Where there’s a will, there’s a way

Bismillah…

Alhamdulillah pagi ini masih diberikannya kesempatan untuk dapat melihat mentari di Jogja.. Sebuah cerita membuat saya kian terlecut untuk merefleksi diri.. Ya, hari ini adalah hari terakhir di Tahun 2016. Bagi sebagian orang, ini adalah momentum untuk bercermin. Untuk kembali melihat apa-apa yang telat dilakukan selama 364 hari yang lalu.. Bertafakur akan nikmat yang diberikan olehNya.. 

Saya sangat bersyukur, tahun ini allah swt Maha Baik.. Ia telah mempertemukan saya dengan orang-orang yang menginspirasi.. Orang-orang yang dengan kesederhanaannya terus berkhidmat kepadaMu.. Mencurahkan segala potensi untuk beribadah kepadaMu… 

Ya, Tahun ini bagiku adalah sebuah awalan baru.. di tempat yang baru.. Dan bagaikan sebuah pengingat diri, penutup tahun 2016 ini saya merasakan kembali sebuah pepatah : 

Where there’s a will, there’s a way

Saya memiliki project seumur hidup, menjadi Hafidzhoh, insya allah… Guna menjalankan project itu, saya yang masih terbata-bata membaca dan menghafalkan ayat-ayat Qur’an ingin belajar lebih… Tawaran mengikuti Camping Quran di UNS bak angin segar.. Agenda ini berlangsung sejak 30 December hingga 1 Januari 2017, insya allah… Ya, saya sangat ingin mengikuti nya.. 

Tanggal 30 December 2016, saya terjadwal mengikuti perkuliahan hingga pukul 15.00 wib. Waktu yang cukup mepet untuk berburu Tiket prameks Jogja-Solo jam 18. Dengan berbekal tekad yang kuat untuk ikut Camping Quran, saya pun ke stasiun tugu.. Di loket reservasi, terlihat antrian yang sangat panjang, padahal ini baru jam 15.50 wib. Saya pun memberanikan diri bertanya kepada petugas tentang tatacara pembelian tiket prameks, maklum ini pengalaman Perdana hehe.. 

Petugas informasi menyatakan bahwa tiket prameks jam 18 wib sudah habis. Antrian yang terjadi untuk pembelian tiket prameks jam 20 wib. Wah.. lumayan juga, saya pun ikut mengantri di loket 1 karena penjualan tiket dilakukan 3 jam sebelum berangkat, yang artinya, jam 17.15 baru bisa dilakukan… Berburu dalam antrian mulai pukul 16 wib pun saya lakoni, dengan harapan mendapatkannya.. Satu per satu mendapatkan tiketnya. Namun mengapa penjualannya begitu lambat ? Setelah mencari tau penyebabnya ternyata mesinnya tidak beroperasi optimal sehingga dilayani manual dengan menulis 1 per satu dan mengecek sisa kursi secara offline oleh petugas… Tinggal 5 antrian lagi, yeay… Dan ternyata… tiketnya habis… 

Rasa penasaran kian memuncak. Saya pun mendatangi bagian customer service, mencari informasi kereta lain menuju solo. Ia menyatakan tersedia 60 tiket kereta malioboro express jam 20.45 wib dan dijual pukul 18.45 wib dengan harga 35 ribu untuk kelas ekonomi dan 50 ribu eksekutif. Wah.. Harga tiketnya lumayan… Harus tetap antri dan tunggu lagi nih.. Setelah kehabisan tiket jam 17.50 wib, antri untuk 18.45 wib.. Bismillah, kita coba aja.. Tepat pukul 18.50 wib penjualan tiket via finnet (membayar uang cash menggunakan mesin operator) sudah bisa dilakukan. Saya pun membeli 2 tiket ekonomi, yang sesuai kantong..

Saya bergegas menuju kontrakan, tapi ini Jogja long weekend, kawan.. Jalanan padat merayap.. Ketika tiba di kontrakan, saya pun segera berkemas.. Dan memesan gojek.. Namun setelah ditunggu beberapa saat, aplikasinya tak beroperasi dengan baik. Saya pun memutuskan untuk mengendarai motor menuju stasiun tugu… Lalu lintas lebih padat daripada sebelumnya… Astagfirullah… Apa pun yang terjadi, saya pasrah… Setelah memarkirkan kendaraan yang jauh dari pintu masuk, ternyata kereta malioboro expressnya baru saja berangkat.. hiks3x

Sekembalinya ke kontrakan, saya berdiskusi tentang rencana lain menuju Solo, yakni menggunakan sepeda motor.. Ya, insya allah.. Bada shubuh, kita akan mengendarai motor, boncengan.. Begitulah rencananya.. Akan tetapi, partner saya membatalkan rencana itu.. Saya sangat ingin ikut Camping Quran.. Ya Allah, berilah jalan, batinku. Saya pun bersiap, jika memang ini rezekinya saya, saya akan bisa mengikuti nya.. Rencananya saya akan mencoba ke Stasiun Tugu, Barangkali masih tersisa tiket Prameks pukul 5.30 wib, jika tidak, saya akan bermotor ria, ke Solo..

Bismillah.. Saya kendarai motor milik sahabat di kontrakan, menuju Stasiun Tugu.. Bergegas menuju parkiran dan loket penjualan.. Petugasnya bilang masih ada tiket prameksnya.. alhamdulillah… Saya bisa ke ikut Camping Quran di Solo.. Alhamdulillah Ya Rabb.. Mudahkan perjalanan saya menyongsong cita-cita menjadi Hafidzhoh… Mohon doanya…

Dimana ada kemauan disana ada jalan, insya allah… La haula wala quwwata Illa billah
@nurlienda

#OneDayOnePost

#day99

Advertisements

One thought on “Where there’s a will, there’s a way

  1. Pingback: #ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis) | Family Nutrition

Komentar Sahabat, Penambah Semangat Saya :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s