Makna Usia

Bismillah…

Alhamdulillah, satu kata yang seharusnya senantiasa terucap ketika kita bisa bangun tidur.
Mengapa ?
Karena tidur itu laksana mati sesaat. Allah swtlah yang menggenggam jiwa dan jasad kita.
Umur manusia, salah satu misteri yang allah swt ciptakan.

makna usia kita

Sempat terlintas dalam benak saya, bagaimana jika saya tahu bahwa umur saya hanya sampai umur 30 tahun, atau 45 tahun, atau 5 hari lagi…
Tentunya, saya akan memikirkan banyak hal yang akan saya lakukan. Agar tak menyesal ketika kembali pada-Nya…

Bayangkan, jika anda tahu sisa umur anda tinggal 1 tahun…
Apa saja yang akan anda lakukan untuk mengisi sisa umur itu?
Mungkin sebagian akan menjawab:
“Bersenang-senang, jalan-jalan ke tempat indah yang belum didatangi, makan sepuasnya setiap hari, segera nikah, dan berbagai aktivitas lainnya.”
Mungkin sebagian orang yang lain memilih:
“Memperbanyak ibadah shalat dan dzikir, memperbanyak sedekah, memperbanyak silaturahim, bekerja lebih giat, memberikan hak keluarga dan orang-orang disekitarnya, bersegera umrah dan haji dan sebagainya.
Lalu, mengapa tampak dua kelompok aktivitas yang berbeda dan seolah bertolak belakang?

Salah satu hikmah besar dirahasiakannya bilangan umur kita adalah agar kita tidak tahu kapan kita mati. Ketika kita tidak tahu kapan kita akan mati, pada dasarnya kita akan merasa setiap saat bisa jadi ajal kita, maka kita akan selalu berhati-hati dengan tindakan kita. Kita tidak akan tahu kapan kita akan mati. Apakah saat remaja? Ataukah saat kita sudah renta? Apakah hari ini? Atau besok? Kita tidak tahu bagaimana kita akan mati. Apakah saat tidur? Apakah saat berkendaraan? Ataukah ketika kita sedang membaca Al Quran?

Seandainya ALLAH swt menghendaki semua manusia mengetahui kapan ia mati, dimana ia mati, dan kapan ia mati, akankah kehidupan dunia ini dihiasi kebaikan demi kebaikan? Saya kira belum tentu…

Berbagai kemungkinan bisa terjadi, mungkin hanya sedikit manusia selalu menghiasi umur dengan ibadah, lebih banyak manusia terus menerus berbuat dosa hingga akhir hayatnya, jauh lebih banyak lagi manusia terus berbuat dosa hingga sedikit sisa umurnya ia bertaubat. Mungkin, jenis ketiga akan mendominasi isi dunia. Orang-orang seperti ini selalu berfikir bahwa masih ada waktu untuk bertaubat.
Dalam kondisi seperti ini, bisa jadi dunia ini didominasi kejahatan dan kriminalitas, maksiat, hedonis, dan sejenisnya. Maka segala puji bagi ALLAH Yang Maha Sempurna perhitungannya. ALLAH swt sangat memahami betapa manusia senantiasa berada antara kecenderungan yang baik dan yang buruk (QS Asy-Syams: 8), maka ia menyelamatkan manusia dari fitrahnya tersebut, dengan jalan menjadikan umur sebagai hal ghaib yang tidak diketahui manusia.

Untuk apa?
Agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan.

Maka, Perhatikanlah 5 Nasehat Hasan Basri :
1. Ibadah kita
Sudahkah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima Allah SWT? Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Apakah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH swt? Lalu, apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH swt. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH swt agar memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untuk-Nya.

2. Dosa-dosa kita
Berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan terus terkikis oleh dosa yang senantiasa membesar? Semoga ALLAH swt menjaga kita dari dosa kecil dan besar.

3. Surga dan Neraka
Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaan hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti…

Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka?

Sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?

Sudahkah kita pantas memasuki surga?

Dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?

Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH swt.

4. Masa lalu dan masa depan
Masa lalu adalah pelajaran berharga sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Oleh karenanya, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH swt melalui setiap rakaat shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus… Jalan yang Dia kehendaki…

5. Keridhoan Allah swt atas semua tindakan kita
Sesungguhnya semua yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, apakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridho ALLAH swt ? Ataukah tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH swt ? Kita hendaknya memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan…

Bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH swt. Baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan.

Makna Usia Kita

Bagaimana denganmu, Apa yang akan kamu lakukan untuk mengisi sisa umurmu?

@nurlienda

#ODOPfor99days #day16

 

Advertisements

One thought on “Makna Usia

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Pertama | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s