5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Bismillah

Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dibanjiri berbagai produk impor. Layaknya surga makanan, semua ada disini… Memahami label makanan menjadi skill dasar untuk tetap sehat di tengah arus konsumerisme yang menghadang kita. Informasi penting seringkali kita lewatkan seperti kandungan bahan makanan dan informasi nilai gizi biasanya terdapat di bagian samping atau bagian belakang kemasan. Jika kita ingin menjadi konsumen yang sehat, yuk perhatikan 5 tips cerdas dalam membaca label makanan :

1. Kontrol asupan kalori
Kita dapat melihat kandungan kalori pada bagian takaran saji, dan energi total (calories). Cara mengontrol asupan kalori adalah dengan cara mengetahui kebutuhan energi dalam sehari. Batas konsumsi kalori per hari sekitar 1800-2500 kalori, dan kebutuhan kalori bisa bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitasnya ya… Untuk makanan yang mencantumkan energi dalam bentuk kilojoule (kJ), cukup kalikan nilai kilojoule tersebut dengan 4.2 (1 Joule = 4.2 Kalori).

Smart Tips:
Untuk snack, kita bisa konsumsi makanan yang per saji tidak lebih dari 100 kalori dan memiliki presentase lemak yang rendah. Hal ini perlu diterapkan jika Anda memiliki kelebihan berat badan…

2. Kontrol asupan lemak
Periksalah pada bagian Takaran Saji, Energi dari Lemak, dan nilai Lemak Total. Makanan atau minuman yang rendah lemak (kurang dari 2,5 gram lemak per saji) bisa jadi pilihan tepat. Pilih juga makanan yang rendah lemak jenuh karena lemak jenuh bisa menaikkan risiko stroke dan penyakit jantung. Makin rendah lemak jenuh, makin baik.

Smart Tips:
Rendah lemak belum tentu rendah kalori. Perhatikan juga total kalori dan total gulanya untuk cegah kelebihan kalori yang bisa diubah jadi lemak.

3. Kontrol asupan gula
Tidak hanya kadar lemak, jumlah gula dalam makanan juga perlu kita kontrol. Menurut DepKes RI, konsumsi gula yang ditambahkan dalam sehari sebaiknya tidak melebihi 25 gram atau setara 3-4 sendok makan. Tidak menemukan kata gula? Bisa jadi karena ditulis dengan nama lainnya, yaitu sukrosa. Label klaim adalah istilah yang digunakan untuk ucapan-ucapan seperti “glucose-free atau sodium-free!” (Yang berarti bahwa itu memiliki kurang dari 5 mg per porsi).

Smart Tips:
Pilih produk yang secara alami rendah gula, atau yang memiliki label ini:
No added sugar (tanpa tambahan gula): makanan tersebut tidak ditambahkan gula tetapi masih mengandung gula secara alami. Contoh: Jus buah, susu, yogurt.
Sugar free: Mengandung lebih sedikit dari 0,5 gram gula per saji. Contoh: permen bertuliskan sugar free

4. Kontrol asupan garam 

5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Garam memang tidak ditulis sebagai garam dalam label makanan. Karena itu, kita harus pintar-pintar membaca. Keep in mind, sodium atau natrium adalah nama lain dari garam. Selain bisa sebabkan tekanan darah tinggi, konsumsi garam berlebih juga bisa membuat tubuh terlihat “membulat” karena mengikat air. Batas konsumsi garam (dalam bentuk sodium atau natrium) yaitu 2300 mg per hari (setara 1 sendok teh). Untuk penderita hipertensi, disarankan batasi konsumsi sodium maksimal 1500 mg per hari (sekitar ½ sendok teh).

Smart Tips:

Rendah natrium (low sodium): Tiap sajian produk mengandung 140 mg natrium atau kurang.
Garam lebih sedikit (reduced, less sodium): Produk ini mengandung sedikitnya 25% natrium lebih sedikit daripada versi biasa.
Tanpa tambahan garam (unsalted, no salt added): Tidak ada garam yang ditambahkan selama pengolahan produk tersebut. Akan tetapi, makanan dengan label ini kemungkinan masih tinggi garam.

