EdukASI Kepada Para Penyintas Banjir Bandung Selatan Bagian 2

Bismillah…

Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) ketika bencana sering menjadi masalah tersendiri untuk para penyintas. Betapa tidak, seringkali anak sulit mendapatkan makanan yang sesuai dengan kebutuhannya. Makanan instan memang cenderung lebih mudah didapat…

Dapur umum telah didirikan, akan tetapi makanan yang disajikan kadang tak dapat disantap anak. Terlalu asin, pedas, bahkan terlalu keras sering dikeluhkan. Sebagian pasrah dengan kondisi yang ada, namun sebagian lain mengusahakan makanan yang dapat disantap putra/inya. Terkadang mie instan mentah menjadi makanan andalan ketika anak sulit makan. Hal ini yang temui kemarin di beberapa tempat pengungsian. So sad sebenarnya….

Lalu, Apa yang dapat kita lakukan ?

Pada saat berkunjung ke beberapa lokasi pengungsian, Saya sempat bertemu dengan salah satu ibu yang memiliki putra yang berusia 2,5 tahun dengan berat badan sekitar 8-9 kg. Dari berat yang begitu rendah dan masuk ke dalam status gizi sangat kurang… Tubuhnya yang kurus namun aktif bermain bersama kakak-kakaknya. Saya pun meminta izin untuk memberikan konseling gizi mengenai pemberian makan pada anak. Saya gali permasalahan yang tengah dihadapi Sang anak…

Ternyata anak ini hanya dapat mengonsumsi 1-2 sendok nasi dan 1 potong lauk dengan beberapa sendok sayur. Ia tidak menyukai buah dan dalam sehari bisa menghabiskan 2-3 kotak susu kemasan yang dijual bebas di sekitar pengungsian… Selain itu hobinya adalah jajan… Aneka jajanan berada tepat di pintu masuk posko pengungsian… Sungguh miris, ketika kondisi sulit.. Anak cenderung lebih banyak jajan daripada makan secara utuh…

EdukASI Kepada Para Penyintas Banjir Bandung Selatan Bagian 2

Kebetulan saya membawa pisang, setelah memberi sedikit pemahaman kepada anak dengan mengobrol ringan, saya tawarkan.. Apakah ia mau mencoba makan pisang ? Ia pun mengangguk.. Setelah membersihkan tangan sang anak, 1 buah pisang ambon pun mulai dilahapnya.. Memang tidak habis.. Tapi setidaknya ia telah menelan 1/2 buah pisang ambon ukuran sedang, alhamdulillah… Semoga ini jadi pembuka kepada sang anak maupun orang tua untuk tetap berusaha mengenalkan anekaragam makanan, walaupun pada awalnya sang anak menolak. Terkadang orangtua salah mengartikan bahwa anak tidak suka makan buah atau jenis makanan tertentu. Padahal, boleh jadi sang anak menolak karena ia belum kenal, belum pernah mencoba atau penampilannya yang kurang menarik perhatian dan selera…. Atau bahkan kedua orangtuanya pun tidak mengonsumsinya.. Anak mencontoh dan meniru apa yang dilakukan orangtuanya… Ia adalah peniru ulung….

Oleh karenanya, EdukASI dan konseling PMBA dibutuhkan oleh orangtua, bibi, nenek dan calon orangtua bahkan remaja sekalipun.. Karena ini merupakan salah satu ketrampilan dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar seorang anak…

Bagaimana denganmu, Sudahkan mulai belajar aneka keterampilan dasar ? 

@nurlienda

#ODOPfor99days #day54

Advertisements

One thought on “EdukASI Kepada Para Penyintas Banjir Bandung Selatan Bagian 2

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Kedua | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s