Belajar Menjadi Ahli Gizi, Momentum #HGN2016

Bismillah…

Adakah yang spesial dengan hari ini ?

Tanggal 25 Januari, merupakan momentum Hari Gizi Nasional.

Kami menyingkatnya dengan #HGN2016 untuk tahun ini.

Mengapa ada Hari Gizi Nasional ?

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh LMR (Lembaga Makanan Rakyat) pada pertengahan tahun 1960-an dan dilanjutkan oleh Direktorat Gizi pada tahun 1970-an hingga sekarang. Momentum ini diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan tanggal 26 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Di kemudian hari disepakati bahwa hari gizi nasional ditetapkan menjadi tanggal 25 Januari.

Almarhum Prof. Poorwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, yang sejak awal kemerdekaan tahun 1950 sudah mulai merintis tentang pentingnya gizi. Oleh karenanya, Hari Gizi Nasional bukanlah sekedar momentum, karena sesungguhnya hari ini mengingatkan bahwa gizi turut berperan penting dalam kehidupan kita. Makan menjadi bagian tak terpisahkan dari manusia. Berbagai masalah kesehatan sering dipicu dari kebiasaan makan. Sehingga peringatan Hari Gizi Nasional sebagai pengingat diri dan masyarakat untuk menyadari bahwa gizi itu penting. Pentingnya gizi ada di dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Bab VIII mengamanatkan bahwa Upaya Perbaikan Gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses serta mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Adapun Organisasi pertama di bidang gizi adalah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) yang kemudian diikuti oleh Pergizi Pangan, PDGMI, dan PDGKI.

Lalu, Bagaimana peran Ahli Gizi ?

Peran Ahli Gizi sebagai dietisien, sebagai konselor gizi, dan sebagai penyuluh gizi (Nasihah, 2010).

Ketiga peran itu hanya bisa dilakukan oleh seorang ahli gizi atau seseorang yang sudah mendapat pendidikan gizi dan tidak bisa digantikan oleh profesi kesehatan manapun, karena ketiga peran itu saling berkaitan satu sama lain, tidak dapat dipisahkan.

Belajar Menjadi Ahli Gizi, Momentum #HGN2016

Selamat #HariGiziNasional ke-56.

“Bersama Membangun Gizi, Mewujudkan Bangsa Sehat Berprestasi : Program Percepatan Perbaikan 1000 Hari Pertama Kehidupan

Marilah kita BERSYUKUR atas karunia Allah swt yang telah menunjuk kita sebagai Ahli Gizi.
Makna bersyukur bukan hanya mengucap syukur tetapi juga dengan aksi nyata, BERBAGI, membagikan ilmu pengetahuan yang telah Allah percayakan kepada kita untuk masyarakat/keluarga yang membutuhkan….

Yuk berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman untuk membantu mengatasi masalah gizi mereka (masyarakat/keluarga).

Jalankan Hidup Sehat melalui 10 Pesan Gizi Seimbang

10 Pesan Gizi Seimbang

Himbauan untuk rekan Ahli Gizi :

1. Pererat persatuan ahli gizi indonesia, dukung satu sama lain, dan kurangi perbedaan
2. Bekerja profesional, sekuat-kuatnya, beretika, penuh cinta dan kasih sayang
3. Berdoa untuk kesuksesan setiap ahli gizi dan kejayaan bangsa Indonesia

Nah, Sudahkah bersyukur sebagai Ahli Gizi ?

#NTMS

Salam Ahli Gizi,

 

@nurlienda

#ODOPfor99days #day14

 

Referensi :

Nasihah, Fathiya. 2010. Peran Ahli Gizi sebagai Penyuluh dan Konselor Gizi

Advertisements

One thought on “Belajar Menjadi Ahli Gizi, Momentum #HGN2016

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Pertama | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s