Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek

Bismillah…

Apa yang ada di benakmu ketika melihat dan mendengar mengenai anak pendek ?

Faktor genetik, kurang gizi atau itu bukanlah masalah ?

Sebenarnya, Apakah arti pendek atau stunting itu ?

Stunted (short stature) atau yang disebut tinggi badan per panjang badan terhadap umur yang rendah digunakan sebagai indikator malnutrisi kronis yang menggambarkan riwayat kurang gizi anak dalam jangka waktu lama. Ada yang menetapkan stunting, yaitu apabila panjang badan atau tinggi badan menurut umur sesuai dengan jenis kelamin anak kurang dari 5 percentile standar. Untuk jelasnya silahkan cek di grafik berikut ini :

Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek, grafik laki-laki

Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek, grafik perempuan

Lalu, Apa Penyebab Anak Pendek ?

Anak yang pendek dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama/ kronis atau menderita penyakit infeksi berulang loh… Rendahnya kualitas makanan yang dikonsumsi menjadi penyebab yang sering ditemui pada anak pendek (stunting).  Selain itu, stunting merupakan akibat lebih lanjut dari tingginya angka Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan kurang gizi pada masa balita serta tidak adanya pencapaian perbaikan pertumbuhan yang sempurna pada masa berikutnya.

Faktanya, Di Indonesia, lebih dari sepertiga (36,1%) anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek ketika memasuki usia sekolah. Stunting merupakan indikator adanya kurang gizi kronis. Sayangnya, penurunan jumlah anak yang mengalami stunted ini tidak terlalu signifikan setiap tahunnya. Sebagai gambaran saja, untuk anak gizi kurang, tahun 2007 ada 18,4% dan tahun 2010, 17,9%, sedangkan yang stunting tahun 2007, 36,8%, dan tahun 2010 ini turun sedikit menjadi 35,6% (Data Riset Kesehatan Dasar Nasional, 2007 dan 2010). Sehingga anak balita yang mengalami stunted ini relatif tinggi dibandingkan dengan beberapa negara tetangga.

Secara nasional angka penderita stunted secara nasional turun, tetapi di beberapa daerah justru mengalami peningkatan. Di NTT, misalnya, di tahun 2007 mencapai 46,7%. Namun, tahun ini naik menjadi 61,4%. Ini menunjukkan pemerintah sebenarnya masih punya pekerjaan besar untuk segera mengatasi persoalan ini.

Apa Dampak Anak Pendek ?
Anak yang mengalami stunting berat berdampak tidak hanya pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada fungsi kognitifnya yaitu :

  1. Stunting tidak hanya mengakibatkan tubuh anak yang pendek, tetapi juga mempengaruhi pertumbuhan anak saat dewasa menjadi tidak maksimal. Akibat kurangnya asupan gizi ini, rata-rata tinggi anak laki-laki di Indonesia setelah usia dewasa akan mengalami defisit tinggi badan hingga 13,6 cm dibandingkan rujukan WHO. Untuk anak perempuaan akan mengalami defisit tinggi badan 10,4 cm dibanding rujukan WHO.
  2. Kemampuan kognitif yang terhambat pada anak kurang gizi ini menyebabkan produktivitas ekonomi mereka menurun sehingga berdampak pada perekonomian nasional.
  3. Perkembangan mental anak juga menjadi terganggu karena stunting loh…

Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek

Lalu, Bagaimana cara mencegah anak pendek ?

Ikuti pembahasan selengkapnya di artikel selanjutnya……

@nurlienda

#ODOPfor99days #day17

 

Referensi :

Prof. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK

Advertisements

4 thoughts on “Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek

  1. Haloo teh, saya juga ikut odop dan menyerah d hari ketiga! Awal nya lupa, eh keterusan. Ya sudahlah..

    Tentang anak stunting, saya juga khawatir dengan anak saya nih. Waktu lahir berat 2,7 dengan panjang 45cm. Nah khawatir kan.. soalnya kalo baca2, dibawah 45 itu sudah resiko stunting…

    Waktu umur sebulan, dibawa k dsa, panjangnya udah 50cm. Tapi kata dsa nya gak mungkin ah nambah 5 cm sebulan, paling nambah 1-2cm doang… Mungkin waktu lahir salah ukur… Sampe sekarang bingung sam penasaran, emang gak mungkin ya naik 5cm? Sekarang 2 bulan juga panjangnya 56cm. Panjang segini masih mengkhawatirkan gak ya? Pengobatannya dalam bentuk apa bila terlanjur stunting? Barangkali bisa di share, hehe…

    Trimakasih mbak..

    • Mbak Ami, yang dibilang dsanya emang masuk akal.Bayi dalam sebulan pertambahan tingginya hanya 1-2 cm biasanya. Mungkin pas pertama ukur harusnya 47/48 cm, dedenya gerk2 mungkin jadi salah ukur :). Untuk Bayi hingga dua tahun agak berbeda, ada tabelnya.. Tunggu postingan selanjutnya ya untuk detailnya, insya allah saya bahas. Cara cegah stunting dengan ASI eksklusif dan ibu konsumsi gizi seimbang ya…

  2. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Pertama | Family Nutrition

  3. Hallo.. mau curhat nih
    Anak sy lahir 27 sept 2012. Bb 2900 pb 47. Sekarang BB-nya cuma 13kg dan tbnya 91cm. Kelihatannya jauh lebih pendek dari rata-rata ya.. bagaimana sih cara mengoptimalkan pertumbuhan nya? Kalau perkembangan sih sepertinya masih sesuai dengan umurnya. Soalnya di playgroupnya juga Alhamdulillah selalu mendapat predikat anak mandiri. Kalau kakaknya dulu juga kecil tapi seingat saya tidak sependek adiknya sekarang dan setelah menjelang puber (12th) sudah setinggi 155cm. Saya takut anak saya nanti minder karena bertubuh pendek. Fyi tinggi saya 157c dan ayahnya 165cm. Terimakasih

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s