Apa Donasi yang Penting untuk Bayi dan Anak saat Bencana ?

Bismillah…

Bayi dan Anak sering menjadi korban saat terjadi bencana…

Makanan dan minuman mereka pun terkadang terabaikan. Padahal pemberian makanan bayi dan anak menjadi kunci dalam penanggulangan bencana dan kondisi darurat lainnya…

Apa Donasi yang Penting untuk Bayi dan Anak saat Bencana ?

Sebenarnya, apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?
Berdasarkan pengalaman mengikuti Pelatihan “Infant Feeding in Emergency” yang diselenggarakan oleh UNICEF dan SELASI (Sentra Laktasi Indonesia) terdapat beberapa hal penting yang perlu kita lakukan yakni:
1. Peran pemberian ASI (Air Susu Ibu)

Pemberian ASI eksklusif bagi bayi yang berusia 0-6 bulan dan tetap menyusui hingga 2 tahun pada kondisi darurat.
Pemberian susu formula hanya dapat diberikan jika ibu bayi meninggal, tidak adanya ibu susuan atau donor asi. Selain itu, pemberian susu formula harus dengan indikasi khusus yang dikeluarkan dokter dan tenaga kesehatan terampil. Seperti halnya obat, susu formula tidak bisa diberikan sembarangan, harus diresepkan oleh dokter. Pendistribusian susu formula dalam situasi bencana pun harus dengan persetujuan dinas kesehatan setempat. Bukan berarti ketika terjadi bencana, kita bebas mendonasikan susu formula maupun susu bubuk, UHT yang bisa menggantikan pemberian ASI hingga berusia 2 tahun.

2.  Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas

Intervensi terbaik untuk menyelamatkan hidup bayi dan anak. ASI dan MPASI berkualitas bukan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan tubuh bayi dan anak akan tetapi merupakan “life saving” untuk keberlangsungan hidup jangka pendek maupun jangka panjang. Tetaplah menyusui hingga 2 tahun. Adapun syarat MPASI berkualitas adalah sebagai berikut:

#MPASI disediakan berdasarkan bahan lokal dengan menggunakan peralatan makan yang higienis.

#MPASI harus yang mudah dimakan, dicerna dan dengan penyiapan yang higienis.

#Pemberian MPASI disesuaikan dengan umur dan kebutuhan gizi bayi.

#MPASI harus mengandung kalori dan mikronutrien yang cukup (energi, protein, vitamin dan mineral yang cukup terutama Fe, vitamin A dan vitamin C).

#MPASI pabrikan hanya alternatif darurat. Penggunaannya setidaknya tidak lebih dari 5 hari pasca bencana.

MPASI, asupan berkualitas pada situasi bencana dan darurat

Banyak kasus diare pada korban bencana yang memperparah kondisi korban, bahkan hingga kematian dikarenakan pemberian MPASI/ makanan yang tidak terjamin kualitas dan kebersihannya..

sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk penyebab kematian anak pada saat bencana

Catatan :
Khusus pada anak yang menderita gizi kurang atau anak gizi buruk pada fase tindak lanjut (setelah perawatan) perlu diberikan makanan tambahan disamping makanan keluarga, seperti makanan kudapan/jajanan, dengan nilai zat gizi energi 350 kkal dan protein 15 gr.

Nah… Lalu donasi apa yang bisa diberikan untuk bayi dan anak dalam situasi bencana?

1. Makanan siap saji untuk Ibu menyusui pada 5 hari pertama pasca bencana

Dengan memberikan makanan yang baik bagi Ibu, sama artinya dengan menjamin pemberian ASI kepada bayi dan anak. Ketersediaan ASI yang mencukupi dan melimpah pada dasarnya ASI tidak terpengaruh oleh makanan dan minuman secara langsung, namun paparan makanan dan minuman yang menunjang akan menentramkan ibu dalam menyusui dan menghilangkan kekhawatiran mereka, hal inilah yang mempengaruhi pemberian ASI pada kondisi bencana.

Apa saja makanan siap saji yang bisa didonasikan?

Kita bisa mendonasikan biskuit susu, biskuit krakers, abon, kurma, kacang-kacangan yang siap makan (kacang kulit, kedelai, dsb) dan makanan kaya gizi yang siap saji lainnya.

Note :

Jika ingin memberikan susu kotak/UHT, berikan dalam kemasan terkecil yakni 125 ml, Karena anak-anak sering tidak langsung menghabiskan susunya jika kemasan lebih besar.. Ketika ini dilakukan maka balita dan anak-anak akan rentan terkena diare, karena lingkungan yang tidak bersih saat bencana ditambah lagi susu merupakan media untuk tumbuh dan berkembangnya bakteri dan virus. Nah jadi, berikan susu UHT dalam kemasan 125 ml agar langsung habis dan hanya bisa dikonsumsi anak yang berusia 1 tahun ke atas!

2. Makanan segar yang dikelola oleh dapur khusus yakni untuk bayi, anak, ibu hamil dan menyusui.

Kita bisa mendonasikan sayur, buah, lauk-pauk, kacang-kacangan dan makanan pokok kepada dapur khusus, bisa melalui LSM atau warga setempat yang membuat dapur tsb. Makanan tersebut akan diolah dan didistribusikan menjadi MPASI lokal berkualitas dan makanan untuk ibu hamil dan menyusui.

3. Makanan siap saji untuk bayi dan anak pada 5 hari pertama pasca bencana

Pada dasarnya makanan siap saji untuk bayi dan anak berupa biskuit pabrikan itu bisa dikonsumsi. Namun demikian perlu diperhatikan cara penyajian dan label peruntukkannya. Biskuit bayi hanya boleh diberikan pada bayi yang berusia 6 bulan ke atas.

Mari bijak dalam berdonasi. Karena donasi Kita akan pengaruhi bayi dan anak jangka panjang maupun pendek.

Wallahu’alam bishawab…

Advertisements

3 thoughts on “Apa Donasi yang Penting untuk Bayi dan Anak saat Bencana ?

  1. Pingback: Pemberian Makan Bayi dan Anak pada Kondisi Darurat | Family Nutrition

  2. Pingback: Belajar Menjadi Relawan, Niat Baik Saja Cukupkah? | Family Nutrition

  3. Pingback: Yuk Lindungi Bayi dan Anak dalam Kondisi Darurat | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s