8 Kunci Utama dalam Menulis

Bismillah…

A writer need three things, experience, observation and imagination, any two of which at times any of which, can supply the lack of others-William Faulkner

Yuk Menulis (lagi). Mantra ajaibnya adalah Menulislah, Maka Kau akan menemukan dirimu. Sebuah potongan quotes yang jleb banget. Saya merasakannya, ketika kita menulis sesuatu yang bersumber dari ide dan pengalaman yang dialami, secara tak sadar itu langkah mengenali diri loh. Mengenali apa yang sedang dirasakan, dipikirkan dan yang ingin dibagikan…

Pernah dengar istilah writers marketing ?
Jika belum, saya mengenal istilah itu dalam buku Kang Arul yang membahas tentang writerpreneurship. Menurutnya writers marketing adalah perpaduan antara kemampuan writing dan aspek marketing yang dikombinasikan dengan kemampuan communication and promotion. Beliau membahas writer marketing ini pada bagian awal bukunya. Selain itu, ternyata Ada delapan kunci utama dalam menulis yaitu : 
1. Culture, sempat dibahas pada artikel sebelumnya 🙂
2. Consistency
Konsistensi merupakan komponen setelah bab kebiasaan. Konsistensi bermakna tak bergantung pada mood ataupun banyaknya sebab penulis tidak jaga konsistensi. Menjaga konsistensi dalam menghasilkan karya memerlukan komitmen, kedisiplinan, dan niat yang kuat.

8 Kunci Utama dalam Menulis

3. Concept
Ternyata ada 2 konsep yang harus dipilih bagi yang ingin menjadi penulis. Apakah menulis merupakan pekerjaan atau sekedar mengisi waktu luang ? Masing-masing jawaban memiliki konsekuensinya masing-masing. Nah, konsekuensi ini akan membentuk pola kebiasaan ketika berhadapan dengan calon naskahnya. Memilih untuk sekadar mengisi waktu luang berarti menulis dilakukan jika memiliki kesempatan diantara kesibukan. Tidak ada target utama untuk menyelesaikan satu naskah dalam 1 minggu atau 2 bulan.

Bekerja berarti menyesuaikan jadwal dan mengasah kemampuan untuk dapat lebih profesional. pekerjaan menuntut kita untuk menghindarkan gangguan2 yang ada dan mungkin akan muncul serta memberikan target. Sehingga hasil yang didapat sesuai ekspektasi atau harapan ketika memulai pekerjaan.

4. Creativity
Kreativits bersumber dari kemampuan 3M; melihat, merasakan dan menyatakan. Kreativitas berarti menciptakan peluang-peluang baru yang berasal dari diri. Sehingga sensibilitas patut diasah. Poin-poin untuk mengasah sensibilitas adalah rutin observasi, datangi pameran buku dan dapatkan katalog buku sebagai database alamat penerbitan, banyaknya judul dan jenis buku yang sudah diterbitkan. Kita juga dapat mengikuti komunitas kepenulisan, baik yang berupa pertemuan tatap muka maupun milis. Selain itu, kita pun dapat siapkan naskah dari berbagai genre (jika ingin lebih lebar peluangnya hehe) dan
bertemulah dengan pemegang kunci keputusan baik dari penerbit, redaksi media dengan hadir di launching buku, seminar atau langsung mendatangi kantornya.
5. Competency
6. Credibility
7. Client focus and
8. Client networking.

Nah, ke-8 komponen ini perlu kita perhatikan, pahami dan lakukan. Selain menjadi modal awal sebagai penulis juga jadi pijakan kita ketika tak tentu arah ups #curcol. Bagaimana denganmu, komponen apa yang belum tertera ?

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day83

Advertisements

4 thoughts on “8 Kunci Utama dalam Menulis

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Kedua | Family Nutrition

  2. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis) | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s