Yuk Cermati Label Makanan Kita

Bismillah…

Gaya hidup modern memungkinkan kita untuk mengonsumsi makanan kemasan sebagai salah satu alternatif karena kepraktisannya.. Berbagai makanan olahan siap saji pun kini dengan mudah kita dapatkan disekitar kita, tersedia di warung, mini market, pasar dan sebagian besar menjadi kebutuhan sehari-hari.

Faktanya, kemasan sangat penting dalam mendongkrak kualitas produk dan pemasaran. “Berdasarkan hasil survey 80% pengunjung, konsumen membeli sesuatu secara spontan karena melihat kemasan,” ujar praktisi Thomas Ghozali, dihadapan puluhan peserta pelatihan Kemasan dan Label Makanan Olahan di Jateng.

Bagaimana cara menyikapi aneka makanan kemasan tsb?

#1. Cermati label makanannya Biasanya, makanan kemasan telah dilengkapi dengan berbagai identitas kemasan meliputi :

a. Nama produk;

b. Daftar bahan yang digunakan/komposisi;

c. Berat bersih atau isi bersih, netto;

d. Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau importir;

e. Halal bagi yang dipersyaratkan;

f.  Kode Produksi;

g. Tanggal dan kode produksi;

h. Tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa;

i.  Nomor izin edar bagi pangan olahan;

j.  Asal Usul Pangan tertentu;

k. Petunjuk atau Cara Penyimpanan

l.  Petunjuk atau Cara Penggunaan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1996 Pasal 30 membahas yang mengenai label makanan dan direvisi pada Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 Pasal 97.

#2. Pahami Informasi Nilai Gizi pada Kemasannya

Jika kita memperhatikan informasi nilai gizi pada makanan kemasan, akan tertera tulisan sebagai berikut:

“Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal”.

Maksud dari keterangan tersebut adalah persentase zat gizi yang ada dalam makanan tsb dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia yakni 2000 kkal. Walaupun sebenarnya kebutuhan kalori tiap orang berbeda sesuai umur, aktifitas, jenis kelamin dsb. Nah, Informasi Angka 2000 kkal tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor : HK.00.05.52.6291 Tahun 2007 tentang Acuan Label Gizi Produk Pangan, dalam Surat Keputusan tersebut terdapat acuan label gizi produk pangan, sebagaimana gambar di bawah ini:

Yuk cermati label makananmu

Sumber Gambar : http://manjilala.info/

Tabel ini digunakan untuk mengkroscek informasi nilai gizi makanan kemasan yang beredar di pasaran. Hati-hati ya, karena tak semua produsen taat mengikuti pedoman tsb. Padahal syarat utama labeling adalah kejujuran 😀

#3. Bijak dalam memilih makanan kemasan

Seringkali kita tergiur oleh kemasan suatu produk, tanpa pikir panjang mengenai komposisi makanan itu sendiri. Kebanyakan konsumen terjebak dengan kemasan, klaim produk dan juga penawaran yang ditawarkan sales atau diskon. Padahal seringkali dalam beberapa produk yang sama terdapat perbedaan yang signifikan terutama kandungan kalori, karbohidrat, lemak dan proteinnya..

Jika kita jeli dalam melihat beberapa zat gizi, kita bisa terbebas dari jebakan iklan. Contohnya saja margarin dan minyak goreng yang diklaim bebas kolesterol/trans fat/lemak jenuh. Jika kita termakan iklan, maka kita akan memilih produk tsb walaupun harganya relatif lebih tinggi dari produk sejenis. Faktanya, baik margarin maupun minyak goreng berbahan dasar tumbuh-tumbuhan sehingga memang  tidak mengandung kolesterol (selengkapnya disini) 😀

#4. Jeli dalam membaca bagian per bagian Label Makanan

Untuk memudahkan membaca label makanan, mari kita perhatikan infografis berikut ini :

Yuk Cermati Label Makanan Kita

Sumber Gambar : http://www.pinterest.com

Penjelasan selengkapnya di Label Kemasan yang telah kami sampaikan beberapa waktu yang lalu…

Yuk Jadi Konsumen yang Cerdas,

Tidak mudah tergiur iklan maupun promo ya…

Semoga bermanfaat….

#10HariNonstop NgeblogGizi

@nurlienda

Referensi :

Undang-Undang No. 18 Tahun 2012tentang Pangan, Pasal 97

Undang-undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan, Pasal 30

Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

http://kadinjateng.com/v3/index.php/news/item/159-pelatihan-kemasan-dan-label-produk-makanan-olahan

Advertisements

10 thoughts on “Yuk Cermati Label Makanan Kita

  1. info yang bermanfaat, kalau boleh saran UU no. 7 tahun 1996 tentang pangan mengenai syarat label makanan bisa diganti dengan UU no. 18 tahun 2012 tentang pangan yang juga mengatur tntg syarat label makanan, untuk meng-update informasi lebih baik lagi ^.^

  2. Teteh kalo standar atau patokan penggunaan MSG pada produk kemasan itu berapa ya teh? Mau postingan tt MSG dan efeknya dong teh #request hehehe

  3. Pingback: Kumpulan Artikel #10HariNonstopNgeblogGizi | Family Nutrition

  4. Pingback: 5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s