There is No FAIL

Bismillah…

FAIL sebuah kata yang mungkin sempat hadir ketika keinginan tak sejalan dengan harapan…

Sering kita diingatkan untuk bangkit dan terus bergerak ketika sedang berada dalam zona FAIL

Saya pun pernah mengalaminya…

Dahulu di suatu masa, ketika sedang meletup-letup semangat untuk melanjutkan kuliah…

Beragam upaya dilakukan untuk mendapat beasiswa… Mulai dari mengumpulkan berbagai informasi tempat kuliah yang memberikan beasiswa baik di dalam dan luar negeri… Mengikuti berbagai tahapan untuk apply jurusan yang diminati dan terkadang mengikuti seminar tentang melanjutkan studi dengan beasiswa…

Setahap demi setahap persyaratan untuk melanjutkan studi pun mulai dilengkapi… Mulai dari syarat sertifikat bahasa menggunakan tes TOEFL ITP hingga berulang kali karena mengandalkan belajar otodidak… Membuat essai tentang diri sendiri dan rencana studi hingga meminta rekomendasi dari dosen pembimbing skripsi…

Awal mula terjun menjadi pejuang beasiswa, saya coba untuk mengikuti seleksi pada sebuah kampus di negeri Taiwan. Berbekal informasi dari kakak kelas, saya pun mengirimkan aplikasi… Alhamdulillah.. saya diterima di kampus tersebut… Namun karena 1 dan lain hal saya tak dapat mengambil kesempatan tersebut…

Bagaimana perasaan saya saat itu ? 

Campur aduk, sedih sekaligus bahagia.. Sedih karena tak dapat melanjutkan studi di kampus yang diidam-idamkan namun ada rasa bahagia, karena saya menjadi salah seorang yang diterima dari beratus pelamar…

FAIL

mungkin itu yang orang lihat…

Tapi bagi saya, itu adalah titik tolak untuk lebih bersungguh-sungguh…

If you fail, never give up because F.A.I.L. means First Attempt In Learning. End is not the end, if fact E.N.D. means Effort Never Dies. If you get No as an answer, remember N.O. means Next Opportunity –Abdul Kalam

Setelah beberapa saat, saya pun mulai mencari celah untuk dapat melanjutkan studi. Berbekal googling dan bertanya.. Saya mengusahakan untuk melamar S2 dalam negeri yang memiliki program beasiswa, afiliasi DAAD. Sebuah jurusan yang mengharuskan berbahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya. Gelar yang diraih pun berupa gelar luar dan dalam negeri.. Padahal kuliahnya di Salemba… Menggiurkan… Tahapan seleksinya begitu ketat, tak hanya tes administrasi, tes tulis dan wawacara pun dilakukan… Wawancara yang bikin keringetan sepanjang sesi. Berasa sedang sidang… Tiga orang interviewer menggunakan bahasa inggris… Bertanya mulai dari pengalaman riset, aktivitas sehari-hari, cara mengatasi masalah ketika studi hingga rencana 5 tahun pasca lulus pun ditanyakan… What a complete session ! Sesi wawancara pun usai, agak pesimis dengan hasilnya tapi berpasrah hanya kepadaNya.. Toh selama dalam sesi itu, saya merasa sudah memberikan jawaban sebaik yang bisa saya lakukan, walau sempat agak terbata-bata dan menggunakan mixed language hihi

