NgASI dan Solusi

Bismillah…

ASI adalah fitrah seorang ibu yang sudah melahirkan.

Namun demikian memberikan asi alias ngASI, bukanlah hal yang instan…

Perlu proses dan kesungguhan dalam melakoninya…

Nah, bagaimana cara ngASI yang menyenangkan ditengah lika-likunya yang dinamis?

Air susu ibu disebut dengan ASI adalah makanan dan minuman terbaik bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun.

ASI merupakan ungkapan kasih sayang Allah swt sekaligus anugrah yang luar biasa…

Setiap bayi yang baru lahir ke muka bumi ini memiliki hak untuk mendapatkan ASI, karena ASI adalah cairan tanpa tanding ciptaan Allah swt. ASI mampu penuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi berbagai penyakit infeksi.

Namun demikian, mengapa beberapa orang tua yang tidak memberikan ASI kepada bayinya dan malah memberi minuman / makanan lain seperti susu formula, air putih, madu, air gula, dll ?

Hal ini dipaparkan dalam Laporan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2010 yang menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan hanya ASI kepada bayinya sampai usia 5 bulan yaitu hanya 15,30%. Tentu hasil ini sangat memprihatinkan. Ibu-ibu telah memberikan makanan atau minuman selain ASI kepada bayinya yang belum waktunya. Padahal dalam Al-Qur’an (QS, Al Baqarah, 2:233) disebutkan bahwa :

“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dengan menerbitkan PP No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif,  dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. Keberadaan peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif kepada bayi.

Mengapa ASI tidak menjadi pilihan utama ? 

Beberapa alasan yang dikemukakan oleh ibu-ibu yang telah memberikan makanan/minuman selain ASI yaitu karena produksi ASI kurang, ASI tidak keluar, iklan susu formula yang gencar dan menyebutkan produknya bisa meningkatkan kecerdasan bayi, Ibu sibuk bekerja, pertimbangan perubahan bentuk payudara (takut payudaranya turun dan kendor), mengalami lecet dan infeksi pada puting, perubahan gaya hidup dan pola tidur, kurangnya dukungan dari petugas kesehatan yang dianggap paling bertanggung jawab dalam keberhasilan penggalakan ASI, pihak keluarga (orang tua, nenek atau Ibu mertua) yang mendesak ibu untuk memberikan susu tambahan yakni susu formula.

Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI ?

Ibu yang menderita Hepatitis B, AIDS, kanker, tuberculosis, penyakit jantung (kategori berat), dan gangguan hormon. Upaya ini dilakukan karena dikhawatirkan tindakan pengobatan yang sedang dialami ibu dapat menular dan menganggu kesehatan bayi.

Lutter (2000) menyebutkan determinant of breastfeeding behavior yang utama adalah pilihan ibu untuk menyusui dan kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk memberikan ASI yaiut ibu dan anak. Untuk itu, perhatian  kepada ibu sangatlah penting. Kita perlu mendorong kepada ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif dan didukung oleh pihak keluarga terdekat seperti suami, maupun orangtua Ibu.

Apa yang harus dilakukan agar ibu-ibu memilih ngASI ?

Memberikan edukasi dan menyadarkan ibu tentang Pentingnya pemberian ASI dengan memberi contoh yang riil. Memberikan ASI sangat bermanfaat untuk ibu dan bayinya. Misalkan menghadirkan tokoh masyarakat dan artis terkenal yang sukses dalam memberikan ASI Eksklusif sebagai duta ASI. Artis dipilih sebagai duta ASI dengan pertimbangan bahwa mereka ini memiliki banyak penggemar dan memiliki pengaruh yang kuat di seluruh Indonesia, dan kebanyakan ibu-ibu mengidolakan anak-anaknya dapat menjadi anak yang cantik/gagah, pintar, cerdas seperti artis idolanya.

ngASI dan Solusi

Sebagai Duta ASI, diharapkan mereka dapat mendukung pencapaian Target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) bagi Indonesia khususnya tujuan ke 4 yaitu Menurunkan Angka Kematian Anak. Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Dr. Utami Roesli, Sp.A. MBA, IBCLC mengatakan hampir 9 juta anak setiap tahunnya, lebih dari 24.000 anak setiap hari di dunia terengut nyawanya sebelum menginjak usia 5 tahun. Dua di antaranya meninggal di hari kelahiran. Menurut dr. Utami, salah satu pencapaian MDGs 2015 adalah pemberian ASI. Terdapat hubungan antara pencapaian MDGs dengan masa keemasan anak. Pada masa keemasan anak, makanan adalah hal utama. Menurutnya ada 4 hal untuk pencapaian MDGs:

Pertama adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) minimal 2 jam dengan melakukan gabung rawat.

Kedua, pemberian ASI eksklusif.

Ketiga, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dari makanan lokal.

Keempat, pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun.

Penunjukan artis sebagai Duta ASI dapat menjadi agent of changes dan motivator kepada para ibu agar timbul kemauan dan kesadaran untuk memberikan ASI secara eksklusif. Selain itu, media elektronik dan media sosial pun memiliki peran yang besar terhadap penyampaian pesan mengenai Pemberian ASI Eksklusif dan ASI secara utuh. Oleh karenanya regulasi iklan susu formula, penayangan iklan edukasi penting dilakukan pada jam-jam yang banyak ditonton atau dikenal dengan istilah primetime. 

Berikut sebagian dari iklan ASI yang perlu digencarkan penayangannya:

#ASI Eksklusif

#ASI dan MPASI

#AyahASI

#ASI dan Bahaya Susu Formula

Semoga Para Ibu makin gencar dan bersemangat ngASI eksklusif hingga memberi ASI sampai bayi berusia 2 tahun.

Semoga bermanfaat…

 

Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda

 

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s