5. Tetap aktif dan produktif
Penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral. Makanan yang kaya vitamin dan mineral ampuh buat kita terus aktif dan produktif sepanjang hari. Selain dari buah dan sayur, kita bisa mendapatkan vitamin dan mineral dari produk makanan seperti salad buah, yogurt dan keju.

Smart Tips:
Pilih makanan atau minuman yang tinggi vitamin dan mineral, yaitu yang kadar % Angka Kecukupan Gizi (AKG)nya lebih dari 20%. Penjelasan lengkap mengenai AKG disini. Nilai % AKG menunjukkan seberapa banyak produk makanan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Contoh:  Sebuah susu kemasan mengandung kalsium 30% AKG (lebih dari 20%), berarti susu tersebut tinggi kalsium dan kandungan kalsiumnya bisa mencukupi 30% kebutuhan kalsium harian kita.

@nurlienda

Pengaruh Perubahan Iklim terkait Gizi dan Kesehatan di Kota Bandung

Bismillah

Perubahan iklim tengah terjadi di Indonesia dan Dunia. Perubahan iklim merupakan  perubahan pada kondisi cuaca dan iklim yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Perubahan iklim ini dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung, oleh berbagai aktivitas kehidupan manusia sehingga merubah komposisi atmosfer global. Aktivitas manusia yang menggunakan alat-alat elektronik dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti CO2, methana, chlorofluorocarbons (CFC). Peningkatan emisi gas rumah kaca diduga sebagai penyebab utama terjadinya perubahan iklim. Salah satu parameter terjadinya perubahan iklim adalah perubahan kondisi fisik, seperti kenaikan permukaan air laut, siklus hujan dan kemarau yang berubah-ubah. Perubahan kondisi fisik ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti aspek ekonomi, lingkungan, dan kesehatan.

Kota Bandung sebagai salah satu kota besar yang tengah berkembang pesat di Indonesia pun terkena dampak perubahan iklim, terjadinya banjir dan kemarau sebagai salah satu dampaknya. Banjir berdampak terhadap berbagai masalah kesehatan seperti terjadinya diare, penyebaran penyakit menular (dengue, tifoid, kolera, leptospirosis, filariasis), malnutrisi, kontaminasi makanan dan air serta akses air bersih yang terbatas. Penjelasan mengenai perubahan iklim dapat kita perhatikan dengan kerangka FAO (2016) sebagai berikut :

engaruh perubahan iklim terkait gizi dan kesehatan di Kota Bandung

Peningkatan emisi CO2 sebagai salah satu pencetus terjadinya perubahan iklim.  Perkembangan pemukiman yang pesat, penggunaan energi dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di Bandung menyebabkan peningkatan emisi CO2. Emisi primer dari bahan bakar memasak dan juga asap kendaraan berefek pada kesehatan terutama pada saluran pernafasan seperti ISPA, rhinitis alergi, asma dan pneumonia.

Perubahan iklim pun berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan, terutama yang berasal dari produk pertanian dan laut. Perubahan proses produksi pangan mempengaruhi keamanan pangan sebagai sebuah dampak terhadap mata pencaharian dan akses ke makanan. Bandung, saat ini memiliki kerawanan terjadinya banjir. Hal ini akan pengaruhi stabilitas dan akses kepada makanan terutama dalam hal pasokan bahan makanan.  Penurunan pasokan beras akan mengakibatkan penurunan konsumsi pada tingkat rumah tangga sehingga bila terjadi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan status gizi pada tingkat individu yang tentu akan berdampak pada kerentanan terhadap berbagai macam penyakit.

