Mengenal Obesitas dan Cara Mengatasinya

Bismillah

Kegemukan atau yang lebih sering dikenal dengan obesitas, banyak kita jumpai di sekitar kita…

Nah, bagi sahabat yang sedang mengalami kenaikan berat badan (BB) atau mempunyai berat badan berlebih hingga obesitas, perlu dicari tahu penyebabnya loh… Agar mudah mengatasinya…

Mungkin saat ini sedang on fire mengejar karir, kurang waktu untuk olahraga dan aktifitas fisik serta tergiur dengan aneka makanan yang mudah sekali didapatkan.

Jangan sampai tubuh ideal sewaktu masih berstatus mahasiswa berubah menjadi layaknya ibu hamil #ups atau seperti buah apel/pir berjalan ya…

Hari ini merupakan hari obesitas dunia #11oktober2017 loh…

Yuk kenali dan hindari tubuh berubah menjadi obesitas.

Rajinlah berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang!

Kenali dan cegah obesitas sejak dini

Jaga berat badan ideal untuk masa depan dan performa kerja yang optimal.

Jika ingin tahu status gizimu, obesitas atau normal silahkan diukur dengan memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT). Caranya ?

Mudah, masukkan angka timbangan dalam Kg yang dibagi dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan….

kenali dan cegah obesitas, indeks massa tubuhLalu bandingkan hasilnya pada gambar berikut ini :

kenali dan cegah obesitas

Hati-hati penggunaan obat-obatan untuk atasi obesitas karena obesitas juga dipengaruhi oleh hormon, salah satunya adalah leptin. Kadar leptin dalam serum yang berasal dari jaringan adiposa dapat mengindikasikan banyaknya timbunan lemak yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pada leptin akan mengakibatkan kebiasaan makan yang berlebihan sehingga terjadi obesitas. Leptin dapat bekerja secara sentral sebagai hormon metabolik melalui mekanisme umpan balik negatif untuk menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori melalui peningkatan aktivitas tubuh. Jika rencannaya mengonsumsi obat-obatan tertentu yang menekan kadar leptin dengan jumlah dan durasi penggunaan yang tak terkontrol, malah bisa berakibat buruk bagi kesehatan, nafsu makan pun menjadi tak terkontrol….

Lalu, Bagaimana cara menurunkan berat badan ?

  1. Konsumsi makanan pokok (nasi, roti, mie, kentang, bihun, dan lain-lain) menjadi ¼ – 1/2 dari biasanya
  2. Batasi bahkan hindari konsumsi karbohidrat sederhana (kue basah/kering, teh + gula, kopi + gula, sirup, es krim, gula-gula, dan aneka snack bergula lainnya)
  3. Ganti makanan cemilan (snack) dengan buah-buahan dan sayuran segar
  4. Perbanyak konsumsi sayur dan buah dari biasanya, minimal 5 porsi sehari
  5. Kurangi konsumsi dan penggunaan garam untuk mengurangi penyerapan glukosa oleh usus halus
  6. Batasi seminimal mungkin asupan lemak, minyak, santan. Say goodbye to gorengan, keripik dan kerupuk
  7. Disiplin olah raga untuk memutus siklus daur ulang melalui intensifikasi proses glikolisis dengan cara meningkatkan dan mengintensifkan aktivitas fisik, misalnya olah raga aerobik (jalan cepat, jogging, berenang, senam aerobic dan sebagainya). Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu akan dapat membongkar cadangan energi yaitu massa lemak tubuh. Dengan catatan frekuensi dan durasi aktivitas fisiknya teratur ya…. Sehingga massa lemak berkurang dan akan menurunkan berat badan. Bukan menurunkan berat badan lewat massa non-lemak separti cairan tubuh dan sebagainya yang sering dilakukan ketika mengonsumsi obat pelangsing.

@nurlienda

Advertisements

Mengenal Disleksia

Bismillah
Apa yang terlintas ketika mendengar tentang disleksia?

