Baby Check, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat

Bismillah…

Bayi seiring bertambahnya waktu akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.

Namun, bagaimana cara mengetahui kesehatan bayi?

Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan melihat perkembangan berat badan.

Berat Badan Saat Usia Bayi 2 minggu minimal HARUS SAMA dengan Berat Badan Lahir (BBL) loh… 

Walaupun tenaga kesehatan berpesan untuk timbang bayi dan check up saat bayi berusia 1 bulan, Sebaiknya Bunda dan Ayah lebih proaktif memastikan bahwa kondisi bayi baik terutama pertumbuhan berat badannya baik dan kesehatan bayi baik. Karena hakikatnya Bunda dan Ayahlah yang menjadi dokter anak, yang pertama dan utama di rumah, tenaga kesehatan tidak setiap hari bersama bayi dan menilai keadaan bayi. Bila Bunda memiliki masalah menyusui, tanda-tanda kecukupan ASI/MPASI tidak tercukupi atau bayi menunjukkan gejala-gejala penyakit, ya segeralah periksa ke dokter, tidak perlu menunggu hingga 1 bulan seperti saran dokter pada konsultasi sebelumnya.

Hm, alangkah baiknya kita perhatikan ilustrasi berikut:

Baby Check, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat

 

Pertumbuhan dan perkembangan bayi bisa kita pantau melalui berat badannya, sebagai salah satu indikator termudah yang Bunda bisa lakukan. Mari cek Lajur Pertumbuhan Bayi dan anak kita di Kartu Menuju Sehat (KMS). Apabila laju pertumbuhannya seperti gambar diatas, hati-hati, laju pertumbuhannya tidak baik hingga bisa mengakibatkan Gagal Tumbuh (Failure To Thrive/FTT). Janganlah patah hati bila putra/i Bunda mengalaminya. Karena Bunda bisa memperbaikinya, dengan cara Bunda perlu edukasi lebih lanjut mengenai cara pemberian ASI, memerah ASI hingga pemberian pendamping ASI (PASI) dan jangan hanya mengandalkan apa kata tenaga kesehatan saja. Harap diingat, Ayah dan Bunda perlu proaktif dalam hal ini.

Jadi bila dilihat pada gambar diatas berat badan bayi ini, saat berusia satu bulanan tidak naik alias sama dengan Berat Badan Lahir !
Padahal, seharusnya saat bayi berusia 10 hingga maksimal 14 hari, berat badannya MINIMAL SAMA dengan Berat Badan Lahir. Penurunan berat badan bayi hingga 7% (rata-rata 5.7% – 6.6%) dari Berat Badan Lahir hingga hari ketiga pasca kelahiran masih dapat ditolerasi kecuali bila ada tanda-tanda red flag lain yang perlu segera ditindak lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Bila setelah hari keempat berat badan bayi terus menurun, ini adalah warning sign/red flag ada hal yang perlu segera dievaluasi sehingga tidak menunggu sampai bayi gagal tumbuh.

Jadi tolong ya, para Ayah ‪#‎ASI‬, para Bunda yang baru melahirkan itu perlu dibantu, hal-hal cerewet mengenai pertumbuhan berat badan bayi bisa diambil alih oleh Ayah. Sehingga pengukuran berat badan untuk mengetahui pertumbuhan berat badan bayi (dan ukur juga panjang badan serta lingkar kepala) adalah alat utama dalam menilai kecukupan asupan bayi dan proses menyusui. Dengan mengetahui pertumbuhan bayi, maka kekurangan asupan atau kebalikannya pemberian PASI (Pengganti ASI seperti susu formula, air tajin, madu, air putih) yang tidak perlu dapat dicegah.

Saat bayi berusia 1 bulan, diharapkan berat badan bayi naik sekitar 25-30 gr per hari atau 170-250 gram per minggu dan bertambah panjang badannya sekitar 2,54 – 3,81 cm selama bulan pertama.

Adakah penyebab berat badan bayi tidak naik?
Ada, beberapa penyebab berat badan bayi tidak naik bisa dikarenakan berbagai kemungkinan :
– Proses belajar menyusui yang tidak lancar, sulit mencapai posisi dan pelekatan menyusui yang baik
– Kelainan anatomi oral bayi (bisa tongue tie, lip tie, hipotonik, dll)
– Masalah dari Bunda : Bunda stress/depresi, kelainan pada anatomi payudara seperti hypoplasia , puting terbenam sehingga sulit mendapat pelekatan yang baik, pernah trauma pada payudara seperti menjalani operasi pada payudara, tertundanya Laktogenesis 2 sehingga produksi ASI tidak terbangun dengan normal (Delayed Onset of Lactation), dll
– Bayi menderita penyakit seperti masalah pada pernapasan, kadar oksigen yang rendah, PJB/Penyakit jantung bawaan, menderita penyakit infeksi, dll.

 

Nah, ketika berusia 2 bulan, terdapat beberapa check list bayi ketika akan check up ke dokter anak loh…

Adakah yang bayinya mendekati usia 2 bulan disini?

Mari kita simak daftar yang perlu orang tua ketahui saat check up ke dokter / bidan, bersumber dari kidshealth.org yang sejalan dengan panduan AAP (American Academy of Pediatrics) & Bright Futures.

Jangan lupa, posisikan sebagai Smart Parents sebagai mitra sejajar tenaga kesehatan ya, jadi siapkan bahan-bahan untuk diskusi, tidak keminter juga ya, be nice deh pokoknya…

Dokter akan :

1. Menimbang berat badan bayi, panjang badan dan lingkar kepala (biasanya dilakukan oleh perawat) serta memasukkannya ke kurva pertumbuhan (bisa berupa KMS atau dalam buku kesehatan ibu dan anak, bewarna pink biasanya). Apakah tugas orangtua? Tugas orang tua adalah paham cara memasukkan data berat badan tersebut serta mengetahui artinya.

