Mengenal Kusta Lebih Dekat

Bismillah…

Apa yang berada di benak sahabat ketika mendengar kata kusta?

Ngeri, takut atau nggak kebayang sama sekali?

Saya, secara pribadi belum ngeh sama kusta… TAPI…

Berikut ini akan saya paparkan mengenai kusta berdasarkan berbagai sumber…

Apa sih kusta itu?

Kusta merupakan penyakit menular menahun yg disebabkan Kuman Kusta (mycobacterium lepra). Penyakit kusta menyerang kulit, saraf tepi dan jaringan tubuh lain, kecuali otak.

Perlu diingat bahwa penyakit kusta bukan penyakit turunan dan juga bukan disebabkan oleh kutukan,guna-guna, dosa atau makanan.

Fakta mengenai penyakit kusta :

1. Pada tahun 2013, Indonesia memiliki jumlah kasus kusta baru sebanyak 16.856 kasus dan jumlah kecacatan tingkat 2 di antara penderita baru sebanyak 9,86% (WHO, 2013) dan menempati urutan ketiga di dunia setelah India dan Brazil.

2. Penyakit kusta merupakan salah satu dari delapan penyakit terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD).

3. Penyakit kusta sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu Kusta Kering (pausi basiler) dan kusta basah (Multi Basiler).

4. Penularan kusta terjadi dari penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain dengan kontak yang lama melalui pernapasan.

5. Imunisasi BCG pd bayi membantu mengurangi kemungkinan terkena kusta.

6. Jangan ragu berobat ke puskesmas bila mengalami kelainan kulit berupa bercak mati rasa. Obat kusta dapat diperoleh secara Gratis alias cuma-cuma di puskesmas.

7. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.

Bagaimana gejala kusta itu ?

Mengenal Kusta Lebih Dekat

Bercak putih pada kulit, sekilas mirip panu. Tapi, panu memiliki unsur gatal dan kemerahan di pinggiran bercak. Sedangkan kusta tidak ada rasa gatal dan mati rasa (selengkapnya disini).

Bagaimana cara pengobatan kusta ?

dr. Hariadi (Ketua Komite Ahli Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia) menjelaskan bahwa kusta dapat diobati dengan obat kombinasi yang disebut multi drug therapy yaitu pengobatan dengan lebih dari satu macam obat yang sudah direkomendasikan. Kombinasi obat dalam blister MDT diberikan sesuai dengan jenis penyakit kusta. Untuk kusta kering, MDT terdiri dari Rifampisin dan Dapson atau Diamino Diphenyl Sulfone (DDS), tersedia dalam bentuk blister untuk dewasa dan anak. Obat harus diminum sebanyak 6 blister dengan waktu pengobatan selama 6 bulan. Sementara itu, untuk kusta basah, MDT terdiri dari Rifampisin, Dapson atau Diamino Diphenyl Sulfone (DDS), dan Lamprene; juga tersedia dalam bentuk blister untuk dewasa dan anak, yang harus diminum sebanyak 12 blister dalam kurun waktu pengobatan selama 12 bulan.

Bagaimana cara pencegahan penyakit kusta ?

#1. Pengobatan pasien kusta yang ditemukan

Pengobatan yang tuntas dan adekuat adalah faktor yang amat penting agar penyakit kusta dapat dihancurkan, sehingga terjadi pemutusan mata rantai penularan dan akhirnya penularan dapat dicegah.

#2. Cegah Penularan

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah perlunya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya tempat-tempat yang lembab. Faktanya, kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam dan ada yang berpendapat sampai 7 hari, ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh manusia tersebut. Makin panas cuaca makin cepatlah kuman kusta mati.

Yuk cegah dan berantas penyakit kusta…

Semoga bermanfaat…

@nurlienda

 

Referensi :

http://www.sehatnegeriku.com/menkes-canangkan-resolusi-jakarta-guna-hilangkan-stigma-dan-diskriminasi-kusta/

http://www.lkc.or.id/2012/02/16/kusta-bisa-disembuhkan-dan-dicegah/

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s