Mengenal Disleksia, deteksi dini

Disleksia (dalam bahasa Inggris: dyslexia) merupakan sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal. Akantetapi terdapat kesulitan-kesulitan lain dalam membaca namun tidak berhubungan dengan disleksia.

Bagaimana cara mengidentifikasi dini disleksia?
Identifikasi dini terdiri dari dua hal penting :
1. Mengidentifikasi anak yang memiliki kesulitan dalam belajar dan membaca/literasi
2. Memonitor dan mengobservasi anak yang nampak resisten terhadap intervensi yang diberikan sehingga jelas tampak tertinggal dibandingkan teman sebayanya.

4 hal penting yang harus diperhatikan dalam proses identifikasi kebutuhan khusus, yaitu :
1. Komunikasi dan Interaksi
2. Kognitif dan proses belajar
3. Perkembangan emosional dan mental
4. Kebutuhan fisik dan atau profil sensoris lain.

Karakteristik-karakteristik kesulitan yang nampak merupakan tanda potensial disleksia, yaitu :
• Kesulitan mengenali huruf dan bunyi huruf
• Kekurangtrampilan Short term memory dan working memory
• Lambat dalam memproses sesuatu informasi
• Kesulitan dalam mengeksekusi tugas dalam susunan/urutan yang benar
• Kekurangtrampilan kemampuan mengatur barang-barang atau mainan atau alat belajarnya
• Aspek genetik atau adanya riwayat disleksia dalam keluarga
• Ketidaktrampilan koordinasi motorik.

Faktor-faktor penting yang merupakan tanda risiko disleksia :
1. Ketrampilan auditori dan bahasa
a. Anak usia pra sekolah biasanya sudah mampu menyimak cerita/obrolan/dongeng sederhana, dan anak mampu menceritakannya kembali dalam urutan kisah yang tepat.
b. Anak disleksia biasanya kesulitan dalam menyimak dan kesulitan dalam menceritakan ulang sesuai dengan urutan yang tepat. Bisa jadi anak bercerita dimulai dari bagian tengah atau bagian akhir dari cerita tersebut.
2. Rhyming (sajak berima)
a. Anak pra sekolah sudah mampu bertukar informasi dengan melontarkan pertanyaan; anak mampu mengenali puisi sederhana yang berima dan menyadari hal-hal lucu jika sesuatu tidak berima seperti yang diharapkan.
b. Kegiatan yang bisa menunjukkan kemampuan ini adalah bernyanyi dan menghentakkan kaki sesuai dengan irama atau ketukan lagu, atau sambil bertepuk tangan sesuai dengan irama/ketukan lagu
c. Anak disleksia biasanya kesulitan mengikuti irama ketukan lagu, dan tidak sensitif terhadap rima dalam suatu puisi
3. Kosa kata
a. Anak pra sekolah sedang berkembang kemampuan pemahaman terhadap kosa kata.
b. Penelitian melaporkan bahwa kecukupan jumlah dan pemahaman kosa kata di usia pra sekolah merupakan modal utama yang baik bagi kelanjutan proses belajar membaca
c. Anak disleksia seringkali menunjukkan kemampuan pemahaman kosa kata yang lebih terbatas dibandingkan usianya
4. Phonological awareness
a. Phonological Awareness (PA) adalah kemampuan individu untuk membedakan unit suara terkecil dari suatu huruf.
b. Penelitian melaporkan bahwa gangguan PA di usia pra seolah merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian disleksia.

Knight, Day dan Patton-Terry (2009) mengatakan bahwa proses identifikasi di usia dini bukan semata-mata untuk melabel semua kasus yang sulit baca sebagai disleksia, namun perlu disadari bahwa kenyataannya di usia 3 tahun ini, sebagian anak sudah menunjukkan perilaku yang merepresentasikan bahwa kemampuan bahasa lisannya mengalami hambatan perkembangan, kemampuan phonological awarenessnya terganggu, kemampuan koordinasi motoriknya tidak sebaik usianya. Kasus-kasus inilah yang perlu dicermati, karena sebagian dari kasus-kasus tersebut ternyata memang penyandang disleksia, sementara yang lainnya adalah anak-anak yang membutuhkan intervensi tertentu sebelum akhirnya mereka mulai belajar membaca. Intinya, kedua kelompok kasus tersebut memang menunjukkan risiko kesulitan membaca.