Berbagai upaya pendekatan perlu dilakukan untuk antisipasi dan atasi dampak perubahan iklim. Antisipasi berupa penyiapan arah dan strategi, program dan kebijakan dalam rangka menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim. Beberapa program yang penting untuk dilaksanakan diantaranya penyusunan strategi dan perencanaan pengembangan infrastruktur (terutama jaringan irigasi untuk daerah pemasok produk pertanian), evaluasi tata ruang untuk pengaturan lahan (penyesuaian jenis tanaman dengan daya dukung lahan), pengembangan sistem informasi dan peringatan dini banjir serta kekeringan, penyusunan dan penerapan peraturan perundangan mengenai tata guna lahan dan metode pengelolaan lahan.

Upaya adaptasi dapat dilakukan melalui pengembangan dan sinergisme dari sektor pertanian, peternakan, maupun kelautan, yang tahan terhadap perubahan iklim, baik saat ini maupun masa yang akan datang, Dengan melakukan berbagai upaya tersebut, diharapkan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat pun akan tetap terjaga.  Upaya yang kita dapat lakukan sebagai warga Bandung adalah bijak dalam penggunaan energi, alat elektronik, kendaraan bermotor dan bahan bakar perlu dilakukan oleh setiap orang dengan kesadaran penuh untuk hidup sehat produktif dan berkelanjutan.

Yuk lebih bijak dalam menggunakan berbagai fasilitas disekitar kita

 

Referensi :

  1. FAO, 2008. Climate Change and Food Security: A Framework Document, Rome
  1. FAO, 2016. Climate Change and Food Security: Risks and Responses
  1. Haryanto, Budi. 2009. Climate Change and Public Health in Indonesia Impacts and Adaptation. Austral Policy Forum, Nautilus Institute.
  1. Kementerian Pertanian RI, 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Jakarta. Available at: http://www.pertanian.go.id/dpi/downlot.php?file=pedum-adaptasi.pdf.
  1. WFP, 2012. Food Security and Climate Change, Jakarta.
  1. Yuniartanti, R.K., 2012. Migrasi VS Adaptasi sebagai Solusi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Perkotaan, pp.29–32.

 

@nurlienda

 

Film Iqro’, Ngaji baru Kaji

Bismillah
Sebuah kesempatan untuk hadir pada pemutaran Gala Premiere Film Iqro’ di TSM XXI muncul dalam notifikasi grup Blogger Bandung. Kesempatan emas untuk menonton film yang membuat saya penasaran di awal tahun 2017. Yippy, tepat 3 hari stay di Bandung dan saya mendapatkan kesempatan tersebut, alhamdulillah.. Saya dapat silaturahim sambil nonton hehehe…

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”-QS. Ali Imron ayat 190

Sebuah penggalan ayat yang sukses membuat saya merinding dan menjadi intro Film Iqro’, Petualangan Meraih Bintang. Film yang digarap Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy ini diperankan oleh berbagai artis kawakan Indonesia.

Film Iqro’ seolah menjadi tonggak baru film anak-anak dan keluarga di awal tahun 2017.

Aqila, seorang anak yang sangat menyukai ilmu sains ini ingin mengamati alam semesta di Observatorium Boscha sebagai tugas sekolahnya. Namun Aqila ini kurang memiliki minat untuk belajar al-quran. Ia pun meminta bantuan kepada kakeknya, Prof Wibowo (diperankan Cok Simbara) yang berprofesi astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Boscha, untuk menggunakan teropong bintang di Boscha. Sang kakek mengajukan satu syarat : “Aqila harus bisa membaca al-Quran”. Ngaji baru mengkaji ayat-ayat semesta… Itulah yang disampaikan kakek Wibowo kepada Aqila dan Aqila pun menyanggupinya…

Ketika berada di rumah kakeknya, Aqila bertemu dengan Ros. Ros merupakan putri dari pembantu kakeknya. Untuk mengisi waktu liburan, Aqila diajak mengikuti kegiatan di masjid yaitu ngaji bersama Kak Raudhah… Berbagai peristiwa saat ngaji dialami oleh Aqila. Mulai dari dijahili Faudzi, kesulitan mengaji hingga mengikuti festival iqro’. Konflik terjadi bukan hanya pada Aqila, namun pada kakek Wibowo dan keluarga.. Tawa segar tak luput mewarnai film iqro’ ketika Ayah Faudzi (Mike Lulock) dan Nenek Faudzi yang diperankan Meriam Bellina hadir pada beberapa scene.

