Penyebab Protein Tidak Dapat DICERNA

Bismillah

Protein, salah satu zat gizi yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Tak sekedar mengganti sel-sel yang rusak dan pertumbuhan, protein erat kaitannya dengan pembentukkan enzim untuk bantu metabolisme di dalam tubuh. Protein juga merupakan zat gizi utama yang digunakan sebagai pembangun jaringan struktural seperti, otot, tulang, pembuluh darah, pembuluh syaraf, rambut, kuku, kulit, jantung, ginjal, usus, organ-organ tubuh lainnya serta zat-zat yang bersifat fungsional seperti hormon, antibodi, butir-butir darah merah dll.

Akan tetapi, MAKANAN SUMBER PROTEIN TIDAK BERGUNA JIKA TIDAK DAPAT DICERNA.

Prinsip utama :

Zat gizi adalah zat yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan gizi

Tidak ada satupun zat gizi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebelum dicerna dan diserap. Dalam kaitan dengan prinsip itu maka makanan sumber protein tidak berguna jika tidak dapat dicerna dan diserap sehingga menjadi SAMPAH. Penyebab sumber protein tidak dapat dicerna :

Penyebab Protein Tidak Dapat DICERNA
1. PROTEIN ALAMI

Protein yang masih alami (mentah) terdiri dari persenyawaan kompleks sehingga sulit dicerna oleh enzim pencernaan di dalam lambung maupun usus halus. Bahan makanan sumber protein alami adalah bahan makanan yang masih mentah, seperti: daging mentah, ikan mentah, kacang-kacangan mentah, telur mentah, dan bahan makanan lain yang masih mentah.

2. PROTEIN SANGAT KOMPLEKS

Beberapa bagian tubuh terbuat dari protein yang sangat kompleks sehingga tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan pada alat pencernaan manusia, seperti: rambut, kuku, tulang.

3. PROTEIN YANG DIPANASKAN TERLALU TINGGI

Penggunaan panas yang terlalu tinggi mengubah struktur protein menjadi sangat kompleks. Contohnya abon (segala jenis abon), ikan goreng kering, dan bahan makanan lain yang dimasak menjadi sangat kering. Sumber protein yang dimasak sehingga menjadi sangat kering dan coklat tidak dapat lagi dicerna sehingga menjadi “sampah”.

4. PROTEIN YANG TERBAKAR

Bahan makanan sumber protein yang dimasak bersentuhan langsung dengan api atau panas tinggi, misalnya dibakar, dipanggang, atau dioven dapat menyebabkan protein terbakar. Protein yang terbakar tidak dapat lagi dicerna dan bahkan potensial bersifat “karsinogenik” (pemicu timbulnya kanker). Contoh protein yang terbakar: sate (bagian yang terbakar), kulit roti tawar, pinggiran telur ceplok (apalagi yang bewarna coklat hingga kehitaman), makanan yang digoreng sampai terbakar.

5. PROTEIN + GULA

Bahan makanan sumber protein yang dimasak dengan gula di atas api dapat menyebabkan senyawa kompleks yang susah dicerna sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sumber protein, contohnya bubur kacang hijau. Sebaiknya gula ditambahkan sesaat pada waktu mau dimakan, bukan di atas api. Untuk lebih jelasnya disini.

Jadi, Yuk maksimalkan sumber protein dengan mengolah dan menyajikan makanannya secara tepat.

@nurlienda

#ODOPfor99days #day31

Referensi :
Djoko Sutopo, Ahli Gizi Senior

Advertisements

12 thoughts on “Penyebab Protein Tidak Dapat DICERNA

    • Kerusakan proteinnya karena suhu pemanasannya yang terlalu tinggi 🙂
      Sesekali mengonsumsi abon tidaklah masalah.. Tapi lebih baik konsumsi protein dengan cara yang tepat agar bisa dicerna oleh tubuh tentunya…

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Pertama | Family Nutrition

  2. Pingback: 7 Tips Gizi Pranikah untuk Wanita | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s