Jadi, ini merupakan esensi dari identifikasi dini – bukan untuk melabel – namun untuk mengidentifikasi siapa anak yang berisiko memiliki kesulitan dalam literasi

#DyslexiaAwarenessMonth

Semoga dengan adanya tulisan ini kita lebih aware terhadap kondisi di sekitar kita…

@nurlienda

 

Referensi :
Dyslexia in The Early Year, Gavin Reid, 2017 yang diresumekan oleh Kristiantini Dewi

 

Mengenal Asma

Bismillah

Apa yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata asma?
Pernahkah sahabat melihat seseorang yang mengalami asma? Atau bahkan menjadi bagian dari penyandangnya? hehe

Sebenarnya, apakah Asma itu ?
Asma merupakan penyakit kronis pada paru-paru yang menyebabkan gangguan pernafasan seperti batuk, susah bernafas dan sesak.

Apa faktor risiko pencetus asma yang berhubungan dengan gizi ?
Diet tinggi kalori, GERD, alergi makanan dan sensitivitas terhadap makanan awetan.

Bagaimana cara mencegah faktor pencetus asma dari segi gizi ?
Terdapat beberapa bukti bahwa orang yang mengonsumsi diet yang tinggi akan vitamin C and E, beta-carotene (vitamin A), berbagai flavonoid, magnesium, selenium, dan asam lemak omega-3 memiliki risiko lebih rendah mengalami asma. Walaupun belum diketahui secara jelas hubungan antara zat gizi di atas terhadap asma, namun demikian nutrisi tetaplah menjadi salah satu faktor pendukung pencegahan asma loh.

Mengenal Asma, #WorldAsthmaDay

 

Kenapa ada #WorldAsthmaDay ?
Tujuannya meningkatkan kesadaran, perhatian dan dukungan terhadap asma. Wah, mulianya…
Yuk kita dukung dengan lebih aware terhadap lingkungan sekitar

@nurlienda

Referensi:
http://www.whathealth.com/awareness/event/worldasthmaday.html
http://www.webmd.com/asthma/guide/asthma-diet-what-you-should-know#1

5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Bismillah

Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dibanjiri berbagai produk impor. Layaknya surga makanan, semua ada disini… Memahami label makanan menjadi skill dasar untuk tetap sehat di tengah arus konsumerisme yang menghadang kita. Informasi penting seringkali kita lewatkan seperti kandungan bahan makanan dan informasi nilai gizi biasanya terdapat di bagian samping atau bagian belakang kemasan. Jika kita ingin menjadi konsumen yang sehat, yuk perhatikan 5 tips cerdas dalam membaca label makanan :

1. Kontrol asupan kalori
Kita dapat melihat kandungan kalori pada bagian takaran saji, dan energi total (calories). Cara mengontrol asupan kalori adalah dengan cara mengetahui kebutuhan energi dalam sehari. Batas konsumsi kalori per hari sekitar 1800-2500 kalori, dan kebutuhan kalori bisa bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitasnya ya… Untuk makanan yang mencantumkan energi dalam bentuk kilojoule (kJ), cukup kalikan nilai kilojoule tersebut dengan 4.2 (1 Joule = 4.2 Kalori).

Smart Tips:
Untuk snack, kita bisa konsumsi makanan yang per saji tidak lebih dari 100 kalori dan memiliki presentase lemak yang rendah. Hal ini perlu diterapkan jika Anda memiliki kelebihan berat badan…

2. Kontrol asupan lemak
Periksalah pada bagian Takaran Saji, Energi dari Lemak, dan nilai Lemak Total. Makanan atau minuman yang rendah lemak (kurang dari 2,5 gram lemak per saji) bisa jadi pilihan tepat. Pilih juga makanan yang rendah lemak jenuh karena lemak jenuh bisa menaikkan risiko stroke dan penyakit jantung. Makin rendah lemak jenuh, makin baik.