Ayah dan Bunda bisa membaca tulisan saya mengenai Kurva Pertumbuhan / Growth chart disini.

2. Menanyakan pertanyaan, menawarkan saran mengenai :

#a. Pola asupan bayi. Apa asupan yang bayi terima, #ASI atau Sufor ?

Apakah Bunda dan bayi ada masalah dengan menyusui ?

Berapa sering bayi menyusu?

Apakah Bunda memiliki diary menyusui lainnya?

Yuk baca-baca lagi tulisan saya mengenai Apakah ASI cukup disini.

#b. Pola buang air kecil dan buang air besar bayi

#c. Pola tidur bayi

3. Menilai perkembangan bayi
Coba lihat lagi di Notes mengenai baby’s development, ada beberapa panduan seperti KPSP, Act Early Milestone CDC, Denver test dll.

Menurut kidshealth saat bayi berusia 2 bulan,secara umum bayi dapat :

– Fokus & mengikuti obyek bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya
– Bereaksi akan suatu bunyi
– Mengenali wajah dan suara Ibu
– Mulai mengeluarkan suara2
– Dapat tersenyum bila diajak bicara, bermain atau melihat orang tersenyum
– Ketika ditengkurapkan dapat mengangkat kepalanya
– Meraih mainan kerincingan

Harap diingat adanya rentang variasi antara bayi dan beberapa bayi menunjukkan perkembangan yang berbeda. Diskusikan bila Bunda dan Ayah khawatir akan perkembangan bayinya.

4. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap dengan kondisi bayi telanjang (mengenakan popok saja) dengan orang tua turut hadir di ruangan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan mata, mendengar detak jantung bayi, meraba nadi, mengamati & menilai gerakan bayi, dll.

Baby Checkups, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat,

5. Memeriksa kelengkapan Imunisasi bayi dan memberikan Imunisasi sesuai Jadwal Rekomendasi.

Silahkan baca tulisan FB Monika soal Imunisasi, ini mengenai Jadwal Rekomendasi Imunisasi Anak IDAI 2014 :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10204553584985481&set=a.1070999501093.13218.1409280466&type=1&theater

6. Mengingatkan akan Keamanan bayi

– Untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), letakkan bayi terlentang pada kasur yang tidak tenggelam (lembek), tanpa selimut & bantal-guling, juga perhatikan apakah sprei terikat rapat / tidak.

– Batasi menaruh bayi di car seat, ayunan, bouncer seat.

Alasannya Bunda bisa baca lebih lengkap di :

http://www.livestrong.com/article/495767-is-a-bouncer-harmful-for-a-babys-development/

http://www.dailymail.co.uk/femail/article-2128383/Are-baby-bouncers-car-seats-blame-rise-Flat-Head-Syndrome.html

– Saat bayi bangun bayi dapat telungkup (tummy time) dengan pengawasan.

– Perhatikan keamanan umum di rumah seperti sudahkan menaruh obat-obatan di tempat yang tinggi dan aman, juga pisau , gunting, alat2 yang tajam, mainan/benda-benda kecil yang dapat tertelan bayi, dll.

Bunda bisa membaca tulisan teh FB Monika : Tips Keamanan Penyimpanan & Pemberian Obat2an di rumah

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203039108324511&set=pb.1409280466.-2207520000.1409577191.&type=3&theater

– Jangan tinggalkan bayi tanpa ada yang menjaga / mengawasi.

– Jangan mengguncang bayi, bisa baca tulisan saya Shaken Baby Syndrome / Abusive Head Trauma ini :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203810598531284&set=pb.1409280466.-2207520000.1409577184.&type=3&theater

– TIDAK ADA YANG MEROKOK , bahkan walau bayi sedang tidak di dalam rumah, tidak boleh merokok di dalam rumah.

Untuk lengkapnya, silahkan baca: Bahaya 3rd Hand Smoke :

https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/merokok-saat-tidak-ada-orang-lain-gak-masalah-pelajari-dulu-3rd-hand-smoke-/10203415846622733

– Hindari bayi terpapar sinar matahari tanpa pelindung (baju, topi dll) terutama lewat jam 9 pagi.

– Bayi tidak terpapar TV, komputer, gadget dll yang sejenis.
Penjelasan dari AAP : Babies and Toddlers Should Learn from Play Not Screens – See more at: http://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/Pages/Babies-and-Toddlers-Should-Learn-from-Play-Not-Screens.aspx#sthash.p1DvD0ST.dpuf

Steffi Ria Cahyono & yang lain yang bertanya yang sama,

Penelitian mengenai dampak gadget & sejenisnya masih terus dilakukan,jadi memang tidak bisa berpegang pada satu sumber ini saja.

Btw, Beberapa poin penting menurut saya dari sumber tersebut :

1. Pada penelitian di binatang, non-ionizing / radiasi microwave merusak otak & sperma.

2. Sumsum otak bayi dapat menyerap radiasi ini lebih besar daripada orang dewasa karena tengkorak bayi-anak lebih tinggi dan mengandung lebih banyak cairan.

3. Bayi itu perlu obyek nyata, bukan lewat layar / screen.

4. Resiko menderita kanker otak meningkat seiring makin dini dan makin sering terpapar radiasi.

*Bagaimana Bunda, Ada lagi yang mau menambahkan list nya ?

Semoga bermanfaat…

 

Sumber gambar dan tulisan: Fatimah Berliana Monika, Konselor Laktasi, IBLCC, La Leche League (LLL) Leader US dan Indonesia.

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s