Film iqro’ ini menghibur, menghanyutkan perasaan dan juga membuat saya beberapa kali menitikan air mata. Dan….. yang terpenting, film iqro’ mengingatkan diri akan pentingnya ngaji sebelum mengkaji… Film ini menambah motivasi untuk mempelajari Al Quran lebih intens lagi..  Lebih merutinkan membaca dan mengkaji maknanya serta kembali menempatkan Al Quran sebagai sumber ilmu yang diberikan olehNya… Pesan untuk senantiasa tawakal hanya kepadaNya pun sukses membuat saya tersedu….

Film iqro’ sebuah film alternatif untuk anak dan keluarga.
Sebuah film keluarga dengan mengkompilasikan sisi hiburan, tuntunan (edukasi) dan juga menginspirasi. Para orang tua hendaknya menonton film ini dan ajaklah pula putra-putrinya. Banyak hal yang dapat didiskusikan selain akan semakin mempererat hubungan keluarga, juga membuat kita berpikir kembali ke manakah arah parenting kita sebenarnya?

Saya sarankan untuk para pelajar dan pembelajar beserta para guru untuk menonton film ini. Film Iqro’ dapat mengingatkan bahwa Al Quran dan Sains itu tidak dapat dipisahkan. Kata kunci belajar adalah Bacalah. Membaca sebenarnya bukan hanya pada literatur dalam buku-buku, namun juga pada alam semesta.
Ngaji Al Quran, hakikatnya adalah mengkaji diri sendiri dan alam semesta secara beriringan tak terpisahkan.

Jika ditanya, maukah nonton Film Iqro’ lagi ?
Saya pasti akan jawab MAU… Sekalian ajak ponakan-ponakan.. Apalagi yang masuk pada usia pengayaan profesi, Film Iqro’ ini menggambarkan kehidupan astronom di Indonesia… Biar gak penasaran, ini trailer Film IQRO’nya

Film Iqro’ ini insya allah akan tayang serentak pada tanggal 26 Januari 2017 di Bioskop-bioskop terdekat, tepat pada saat saya milad #eh.. Jadi tunggu apalagi, silahkan ajak putra-putri, pasangan dan ponakan-ponakan untuk menontonnya…

film iqro' ngaji baru kaji

@nurlienda

#ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis)

Bismillah

Menulis adalah episode yang penuh warna,

Adakalanya waktu sangatlah terbatas, banyak hal yang ingin dituliskan namun terbatas waktu dan sumber daya…

Terkadang rasa malas pun hadir… Akses terbatas untuk membuka laptop, tidak adanya jaringan internet dan kesulitan membuka dokumentasi yang tercecer… Menjadi kendala yang signifikan bagi saya pribadi…

Namun demikian, ada rasa yang membuncah, ketika kita dapat menyampaikan apa-apa yang ada di benak kita.. Membuka sedikit tabir akan informasi yang ternyata dibutuhkan… Keterampilan menyampaikan rasa, mengolah kata dan meramu menjadi kalimat mudah cerna adalah sebuah proses… Proses yang akan terus bergulir dari waktu ke waktu.. Inilah kompilasi #OneDayOnePost putaran terakhir :
#day99 Where there’s a will, there’s a way
#day98 Amalan jemput jodoh terbaik
#day97 4 November
#day96 Belajar Menulis ala ABG 

#day95 Karena kematian adalah sebuah kepastian
#day94 Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia
#day93 4 Jenis Makanan Wajib Saat Sahur
#day92 There is No FAIL 
#day91 7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui 