Smart Tips:
Rendah lemak belum tentu rendah kalori. Perhatikan juga total kalori dan total gulanya untuk cegah kelebihan kalori yang bisa diubah jadi lemak.

3. Kontrol asupan gula
Tidak hanya kadar lemak, jumlah gula dalam makanan juga perlu kita kontrol. Menurut DepKes RI, konsumsi gula yang ditambahkan dalam sehari sebaiknya tidak melebihi 25 gram atau setara 3-4 sendok makan. Tidak menemukan kata gula? Bisa jadi karena ditulis dengan nama lainnya, yaitu sukrosa. Label klaim adalah istilah yang digunakan untuk ucapan-ucapan seperti “glucose-free atau sodium-free!” (Yang berarti bahwa itu memiliki kurang dari 5 mg per porsi).

Smart Tips:
Pilih produk yang secara alami rendah gula, atau yang memiliki label ini:
No added sugar (tanpa tambahan gula): makanan tersebut tidak ditambahkan gula tetapi masih mengandung gula secara alami. Contoh: Jus buah, susu, yogurt.
Sugar free: Mengandung lebih sedikit dari 0,5 gram gula per saji. Contoh: permen bertuliskan sugar free

4. Kontrol asupan garam 

5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Garam memang tidak ditulis sebagai garam dalam label makanan. Karena itu, kita harus pintar-pintar membaca. Keep in mind, sodium atau natrium adalah nama lain dari garam. Selain bisa sebabkan tekanan darah tinggi, konsumsi garam berlebih juga bisa membuat tubuh terlihat “membulat” karena mengikat air. Batas konsumsi garam (dalam bentuk sodium atau natrium) yaitu 2300 mg per hari (setara 1 sendok teh). Untuk penderita hipertensi, disarankan batasi konsumsi sodium maksimal 1500 mg per hari (sekitar ½ sendok teh).

Smart Tips:

Rendah natrium (low sodium): Tiap sajian produk mengandung 140 mg natrium atau kurang.
Garam lebih sedikit (reduced, less sodium): Produk ini mengandung sedikitnya 25% natrium lebih sedikit daripada versi biasa.
Tanpa tambahan garam (unsalted, no salt added): Tidak ada garam yang ditambahkan selama pengolahan produk tersebut. Akan tetapi, makanan dengan label ini kemungkinan masih tinggi garam.

5. Tetap aktif dan produktif
Penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral. Makanan yang kaya vitamin dan mineral ampuh buat kita terus aktif dan produktif sepanjang hari. Selain dari buah dan sayur, kita bisa mendapatkan vitamin dan mineral dari produk makanan seperti salad buah, yogurt dan keju.

Smart Tips:
Pilih makanan atau minuman yang tinggi vitamin dan mineral, yaitu yang kadar % Angka Kecukupan Gizi (AKG)nya lebih dari 20%. Penjelasan lengkap mengenai AKG disini. Nilai % AKG menunjukkan seberapa banyak produk makanan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Contoh:  Sebuah susu kemasan mengandung kalsium 30% AKG (lebih dari 20%), berarti susu tersebut tinggi kalsium dan kandungan kalsiumnya bisa mencukupi 30% kebutuhan kalsium harian kita.

