Konsep dan Teknis Aqil Baligh < 15 Tahun

Bismillah…

“Tahapan remaja bukanlah bagian dari masa pertumbuhan manusia melainkan produk kebudayaan”,- by Adriano Rusfi

Konsep Aqil Baligh

Bagaimana caranya agar konsep remaja kembali kepada PEMUDA ?

Jika anak kita telah berusia tujuh tahun ke atas, lakukanlah hal ini :

PERTAMA, jangan menganggap periode remaja sebagai keniscayaan, karena remaja adalah produk kebudayaan

KEDUA, didiklah anak-anak kita menjadi dewasa, bukan setengah dewasa

KETIGA, didik mereka untuk bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Gunakan pendekatan consequential learning

KEEMPAT, libatkan mereka dengan permasalahan hidup. Jangan sterilkan mereka dari hidup dan perjuangannya.

KELIMA, besarkan mereka di tengah realitas. Sesungguhnya iman itu harus diuji di tengah realitas

KEENAM, didik mereka belajar untuk mencari nafkah, walaupun hanya untuk sekadar untuk menambah uang jajan

KETUJUH, ajari mereka untuk berorganisasi, berempati terhadap problematika sosial, dan berpikir untuk menemukan solusinya

‪#‎AqilBaligh‬

Aqil Baligh < 15 tahun

 

Wallahu’alam…

Winda Maya Frestikawati

Diskusi mingguan di group Home Education berbasis Potensi dan Akhlak kali ini membahas tentang pendidikan agil baligh untuk usia 15 tahun ke atas. Digawangi langsung oleh Subject Matter Expert (SME) tetap kami yaitu Bapak Harry Santosa (founder MLC sekaligus praktisi HE sejak 1994) dan Bunda Septi Peni Wulandani (founder IIP sekaligus praktisi HE sejak 1996) membuat diskusi ini sangat sarat ilmu pendidikan.

Usia 15 tahun ke atas ini anak-anak kita sudah bukan anak-anak lagi, karena mereka sudah masuk aqil baligh, Insya Allah. Anak-anak ini  sudah menjadi individu yang sama dengan orangtuanya. Sama-sama memiliki tanggung jawab sosial dan memikul kewajiban syariah selaku individu aqil baligh. Di usia ini hubungan kita dengan anak-anak harus bisa menjadi sahabat. Tidak boleh terlalu ikut campur tangan urusan mereka, arena kita pun juga tidak terlalu suka jika orang lain ikut campur urusan kita.

Prinsipnya “apa yang kita tidak suka orang lain perlakukan kepada diri kita, maka…

View original post 581 more words

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s