#day90 4 Cara Latihan Mindfullness for Writing 
#day89 3 Alasan Mematikan Gadget Sebelum Tidur
#day88 Jogja, Destinasi Ilmu 
#day87 Cara Mudah Miliki Tabungan Emas Pegadaian
#day86 Arti Hari Pendidikan Nasional 

#day85 10 Model Cinta Keluarga Bahagia 
#day84 Cara Lezat Konsumsi Ubi Ungu
#day83 8 Kunci Utama dalam Menulis 
#day82 How To Solve The Biggest Problems With Nutrition
#day81 3 Aturan Menjadi Penulis Bagi Pemula 

#day80 7 Langkah Nyata pada Hari Bumi 
#day79 Mocaf vs terigu bagian kedua
#day78 5 Cara Mengolah Makanan saat Camping
#day77 Project Seumur Hidup
#day76 Why We Love Nutrition (And You Should, Too!)

#day75 Bentuk Pendidikan yang Hakiki
#day74 #ODOPfor99days Putaran Kedua
#day73 Global strategy on diet, physical activity and health
#day72 Cara Brainstorming Online untuk Hasilkan Banyak Ide 
#day71 3 Tips Gizi Pranikah untuk Pria 

Alhamdulillah.. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan pertandingan melawan diri sendiri…

Semua berproses dan tak ada yang abadi, kecuali dengan menuliskannya….

odopfor99days putaran ketiga perbaikan adalah abadi

Semoga rangkaian tulisan #ODOPfor99days ini bermanfaat…

@nurlienda

Where there’s a will, there’s a way

Bismillah…

Alhamdulillah pagi ini masih diberikannya kesempatan untuk dapat melihat mentari di Jogja.. Sebuah cerita membuat saya kian terlecut untuk merefleksi diri.. Ya, hari ini adalah hari terakhir di Tahun 2016. Bagi sebagian orang, ini adalah momentum untuk bercermin. Untuk kembali melihat apa-apa yang telat dilakukan selama 364 hari yang lalu.. Bertafakur akan nikmat yang diberikan olehNya.. 

Saya sangat bersyukur, tahun ini allah swt Maha Baik.. Ia telah mempertemukan saya dengan orang-orang yang menginspirasi.. Orang-orang yang dengan kesederhanaannya terus berkhidmat kepadaMu.. Mencurahkan segala potensi untuk beribadah kepadaMu… 

Ya, Tahun ini bagiku adalah sebuah awalan baru.. di tempat yang baru.. Dan bagaikan sebuah pengingat diri, penutup tahun 2016 ini saya merasakan kembali sebuah pepatah : 

Where there’s a will, there’s a way

Saya memiliki project seumur hidup, menjadi Hafidzhoh, insya allah… Guna menjalankan project itu, saya yang masih terbata-bata membaca dan menghafalkan ayat-ayat Qur’an ingin belajar lebih… Tawaran mengikuti Camping Quran di UNS bak angin segar.. Agenda ini berlangsung sejak 30 December hingga 1 Januari 2017, insya allah… Ya, saya sangat ingin mengikuti nya.. 

Tanggal 30 December 2016, saya terjadwal mengikuti perkuliahan hingga pukul 15.00 wib. Waktu yang cukup mepet untuk berburu Tiket prameks Jogja-Solo jam 18. Dengan berbekal tekad yang kuat untuk ikut Camping Quran, saya pun ke stasiun tugu.. Di loket reservasi, terlihat antrian yang sangat panjang, padahal ini baru jam 15.50 wib. Saya pun memberanikan diri bertanya kepada petugas tentang tatacara pembelian tiket prameks, maklum ini pengalaman Perdana hehe.. 