@nurlienda

Pengaruh Perubahan Iklim terkait Gizi dan Kesehatan di Kota Bandung

Bismillah

Perubahan iklim tengah terjadi di Indonesia dan Dunia. Perubahan iklim merupakan  perubahan pada kondisi cuaca dan iklim yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Perubahan iklim ini dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung, oleh berbagai aktivitas kehidupan manusia sehingga merubah komposisi atmosfer global. Aktivitas manusia yang menggunakan alat-alat elektronik dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti CO2, methana, chlorofluorocarbons (CFC). Peningkatan emisi gas rumah kaca diduga sebagai penyebab utama terjadinya perubahan iklim. Salah satu parameter terjadinya perubahan iklim adalah perubahan kondisi fisik, seperti kenaikan permukaan air laut, siklus hujan dan kemarau yang berubah-ubah. Perubahan kondisi fisik ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti aspek ekonomi, lingkungan, dan kesehatan.

Kota Bandung sebagai salah satu kota besar yang tengah berkembang pesat di Indonesia pun terkena dampak perubahan iklim, terjadinya banjir dan kemarau sebagai salah satu dampaknya. Banjir berdampak terhadap berbagai masalah kesehatan seperti terjadinya diare, penyebaran penyakit menular (dengue, tifoid, kolera, leptospirosis, filariasis), malnutrisi, kontaminasi makanan dan air serta akses air bersih yang terbatas. Penjelasan mengenai perubahan iklim dapat kita perhatikan dengan kerangka FAO (2016) sebagai berikut :

engaruh perubahan iklim terkait gizi dan kesehatan di Kota Bandung

Peningkatan emisi CO2 sebagai salah satu pencetus terjadinya perubahan iklim.  Perkembangan pemukiman yang pesat, penggunaan energi dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di Bandung menyebabkan peningkatan emisi CO2. Emisi primer dari bahan bakar memasak dan juga asap kendaraan berefek pada kesehatan terutama pada saluran pernafasan seperti ISPA, rhinitis alergi, asma dan pneumonia.

Perubahan iklim pun berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan, terutama yang berasal dari produk pertanian dan laut. Perubahan proses produksi pangan mempengaruhi keamanan pangan sebagai sebuah dampak terhadap mata pencaharian dan akses ke makanan. Bandung, saat ini memiliki kerawanan terjadinya banjir. Hal ini akan pengaruhi stabilitas dan akses kepada makanan terutama dalam hal pasokan bahan makanan.  Penurunan pasokan beras akan mengakibatkan penurunan konsumsi pada tingkat rumah tangga sehingga bila terjadi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan status gizi pada tingkat individu yang tentu akan berdampak pada kerentanan terhadap berbagai macam penyakit.

Berbagai upaya pendekatan perlu dilakukan untuk antisipasi dan atasi dampak perubahan iklim. Antisipasi berupa penyiapan arah dan strategi, program dan kebijakan dalam rangka menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim. Beberapa program yang penting untuk dilaksanakan diantaranya penyusunan strategi dan perencanaan pengembangan infrastruktur (terutama jaringan irigasi untuk daerah pemasok produk pertanian), evaluasi tata ruang untuk pengaturan lahan (penyesuaian jenis tanaman dengan daya dukung lahan), pengembangan sistem informasi dan peringatan dini banjir serta kekeringan, penyusunan dan penerapan peraturan perundangan mengenai tata guna lahan dan metode pengelolaan lahan.

Upaya adaptasi dapat dilakukan melalui pengembangan dan sinergisme dari sektor pertanian, peternakan, maupun kelautan, yang tahan terhadap perubahan iklim, baik saat ini maupun masa yang akan datang, Dengan melakukan berbagai upaya tersebut, diharapkan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat pun akan tetap terjaga.  Upaya yang kita dapat lakukan sebagai warga Bandung adalah bijak dalam penggunaan energi, alat elektronik, kendaraan bermotor dan bahan bakar perlu dilakukan oleh setiap orang dengan kesadaran penuh untuk hidup sehat produktif dan berkelanjutan.

