Mengenal Asam Urat Lebih Dekat

Bismillah…

Asam urat sering diidentikan dengan rasa nyeri pada ujung jari kaki, pembengkakan disertai iritasi…

Mengenal Asam Urat Lebih Dekat, mix

Namun demikian tak semua gejala diatas indikasi terkena penyakit asam urat atau hiperurisemia. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengenali penyakit ini diantaranya adalah dengan memeriksakan diri ke tenaga medis dan melakukan serangkaian tes laboratorium salah satunya mengecek kadar asam urat di dalam darah. Kadar normal asam urat adalah:
Wanita : 2.4 – 5.7 mg/dl
Pria : 3.7 – 7 mg/dl.
Kelebihan natrium urat akan dikeluarkan (diekskresi) bersama urin melalui ginjal sebagai “asam urat” urin. Peningkatan kadar asam urat dalam serum dapat disebabkan oleh meningkatnya produksi asam urat atau menurunnya pengeluaran asam urat.
“Hiperurisemia” adalah keadaan terjadinya peningkatan kadar “natrium urat” darah di atas normal. Jika “hiperurisemia” terjadi secara terus menerus maka natrium-urat dapat mengendap sebagai kristal natrium-urat di persendian dan menimbulkan rasa sakit, disebut “penyakit Gout” yang oleh masyarakat umum dikenal sebagai “penyakit asam urat”. Beberapa penyebab “hiperurisemia” antara lain :
1. Gangguan metabolisme purin bawaan
2. Genetika (ada riwayat keluarga)
3. Konsumsi makanan sumber purin yang berlebihan
4. Kurang minum air
5. Kurang berolah raga atau olah raga terlalu berat
6. Kegemukan/obesitas
7. Obat-obatan tertentu (golongan pirazinamid, salisilat)
8. Gangguan fungsi ginjal.

Apa Hubungan Purin Makanan dengan Asam Urat ?
Semua bahan makanan (nabati maupun hewani) merupakan kumpulan sel. Di dalam sel terdapat inti sel, di dalam inti sel terdapat asam nukleat, di dalam asam nukleat terdapat purin, dan di dalam purin terdapat asam urat (uric acid). Artinya, semua bahan makanan mengandung “purin” dan banyaknya purin ditentukan oleh kepadatan sel, karena bahan pangan selain mengandung sel juga mengandung air dan serat. Oleh hati, purin dipecah menjadi asam urat agar dapat dikeluarkan dari dalam tubuh melalui ginjal sebagai urin (air kencing). Asam urat dapat juga merupakan produk buangan dari metabolisme “purin” sel. Dalam serum darah, asam urat yang berasal dari bahan makanan (eksogen) maupun dari hasil metabolisme purin sel tubuh (endogen) terdapat dalam bentuk “natrium urat”.

Bagaimana Pencegahan Asam Urat ?
1). Konsumsi cairan yang tinggi, terutama dari minuman, dapat membantu pengeluaran asam urat sehingga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah. Sebaiknya, minum sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari.
2). Sayuran dan buah yang banyak mengandung air, seperti semangka, melon, blewah, nanas, belimbing, jambu air, maupun buah lainnya sangat baik dikonsumsi. Pada umumnya, buah yang banyak airnya sangat sedikit atau bahkan tidak mengandung purin.
3). Konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi, roti, singkong, ubi jalar, dan talas, dapat meningkatkan pembuangan kelebihan asam urat di dalam darah. Hal ini terjadi karena konsumsi karbohidrat kompleks akan memperkecil purin yang diserap melalui dinding usus halus sehingga memberikan kesempatan kepada ginjal untuk membuang kelebihan asam urat di dalam darah.
4). “Purin” merupakan protein yang termasuk ke dalam golongan “nukleoprotein”. Jika terjadi “hiperurisemia” maka konsumsi sumber protein kompleks (purin tinggi) harus dibatasi atau bahkan dihindari, seperti: daging, jeroan, kacang-kacangan, bayam, buncis. Makanan olahan kacang-kacangan (kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang panjang), produk fermentasi (tempe, tauco, tape), makanan yang dikeringkan, ikan yang dikalengkan mengandung purin yang cukup tinggi loh..

Bagaimana Pengobatan Asam Urat ?

Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal dan mengatur makanan yang dikonsumsi. Batasi penggunaan karbohidrat sederhana seperti sirup, gula, permen, gulali, arum manis dsb karena akan meningkatkan kadar asam urat di dalam darah. Konsumsi lemak dibatasi karena lemak cenderung menghambat pengeluaran asam urat. Perbanyaklah konsumsi cairan untuk membantu mengeluarkan asam urat. Untuk Detail Makanan yang Boleh dan tidak dianjurkan disini

Perlukah Berolahraga untuk Atasi Asam Urat ? 

Aktivitas fisik yang rutin berupa olahraga ringan bisa dilakukan. Aktivitas seperti yoga dapat melatih fleksibilitas otot. Jalan santai dan jogging bisa menjadi alternatif beraktivitas. Aktivitas olahraga low-impact lain seperti bersepeda, menari, tai chi dan berenang pun dapat dilakukan. Lakukan secara bertahap mulai dengan durasi 10 menit hingga mencapai target 30 -45 menit sekali berlatih, selama 5x per minggu. Aktivitas fisik yang dilakukan tsb akan membantu mengurangi rasa sakit, kelelahan, ketegangan dan stress otot.

Hal yang Perlu diperhatikan dan menjadi Perhatian :

1). Tidak semua sakit di persendian disebabkan oleh “asam urat”
2). Konsultasikan sakit persendian dengan dokter dan perlu dilakukan pemeriksaan penunjang diagnostik.
3). Jangan meminum obat-obatan penurun asam urat (alopurinol, urikosurik, probenecid, sulphinpyrazone, dan benzbromarone ) tanpa resep dokter karena potensial mempunyai efek samping dan obat-obatan yang tidak tepat akan bersifat racun.

Nah, pembahasan mengenai mengenal lebih dekat asam urat telah usai 😀

Yuk Jaga kesehatan mulai dari sekarang. Karena kesehatan adalah investasi jangka panjang..

Bagaimana dengan sobat, apa yang sahabat lakukan agar terhindar dari asam urat dan penyakit degeneratif lainnya?

Silahkan berbagi disini…

@nurlienda

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s