Stay Away from Hedonic Treadmill

Bismillah…
Pernahkah sahabat menggunakan treadmill ?
Bagaimana rasanya ?
Adakah perbedaan signifikan dibandingkan dengan jogging di alam terbuka ?
Treadmill alias berlari ditempat menghasilkan sensasi yang berbeda dengan jogging atau jalan santai.
Namun, bagaimana jika treadmill yang dimaksud ini berhubungan dengan kehidupan kita ?

Pernah mendengar istilah hedonic treadmill ?
Istilah hedonic treadmill ini mewakili nafsu manusia yang selalu ingin terus memiliki barang-barang (materi) mewah sejalan dengan peningkatan pendapatan manusia. Kelompok manusia ini seperti berjalan di atas treadmill. Terus berjalan tetapi tidak maju alias jalan di tempat. Kebahagian kelompok manusia ini tidak maju-maju karena nafsu akan kepemilikan barang-barang mewah tidak pernah terpuaskan. Bila keinginannya terwujud, awalnya bahagia namun beberapa hari kemudian biasa saja. Kebahagiaan orang ini stagnan sebab ekspektasi akan benda-benda materi terus meningkat sejalan dengan meningkatnya penghasilan.

Kenapa makin tinggi income seseorang, ternyata makin menurunkan peran uang dalam membentuk kebahagiaan?
Kajian-kajian dalam ilmu financial psychology menemukan jawabannya, yang kemudian dikenal dengan nama: “hedonic treadmill”.
Gampangnya, hedonic treadmill ini adalah seperti ini : saat gajimu 5 juta, semuanya habis. Saat gajimu naik 30 juta per bulan, eh semua habis juga.Kenapa begitu? Karena ekspektasi dan gaya hidupmu pasti ikut naik, sejalan dengan kenaikan penghasilanmu.
Dengan kata lain, nafsumu untuk membeli materi/barang mewah akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan income-mu. Itulah kenapa disebut hedonic treadmill: seperti berjalan diatas treadmill, kebahagiaanmu tidak maju-maju !
Nafsu materi tidak akan pernah terpuaskan.
Saat income 10 juta/bulan, mau naik Avanz*. Saat income 50 juta/bulan pengen berubah naik Alpha**. Itu salah satu contoh sempurna tentang jebakan hedonic treadmill.

Hedonic treadmill membuat ekspektasimu akan materi terus meningkat. Itulah kenapa kebahagiaanmu stagnan, meski income makin tinggi.

Stay Away from Hedonic Treadmill

Ada eksperimen menarik: Seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya 6 bulan setelah ia mendapat hadiah. Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah 5 milyar, level kebahagaiaan orang itu SAMA dengan sebelum ia menang undian berhadiah. Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi, apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill ? 

Lolos dari jebakan nafsu materi yang tidak pernah berujung ?

Terapkanlah gaya hidup yang bersahaja….
Sekeping gaya hidup yang tidak silau dengan gemerlap kemewahan materi.
Ubahlah orientasi hidup…

Semakin banyak berbagi, semakin banyak memberi kepada orang lain, teruji justru semakin membahagiakan…

Bukan-lah banyak mengumpulkan materi yang membuat kebahagiaanmu terpuaskan !
When enough is enough.

Kaya itu bukan harta.. tapi jiwa…

Kebahagiaan itu kadang sederhana…

Ketika masih bisa makan saat lapar, memeluk anggota keluarga yang sehat, tersenyum memulai hari hari, menyapa dan mengasih tip ke tukang sampah, lanjut membaca “makanan” spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berbakti untuk bangsa dan agama, maka betapa indahnya hidup ini !
Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya sobat…

Yuk jaga diri dan keluarga kita dari hedonic treadmill…

Tetaplah bersahaja, terus memberi dan berbagi….

Bagaimana denganmu, Adakah cara lain agar terhindar dari hedonic treadmill ?

Referensi :
Prof. Akhmaloka, mantan rektor ITB dan Jamil Azzaini

#ODOPfor99days #day39
@nurlienda

Advertisements

One thought on “Stay Away from Hedonic Treadmill

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Kedua | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s