Yuk lebih bijak dalam menggunakan berbagai fasilitas disekitar kita

 

Referensi :

  1. FAO, 2008. Climate Change and Food Security: A Framework Document, Rome
  1. FAO, 2016. Climate Change and Food Security: Risks and Responses
  1. Haryanto, Budi. 2009. Climate Change and Public Health in Indonesia Impacts and Adaptation. Austral Policy Forum, Nautilus Institute.
  1. Kementerian Pertanian RI, 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Jakarta. Available at: http://www.pertanian.go.id/dpi/downlot.php?file=pedum-adaptasi.pdf.
  1. WFP, 2012. Food Security and Climate Change, Jakarta.
  1. Yuniartanti, R.K., 2012. Migrasi VS Adaptasi sebagai Solusi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Perkotaan, pp.29–32.

 

@nurlienda

 

Film Iqro’, Ngaji baru Kaji

Bismillah
Sebuah kesempatan untuk hadir pada pemutaran Gala Premiere Film Iqro’ di TSM XXI muncul dalam notifikasi grup Blogger Bandung. Kesempatan emas untuk menonton film yang membuat saya penasaran di awal tahun 2017. Yippy, tepat 3 hari stay di Bandung dan saya mendapatkan kesempatan tersebut, alhamdulillah.. Saya dapat silaturahim sambil nonton hehehe…

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”-QS. Ali Imron ayat 190

Sebuah penggalan ayat yang sukses membuat saya merinding dan menjadi intro Film Iqro’, Petualangan Meraih Bintang. Film yang digarap Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy ini diperankan oleh berbagai artis kawakan Indonesia.

Film Iqro’ seolah menjadi tonggak baru film anak-anak dan keluarga di awal tahun 2017.

Aqila, seorang anak yang sangat menyukai ilmu sains ini ingin mengamati alam semesta di Observatorium Boscha sebagai tugas sekolahnya. Namun Aqila ini kurang memiliki minat untuk belajar al-quran. Ia pun meminta bantuan kepada kakeknya, Prof Wibowo (diperankan Cok Simbara) yang berprofesi astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Boscha, untuk menggunakan teropong bintang di Boscha. Sang kakek mengajukan satu syarat : “Aqila harus bisa membaca al-Quran”. Ngaji baru mengkaji ayat-ayat semesta… Itulah yang disampaikan kakek Wibowo kepada Aqila dan Aqila pun menyanggupinya…

Ketika berada di rumah kakeknya, Aqila bertemu dengan Ros. Ros merupakan putri dari pembantu kakeknya. Untuk mengisi waktu liburan, Aqila diajak mengikuti kegiatan di masjid yaitu ngaji bersama Kak Raudhah… Berbagai peristiwa saat ngaji dialami oleh Aqila. Mulai dari dijahili Faudzi, kesulitan mengaji hingga mengikuti festival iqro’. Konflik terjadi bukan hanya pada Aqila, namun pada kakek Wibowo dan keluarga.. Tawa segar tak luput mewarnai film iqro’ ketika Ayah Faudzi (Mike Lulock) dan Nenek Faudzi yang diperankan Meriam Bellina hadir pada beberapa scene.

Film iqro’ ini menghibur, menghanyutkan perasaan dan juga membuat saya beberapa kali menitikan air mata. Dan….. yang terpenting, film iqro’ mengingatkan diri akan pentingnya ngaji sebelum mengkaji… Film ini menambah motivasi untuk mempelajari Al Quran lebih intens lagi..  Lebih merutinkan membaca dan mengkaji maknanya serta kembali menempatkan Al Quran sebagai sumber ilmu yang diberikan olehNya… Pesan untuk senantiasa tawakal hanya kepadaNya pun sukses membuat saya tersedu….

Film iqro’ sebuah film alternatif untuk anak dan keluarga.
Sebuah film keluarga dengan mengkompilasikan sisi hiburan, tuntunan (edukasi) dan juga menginspirasi. Para orang tua hendaknya menonton film ini dan ajaklah pula putra-putrinya. Banyak hal yang dapat didiskusikan selain akan semakin mempererat hubungan keluarga, juga membuat kita berpikir kembali ke manakah arah parenting kita sebenarnya?

