Pentingkah Vitamin A untuk Ibu Nifas ?

Bismillah…
Vitamin A merupakan zat gizi mikro yang penting bagi ibu nifas. Vitamin A membantu hipofise anterior untuk merangsang sekresi hormon prolaktin di dalam epitel otak dan mengaktifkan sel-sel epitel pada alveoli untuk menampung air susu di dalam payudara (Soetarini et al, 2009). Ternyata asupan vitamin A dari pangan pada perempuan di Indonesia hanya sepertiga dari jumlah yang dianjurkan loh… Sehingga dibutuhkan suplementasi vitamin A untuk memenuhinya. Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Pada kedua bulan ini akan dilakukan pembagian suplementasi Vitamin A kapsul merah kepada ibu yang dalam masa nifas secara GRATIS.

Kapan pemberian vitamin A pada ibu nifas ?
Suplementasi vitamin A bagi ibu nifas diberikan pada ibu yang baru melahirkan sampai 6 minggu setelah kelahiran bayi (0- 42 hari). Kapsul Vitamin A merah (200.000 SI) diberikan pada masa nifas sebanyak 2 kali yaitu :
1 (satu) kapsul Vitamin A diminum segera setelah saat persalinan;
1 (satu) kapsul Vitamin A kedua diminum 24 jam sesudah pemberian kapsul pertama.

Catatan :
Jika sampai 24 jam setelah melahirkan ibu tidak mendapat vitamin A, maka kapsul Vitamin A dapat diberikan pada kunjungan ibu nifas atau pada Kunjungan Neonatus (KN) 1 (6-48 jam) atau saat pemberian imunisasi hepatitis B (HB0) pada KN 2 (bayi berumur 3-7 hari) atau pada KN 3 (bayi berumur 8 -28 hari).

pentingkah vitamin a untuk ibu nifas

Mengapa Ibu Nifas Perlu Konsumsi Kapsul Vitamin A ?
Di Negara miskin dan berkembang yang memiliki permasalahan kesehatan masyarakat terkait kondisi kekurangan vitamin A ini terdapat 1 kematian dari 4 kematian anak yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A ini. Kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko kematian ibu. Permasalahan ini terutama dialami oleh Negara-negara di Afrika dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Kekurangan vitamin A pada ibu hamil juga berisiko meningkatkan kebutaan loh.

Negara-negara kaya dan maju jarang ditemukan kasus kekurangan vitamin A karena mereka telah melakukan fortifikasi vitamin A pada produk-produk makanan jadi. Daya beli dan ketersediaan masyarakat untuk menjangkau bahan makanan sumber vitamin A juga telah tinggi.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Bogor menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan vitamin A dari pangan yang mengandung vitamin A maupun pangan sumber vitamin A saja dengan produksi ASI (p<0.05). Hal ini berarti semakin tinggi konsumsi pangan sumber vitamin A, maka produksi ASI juga akan semakin tercukupi (Chahyanto, 2013)

Ibu nifas harus diberikan kapsul Vitamin A dosis tinggi karena:
a. Pemberian 1 kapsul Vitamin A merah cukup untuk meningkatkan kandungan Vitamin A dalam ASI selama 60 hari
b. Pemberian 2 kapsul Vitamin A merah diharapkan cukup menambah kandungan Vitamin A dalam ASI sampai bayi berusia 6 bulan.
c. Kesehatan ibu cepat pulih setelah melahirkan
d. Mencegah infeksi pada ibu nifas.
e. Menurunkan kematian ibu dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan infeksi, mencegah anemia dan mencegah cacat bawaan pada janin.

Siapa yang bisa memberikan suplementasi vitamin A ?
Tenaga kesehatan (dokter, bidan, perawat, ahli gizi dll) dan Kader terlatih (telah mendapat penjelasan terlebih dahulu dari petugas kesehatan).

Bagaimana Cara Pemberian Suplementasi Vitamin A ?
Sebelum dilakukan pemberian kapsul, tanyakan pada ibu apakah setelah melahirkan sudah menerima kapsul Vitamin A, jika belum :
Kapsul Vitamin A merah diberikan segera setelah melahirkan dengan cara meminum langsung 1 (satu) kapsul
Kemudian minum 1 (satu) kapsul lagi 24 jam setelah pemberian kapsul pertama.

Di manakah tempat pemberian suplementasi vitamin A ?
Sarana fasilitas kesehatan (rumah sakit, puskesmas, pustu, poskesdes/polindes, balai pengobatan, praktek dokter, bidan praktek swasta) dan Posyandu.

Catatan :
Vitamin A disimpan di hati sehingga tidak dianjurkan pada orang yang menderita gangguan fungsi hati.

@nurlienda

Referensi :

Chahyanto, Bibi Ahmad dan Katrin Roosita. 2013. Kaitan Asupan Vitamin A dengan Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Nifas. Jurnal Gizi dan Pangan, VOL. 8, NO.2, Juli : 83-88

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s