pembuluh darah ) dan inilah cikal bakal terjadinya penyakit jantung koroner. Selain itu juga banyak penyakit modern yang tidak terlepas dari radikal bebas ini seperti kanker, katarak, rematik dll.

Sedangkan zat besi nonheme yang terdapat pada tumbuhan agak sulit diserap sehingga tubuh tidak akan sampai kelebihan dan menimbulkan radikal bebas apalagi antioxidant yang terdapat di dalamnya akan melindungi sel tubuh kita. Jadi jika seorang vegetarian yang rajin mengkonsumsi makanan yang alamiah dan kurangi makanan yang diproses maka Kita akan jauh lebih sehat dan awet dibanding teman yang tidak bervegetarian.

vegan iron source

Selain memanfaatkan suplemen, penyembuhan anemia juga dapat dibantu dengan mengonsumsi menu makanan  sehat dengan kadar zat besi dan variasi vitamin yang terpenuhi kebutuhannya. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menggunakan prinsip gizi seimbang pada pola makan sehari-hari. Usahakan untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi dari berbagai makanan yang memiliki banyak kandungan karbohidrat, lemak dan protein, vitamin dan mineral.

refrigerator food

Berikut ini adalah contoh menu makanan sehat yang seimbang :

1. Pukul 06.00 Sarapan pagi dengan roti isi selai kacang atau keju, satu buah segar dilengkapi dengan segelas susu.
2. Pukul 09.00 Telur rebus dan buah segar atau kacang2an
3. Pukul 12.00 Makan siang dengan menu nasi putih yang dilengkapi dengan daging atau empal, hati ayam, dan tambahan sayuran seperti buncis, wortel dan tahu. Makan buah untuk menu penutup makan siang anda.
4. Pukul 15.00 Makanlah snack kaya zat besi seperti bubur kacang hijau untuk kudapan dan buah-buahan.
5. Pukul 19.00 Makan malam dengan nasi putih, sayur bayam, tempe, ayam goreng kecap, dan tahu.
6. Pukul 21.00 Apel merah dengan susu skim.

Semoga bermanfaat 😀

 

Sumber:

Majalah info vegetarian dengan berbagai perubahan

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s