Saya sarankan untuk para pelajar dan pembelajar beserta para guru untuk menonton film ini. Film Iqro’ dapat mengingatkan bahwa Al Quran dan Sains itu tidak dapat dipisahkan. Kata kunci belajar adalah Bacalah. Membaca sebenarnya bukan hanya pada literatur dalam buku-buku, namun juga pada alam semesta.
Ngaji Al Quran, hakikatnya adalah mengkaji diri sendiri dan alam semesta secara beriringan tak terpisahkan.

Jika ditanya, maukah nonton Film Iqro’ lagi ?
Saya pasti akan jawab MAU… Sekalian ajak ponakan-ponakan.. Apalagi yang masuk pada usia pengayaan profesi, Film Iqro’ ini menggambarkan kehidupan astronom di Indonesia… Biar gak penasaran, ini trailer Film IQRO’nya

Film Iqro’ ini insya allah akan tayang serentak pada tanggal 26 Januari 2017 di Bioskop-bioskop terdekat, tepat pada saat saya milad #eh.. Jadi tunggu apalagi, silahkan ajak putra-putri, pasangan dan ponakan-ponakan untuk menontonnya…

film iqro' ngaji baru kaji

@nurlienda

#ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis)

Bismillah

Menulis adalah episode yang penuh warna,

Adakalanya waktu sangatlah terbatas, banyak hal yang ingin dituliskan namun terbatas waktu dan sumber daya…

Terkadang rasa malas pun hadir… Akses terbatas untuk membuka laptop, tidak adanya jaringan internet dan kesulitan membuka dokumentasi yang tercecer… Menjadi kendala yang signifikan bagi saya pribadi…

Namun demikian, ada rasa yang membuncah, ketika kita dapat menyampaikan apa-apa yang ada di benak kita.. Membuka sedikit tabir akan informasi yang ternyata dibutuhkan… Keterampilan menyampaikan rasa, mengolah kata dan meramu menjadi kalimat mudah cerna adalah sebuah proses… Proses yang akan terus bergulir dari waktu ke waktu.. Inilah kompilasi #OneDayOnePost putaran terakhir :
#day99 Where there’s a will, there’s a way
#day98 Amalan jemput jodoh terbaik
#day97 4 November
#day96 Belajar Menulis ala ABG 

#day95 Karena kematian adalah sebuah kepastian
#day94 Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia
#day93 4 Jenis Makanan Wajib Saat Sahur
#day92 There is No FAIL 
#day91 7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui 

#day90 4 Cara Latihan Mindfullness for Writing 
#day89 3 Alasan Mematikan Gadget Sebelum Tidur
#day88 Jogja, Destinasi Ilmu 
#day87 Cara Mudah Miliki Tabungan Emas Pegadaian
#day86 Arti Hari Pendidikan Nasional 

#day85 10 Model Cinta Keluarga Bahagia 
#day84 Cara Lezat Konsumsi Ubi Ungu
#day83 8 Kunci Utama dalam Menulis 
#day82 How To Solve The Biggest Problems With Nutrition
#day81 3 Aturan Menjadi Penulis Bagi Pemula 

#day80 7 Langkah Nyata pada Hari Bumi 
#day79 Mocaf vs terigu bagian kedua
#day78 5 Cara Mengolah Makanan saat Camping
#day77 Project Seumur Hidup
#day76 Why We Love Nutrition (And You Should, Too!)

#day75 Bentuk Pendidikan yang Hakiki
#day74 #ODOPfor99days Putaran Kedua
#day73 Global strategy on diet, physical activity and health
#day72 Cara Brainstorming Online untuk Hasilkan Banyak Ide 
#day71 3 Tips Gizi Pranikah untuk Pria 

Alhamdulillah.. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan pertandingan melawan diri sendiri…

Semua berproses dan tak ada yang abadi, kecuali dengan menuliskannya….

odopfor99days putaran ketiga perbaikan adalah abadi

Semoga rangkaian tulisan #ODOPfor99days ini bermanfaat…

@nurlienda