Satu bulan telah berlalu, dan penantian pengumuman aplikasi di kampus yang luar biasa itu pun siap diakses.. Komat-kamit berdoa sebelum melihat akun resminya.. Dan tadaaa… alhamdulillah lolos. Rasa senang seketika penuhi qalbu.. Segera kabari mama dan bapak… Itu yang ada di benak saya… Pada malam harinya, kami pun berdiskusi.. Tahun itu bertepatan dengan adik bungsu yang juga tengah menyiapkan diri untuk registrasi studi S1 di UNPAD. Saya sampaikan mengenai adanya celah mendapat beasiswa dari kampus.. Namun untuk jelasnya, saya perlu ke Jakarta… Menghadap ke bagian administrasi prodi dan ketua jurusan… Keesokan harinya, saya memberanikan diri sendiri untuk menemui mereka… Mengkonfirmasi mengenai beasiswa.. Setelah berbincang.. ternyata beasiswa itu bisa diberikan di semester 3…. Bukan di awal semester… Glek.. terbayang wajah adik yang juga tengah membutuhkan biaya bersamaan… Apalagi registrasi awal S2 di kampus ini memerlukan dana sekitar 27 juta… dan adik saya memerlukan sekitar 16 juta… Padahal bapak saya baru pensiun dan ibu seorang guru… Tak kuasa air mata menetes saat mendengar penjelasan tersebut. Pihak kampus menawarkan untuk menunda studi 1 tahun, untuk mencari beasiswa… Saya pun berusaha optimis dengan mengiyakan untuk menunda studi… Setelah sepakat dengan pihak kampus, saya pun berusaha lebih keras untuk mencari beasiswa… Tahun itu beasiswa LPDP perdana hadir, saya pun tertarik untuk melamar. Namun setelah mencari informasi lengkapnya mereka tidak mendanai bidang kesehatan…. Belum rezeki, itulah yang ada dalam benak saya. Kesempatan untuk melanjutkan studi pun terasa gagal alias FAIL di masa itu…

Putus asa ?

Tentu tidak… Sambil berusaha mendapatkan informasi mengenai beasiswa lanjutan, saya pun bekerja… Sayang rasanya jika waktu terbuang begitu saja dan larut dalam kesedihan… Pekerjaan dan aktivitas yang dijalani ini secara perlahan membuka jalan untuk menghidupkan kembali mimpi melanjutkan studi. Ya, di awal tahun 2015 saya mendapatkan informasi mengenai beasiswa LPDP untuk bidang kesehatan… Sebuah angin segar…. Namun persyaratan yang dulu siap, seiring berjalannya waktu menjadi kadaluarsa… Artinya saya harus memulai dari awal kembali… Menyiapkan sertifikat TOEFL ITP dengan skor yang telah ditentukan bukanlah hal yang mudah… Saya mengikuti hingga 3x tes loh… Meluangkan waktu di antara aktivitas bekerja untuk belajar bahasa inggris online itu merupakan ujian tersendiri… Ujian kesabaran dan ketekunan…. Mengumpulkan berbagai dokumen sebagai syarat awal beasiswa LPDP merupakan sebuah catatan perjalanan tersendiri… Pengalaman perdana mengikuti seleksi LPDP dan alhamdulillah lolos sebagai awardee. Berpadu dengan para awardee lain saat Persiapan Keberangkatan (PK-47) bersama kelompok BIMA adalah momen berharga…

There is No FAIL

There is No FAIL… Insya allah… Ketika diri yakin dengan kemampuan diri sendiri dan allah swt. Itulah yang saya rasakan dan alami…

So, saat sahabat berada dalam kondisi yang dianggap sebagai zona FAIL, segera bangkit…

F.A.I.L. means First Attempt In Learning. End is not the end, if fact E.N.D. means Effort Never Dies 

Bagaimana dengan pengalamanmu, Sobat ?

 

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day92

Advertisements

8 thoughts on “There is No FAIL

    • Allah swtlah yang luar biasa… Memberikan pengajarannya lewat berbagai cara… Semoga bisa berbagi tips dan triknya di masa YAD ya… Doakan agar kesempatan untuk melanjutkan studi kali ini diberkahi dan diridhoiNya 🙂
      Insya allah teh DC pun akan bisa menemukan jalan untuk peroleh beasiswa..
      Kuncinya berhusnudzon sama allah swt, berikan yang terbaik dalam kondisi apapun dan mari bantu orang lain yang membutuhkan, teh…

  1. Sgt menginspirasi Liend, sukses trus buat Lienda. Makasih info2 yg dikirim ya. kalo ada info2 terbaru tlg dibagi ya teehh, kirimin via email yaa, kpengen juga ih 😛

  2. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Kedua | Family Nutrition

  3. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis) | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s