Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui

Bismillah…

Air Susu Ibu (ASI) merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk bayi, namun dengan bertambahnya peran ibu, terkadang pemberian ASI sulit untuk dilakukan. Dalam menyusui dibutuhkan lingkungan yang kondusif, baik di tempat kerja maupun area publik lainnya seperti penyediaan ruang laktasi. Peran Ayah, Tim Support di rumah (Pengasuh, Nenek, orang terdekat), Tim support di tempat bekerja (atasan, rekan kerja), lingkungan sekitar dan dukungan sangatlah berpengaruh dalam memberi-mendapatkan ASI. Oleh karenanya, manajemen ASI Perah, EdukASI dan ruang laktasi diperlukan baik di tempat kerja maupun area publik lainnya.

Mulailah dengan awalan yang “manis” di masa awal menyusui. Bicarakanlah dengan dokter bahwa ibu ingin melakukan IMD dan memberikan ASI eksklusif.  Pengalaman yang indah dan menyenangkan akan membuat ibu untuk berjuang tetap menyusui bayi loh… Nikmati masa-masa cuti. Ibu rencanakan untuk mengambil cuti sepanjang mungkin-yang-bisa-ibu ambil dan lakukan baby-moon (honeymoon dengan bayi). Nikmati masa-masa indah baby-moon secara eksklusif. Jauhkan pikiran-pikiran negatif seputar “bagaimana seandainya sudah bekerja nanti blablabla…” Nikmati saja apa yang ada hari ini dengan rutinitas baru bersama anggota-keluarga-baru yang indah ini.

Saat akan kembali bekerja, ibu bisa bernegosiasi dengan pimpinan tentang keinginan ibu untuk tetap memberikan ASI dan melanjutkan menyusui. Setidaknya diskusikan tentang beberapa hal berikut ini: kapan ibu akan memompa, dimana ibu boleh memompa dan kemungkinan ibu bisa menitipkan ASIP untuk sementara (misalnya di kulkas kantor).

Lalu, bagaimanakah agar lancar menyusui dan sukses bekerja itu ?

Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui

#1. Biasakanlah tetap memerah ASI

Frekuensi memerah sebenarnya untuk mengganti frekuensi menyusui yang -terpaksa- terlewatkan karena ibu sedang bekerja. Jika ibu bekerja selama 8 jam sehari maka ibu membutuhkan setidaknya 3 kali waktu memerah: di pertengahan pagi, saat makan siang dan di sore hari (dengan rentang 2-3 jam).

#2. Pilih metode memerah yang akan ibu gunakan

Ibu bisa memerah dengan tangan atau memakai pompa ASIP. Mulailah berlatih memerah ketika proses menyusui sudah mantap dan stabil (biasanya setelah bayi berumur 4 minggu). Metode apapun yang ibu pilih, baik memerah ASI dengan tangan ataupun dengan pompa ASI, semuanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Jangan kecewa saat melihat hasil pemerahan di hari-hari pertama sedikit. Memerah ASI adalah ketrampilan yang butuh dilatih supaya makin terampil. Kuncinya Bisa karena Terbiasa, practice makes perfect, jangan ragu untuk cari bantuan. Saat ibu sudah terampil dan payudara sudah beradaptasi biasanya hasil perahan akan meningkat. Tandem nursing pumping, saat bersama bayi alias Ibu menyusui bayi dengan posisi Football/clutch bersamaan dengan memerah dengan alat elektrik dapat meningkatkan hasil ASI perah. Tentu pasca bayi menyusu dan pasca memerah dengan alat pompa elektrik lanjut perah dengan tangan. Berikut Teh Monik mendemonstrasikan teknik Hands On Pumping, yaitu teknik Breast Compression (penekanan payudara) saat sedang memerah dengan alat pompa elektrik :

Pekan ASI Se-Dunia, Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui, Konselor Menyusui

Selain mengoptimalkan hasil produksi ASI, teknik ini juga meningkatkan kandungan lemak dan kadar kalori dari ASI perah. Latih pengasuh cara memperlakukan ASIP dan memberikannya kepada bayi. Jangan memulai melatih bayi minum dengan dot sebelum bayi umur 4 minggu karena risiko bingung puting sangat tinggi, gunakanlah cup feeder/cangkir. Siapkan wadah ASIP yang bersih juga tempat untuk membawanya selama ibu dalam perjalanan (tas atau kotak ASIP disertai gel es beku).

#3. Pilih busana yang akan memudahkan ibu untuk memerah ASI

Jika tidak ada seragam kantor, akan lebih nyaman jika ibu memilih baju dengan bukaan kancing depan dan bermotif supaya tidak terlihat jika terjadi rembesan atau cipratan ASI.

#4. Pilih lokasi untuk memerah ASI

Alhamdulillah jika di tempat bekerja dan area publik tempat beraktivitas memiliki ruang laktasi. Jika belum, Yuk ajukan kepada pimpinan maupun pihak terkait. Ingin tau lebih jelas mengenai kriteria ruang laktasi (ruang memerah/memompa ASI & Menyusui /Pumping-Nursing Room) ? Sudah diterbitkan oleh Menteri Kesehatan No. 872/menkes/XI/2006 tentang Kriteria dan Fasilitas dari Ruang Menyusui.

Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui, Ruang Laktasi

Sumber Foto FB Monika

Nah, apabila keempat komponen diatas telah dijalankan, insya allah menyusui dapat tetap dilakukan oleh ibu bekerja. Untuk memudahkan para ibu bekerja dalam menjalankan rutinitasnya, berikut Tips untuk Ibu Bekerja :
a. Pilih model rambut, kerudung dan busana yang mudah diatur supaya ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berdandan.
b. Tidur lebih cepat di malam hari, persiapkan keperluan untuk besok sebelum tidur, bangun lebih pagi, mandi dan dandan lebih cepat, serta usahakan menyusui bayi sebelum berangkat supaya terasa lebih ringan.
c. Bawalah bekal seperti camilan, makan siang dan minuman yang ibu sukai. Ketika menyusui, ibu akan lebih mudah lapar dan haus 🙂
d. Bawalah hal-hal yang ibu rasa akan membantu merangsang refleks oksitosin: baju bayi, selimut bayi, foto bayi, rekaman video bayi, novel, dsb.

Catatan :

Nikmati perpisahan dan pertemuan bersama bayi dengan hati yang riang. Sebaiknya ibu menyusui bayi sesaat sebelum berangkat bekerja dan setelah pulang bekerja. Berikan pesan ke pengasuh untuk tidak membuat bayi terlalu kenyang supaya bayi bisa menyusu langsung dengan ibu. Saat bersama bayi usahakan untuk sering langsung-menyusui. Jangan kejar stok ASI perah di kulkas dengan melalaikan bayi di depan mata karena ASI segar dari payudara lebih baik daripada ASI beku di freezer.

#HappyBreastfeeding

#WorldBreastfeedingWeek

#WBW2015

#PAS

@nurlienda

Referensi :

dr. Annisa Karnadi dan FB Monika, Konselor Menyusui

Advertisements

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s