Bercengkrama dalam Kesibukan

Bismillah…

Ingatlah sibukkan waktumu dengan kebaikan karena kelonggaran akan membunuhmu…

Jangan egois!

Terkadang kita terlenakan dengan kesibukan yang tiada akhir…

Sibuk dengan berbagai pekerjaan dan rutinitas…

Bahkan terkadang bercengkrama denganNya seperti dalam shalat dan membaca al-quran di sisa waktu…

#Astagfirullah….

bercengkrama dalam kesibukan

Saat ini, berbagai kemudahan bisa kita peroleh, kehadiran fasilitas seperti gadget, open source, komunitas dsb memungkinkan kita untuk beraktivitas lebih efektif dan efisien.

Namun, Sudah maksimalkah kita bercengkrama denganNya?

Berbagai komunitas kebaikan bertebaran…

Mulai dari tahajud call, 1 day 1 Juz (ODOJ), 1 Day 1 Line dll.

Tapi, pernahkah berfikir untuk menghafal al-quran?

Saya berkeinginan untuk Menghafal Al-Qur’an 1 Bulan 1/2 Juz..

Mulai dari juz 30 yang sejak kecil dicicil, tapi hingga saat ini belum purna jua hafalannya #astagfirullah…

Saya menemukan sebuah kilasan dari buku dibawah ini :

orang sibuk pun bisa menghafal alquran

Keistimewaan-Keistimewaan Program yang Ditawarkan adalah tidak memerlukan banyak waktu serta menjamin Anda hafal Al-Qur’an dalam 30 bulan atau dua setengah tahun.

Adapun Prinsip-Prinsip Program menghafal al-qur’annya :
a. Satu bulan dibagi menjadi dua waktu: 20 hari untuk menghafal dan 10 hari untuk muraja’ah (mengulang hafalan).
b. Dalam 1 hari Anda hanya menghafal 1 halaman.
c. Hafalan harian dibagi dalam 5 waktu berdasarkan shalat 5 waktu.
d. Pada masing-masing waktu tersebut, Anda hanya menghafal 3 baris saja.

Cara Menghafal Al-Qur’an:
1. Bangunlah minimal 10 menit sebelum shalat Subuh.
2. Hafalkan 3 baris pertama. Ini memerlukan waktu 5-10 menit.
3. Bacalah 3 baris hafalan Anda dalam 3 shalat sunnah, yaitu shalat sunnah subuh (di rumah), tahiyatul masjid dan Dhuha.
4. Selama rentang waktu antara shalat Subuh dan Zhuhur, usahakan untuk mengulang hafalan tersebut minimal 5 kali.
5. Sepuluh menit sebelum shalat Zhuhur, hafalkan 3 baris kedua.
6. Bacalah 3 baris hafalan baru ini dalam 2 shalat sunnah: sunnah qabliyah dan ba’diyah Zhuhur.
7. Ulangi cara yang sama untuk menghafal pada shalat Ashar, Magrib dan Isya’. Jadi, Anda akan hafal 1 halaman saat shalat isya’.
8. Sebelum tidur, bacalah 1 halaman penuh dalam shalat sunnah. Setelah itu, kerjakan shalat witir, dan silakan Anda tidur dengan merasakan ridha Allah.
9. Dalam waktu 20 hari, Anda harus sudah bisa mengkhatamkan juz pertama, dengan izin Allah.
10. Dalam sepuluh hari tersisa, Anda harus mengulang hafalan. Bacalah hafalan Anda dalam shalat malam jika Allah memberi Anda kemudahan untuk itu. Selanjutnya mulailah juz baru seiring pergantian bulan.

Orang Sibuk Pun Bisa Hafal Al-Qur’an halaman 106-108

Beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, sebagai berikut :

Langkah Pertama, Hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja

Dengan niat ikhlas, maka Allah swt akan membantu dan menjauhkan Anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain.

Langkah Kedua, Melakukan Sholat Hajat, memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam menghafal Al Qur’an

Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masing-masing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى

“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “

Langkah Ketiga, Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an

Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdo’a seperti ini :

اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .

“Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih “.

Langkah Keempat, Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an

Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :

Metode Pertama, Menghafal per satu halaman (menggunakan Mushaf Madinah).

Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman-halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.

Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.

Metode Kedua, Menghafal per ayat.

Membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama.

Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb (bagian) :

  1. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’
  2. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah
  3. Surat Yunus sampai Surat An Nahl
  4. Surat Al Isra’ sampai Al Furqan
  5. Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin
  6. Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat
  7. Surat Qaf sampai Surat An Nas

Bisa juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.

Bersambung…

@nurlienda

Advertisements

One thought on “Bercengkrama dalam Kesibukan

  1. Pingback: Bercengkrama dalam Kesibukan Bagian 2 | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s