6 Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Bismillah…

Ramadan tengah memasuki pertengahan, Bagaimana kabar para ibu yang sedang menyusui ?

Sebagian ibu menyusui memilih untuk tetap berpuasa. Ibu menyusui diperbolehkan berpuasa atas keputusan ibu dengan memperhatikan 4 syarat berikut :
1. Berat badan normal (Indeks Massa Tubuh berkisar 20-25 kg/m2)
2. Kebutuhan terhadap makanan bergizi dan cairan dapat terpenuhi
3. Sudah melewati masa pemberian ASI eksklusif (Usia Bayi > 6 Bulan)
4. Tidak mengalami penurunan berat badan sampai lebih dari 5 % saat menjalankan puasa untuk beberapa waktu.

Namun, terdapat beberapa kondisi di mana Ibu tidak dianjurkan/tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Kondisi tersebut misalnya bila Ibu sedang dalam pengobatan dari suatu penyakit, sedang menderita penyakit berat misalnya migren yang tidak terkontrol, hipertensi, diabetes, hipoglikemia dll.

Lalu, Bagaimana Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui ?

1. Tetap menjaga 3 kali makan dan 2 kali snack/makanan ringan
Waktu makannya saja yang bergeser pada waktu sahur, berbuka dan setelah shalat tarawih menjelang tidur malam. Langkah menyiasati waktu makan dan snack selama bulan Ramadan sebagai berikut :

Sahur dilaksanakan mendekati imsak, makan saat berbuka puasa, makan menjelang tidur malam (diatur paling tidak 1,5-2 jam sebelum tidur malam). Cemilan/makanan ringan/snack serta minum/asupan cairan lainnya bisa disiasati setelah Ibu menyusui / memerah di malam hari. Bila bulan Ramadan telah selesai, segeralah mengubah kembali pola makan seperti biasa (makan pagi, siang dan sore/malam serta 2x snack).

2. Menjaga asupan gizi setiap hari
Konsep makan sehat bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna (Nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan dan susu) tetapi menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan ilustrasi piring makanku. Panduan sekali makan, setiap elemen makanan (Piring Makanku terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan makanan pokok). Ahli gizi menganjurkan para Ibu menyusui mengkonsumsi daging merah seperti daging sapi yang kaya zat besi untuk mencegah anemia, dikombinasikan dengan makan buah dan sayur yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal. Untuk panduan kebutuhan ibu menyusui disini.

3. Menjaga asupan cairan setiap hari
Ibu menyusui membutuhkan 3,1 – 3,8 liter (atau 13 – 16,5 gelas) cairan setiap harinya, dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Ibu menyusui setidaknya minum 2 liter air putih setiap harinya dan sisanya didapatkan dari sumber lain. Pembagian 2 liter minum air putih tersebut kira-kira dibagi menjadi : 1 gelas sebelum mulai makan sahur, 2 gelas di sela/setelah makan sahur sebelum imsak, 1 gelas sebelum mulai makan berbuka puasa dan sisanya diatur setelah makan buka puasa, sebelum tarawih, setelah tarawih dan saat bangun malam hari pasca menyusui/memerah. Hindarilah minuman manis karena asupan minuman manis akan membuat resiko cepat lapar dan hipoglikemia, menurunkan gula darah dengan cepat.

Bila Ibu mendapatkan tanda-tanda dehidrasi, segeralah berbuka puasa. Tanda-tanda dehidrasi diantaranya :
– Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).
– Urin/buang air kecil berwarna pekat (kuning tua/coklat) serta bau yang tajam.
– Merasa sangat lemas, lelah dan pusing/berkunang-kunang.
– Keluhan lainnya, Bila pasca minum dan makan Ibu masih merasakan keluhan-keluhan tersebut, segeralah minum CRO/Cairan Rehidrasi Oral seperti Oralit serta istirahat. Bila kondisi Ibu tidak membaik, segeralah konsultasi ke dokter.

4. Cukup Istirahat
Jika Ibu merasa lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar. Oleh karenanya, usahakanlah untuk beristirahat paling tidak 1 kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekedar duduk, atau berbaring dengan rileks. Perasaan bahagia, tenang, percaya diri sangat membantu agar hormon oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal.

5. Berat Badan Terjaga

6 Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Apabila berat badan Ibu turun selama berpuasa adalah hal yang wajar, selama Ibu tetap sehat dan turun berat badannya tidak drastis (tidak lebih dari 1 kg per minggu) maka tidak akan mengganggu produksi ASI.

6. Perhatikan & Pantau tanda-tanda kecukupan asupan bayi sebagai berikut :
– Buang air kecil minimum 6x per hari.
– Kenaikan berat badan yang baik mengikuti kurva pertumbuhan/growth chart yang ada di Kartu menuju Sehat (KMS).
– Perkembangan dan perilaku bayi baik, tidak rewel berlebihan dll.

Wallahu’alam bishawab…

@nurlienda

 

Referensi :

F.B. Monika Konselor Menyusui dan dr. Agustina Kadaristiana dengan berbagai perubahan

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s