Petugas informasi menyatakan bahwa tiket prameks jam 18 wib sudah habis. Antrian yang terjadi untuk pembelian tiket prameks jam 20 wib. Wah.. lumayan juga, saya pun ikut mengantri di loket 1 karena penjualan tiket dilakukan 3 jam sebelum berangkat, yang artinya, jam 17.15 baru bisa dilakukan… Berburu dalam antrian mulai pukul 16 wib pun saya lakoni, dengan harapan mendapatkannya.. Satu per satu mendapatkan tiketnya. Namun mengapa penjualannya begitu lambat ? Setelah mencari tau penyebabnya ternyata mesinnya tidak beroperasi optimal sehingga dilayani manual dengan menulis 1 per satu dan mengecek sisa kursi secara offline oleh petugas… Tinggal 5 antrian lagi, yeay… Dan ternyata… tiketnya habis… 

Rasa penasaran kian memuncak. Saya pun mendatangi bagian customer service, mencari informasi kereta lain menuju solo. Ia menyatakan tersedia 60 tiket kereta malioboro express jam 20.45 wib dan dijual pukul 18.45 wib dengan harga 35 ribu untuk kelas ekonomi dan 50 ribu eksekutif. Wah.. Harga tiketnya lumayan… Harus tetap antri dan tunggu lagi nih.. Setelah kehabisan tiket jam 17.50 wib, antri untuk 18.45 wib.. Bismillah, kita coba aja.. Tepat pukul 18.50 wib penjualan tiket via finnet (membayar uang cash menggunakan mesin operator) sudah bisa dilakukan. Saya pun membeli 2 tiket ekonomi, yang sesuai kantong..

Saya bergegas menuju kontrakan, tapi ini Jogja long weekend, kawan.. Jalanan padat merayap.. Ketika tiba di kontrakan, saya pun segera berkemas.. Dan memesan gojek.. Namun setelah ditunggu beberapa saat, aplikasinya tak beroperasi dengan baik. Saya pun memutuskan untuk mengendarai motor menuju stasiun tugu… Lalu lintas lebih padat daripada sebelumnya… Astagfirullah… Apa pun yang terjadi, saya pasrah… Setelah memarkirkan kendaraan yang jauh dari pintu masuk, ternyata kereta malioboro expressnya baru saja berangkat.. hiks3x

Sekembalinya ke kontrakan, saya berdiskusi tentang rencana lain menuju Solo, yakni menggunakan sepeda motor.. Ya, insya allah.. Bada shubuh, kita akan mengendarai motor, boncengan.. Begitulah rencananya.. Akan tetapi, partner saya membatalkan rencana itu.. Saya sangat ingin ikut Camping Quran.. Ya Allah, berilah jalan, batinku. Saya pun bersiap, jika memang ini rezekinya saya, saya akan bisa mengikuti nya.. Rencananya saya akan mencoba ke Stasiun Tugu, Barangkali masih tersisa tiket Prameks pukul 5.30 wib, jika tidak, saya akan bermotor ria, ke Solo..

Bismillah.. Saya kendarai motor milik sahabat di kontrakan, menuju Stasiun Tugu.. Bergegas menuju parkiran dan loket penjualan.. Petugasnya bilang masih ada tiket prameksnya.. alhamdulillah… Saya bisa ke ikut Camping Quran di Solo.. Alhamdulillah Ya Rabb.. Mudahkan perjalanan saya menyongsong cita-cita menjadi Hafidzhoh… Mohon doanya…

Dimana ada kemauan disana ada jalan, insya allah… La haula wala quwwata Illa billah
@nurlienda

#OneDayOnePost

#day99

Belajar Menulis ala ABG

Bismillah

Menjadi ‘ABG’ itu asyik loh…

Periode ABG yang merupakan masa-masa paling menantang, cari jati diri  dan serba ingin tau.. Nah, masa-masa ABG bisa dijadikan metafora untuk menulis loh dengan cara Aktif, Baca, Gaul.

Ya, jika ingin menulis… Kita pun harus “aktif”. Ya, seaktif-aktifnya, dalam berbagai kegiatan. Hadirilah berbagai pertemuan-pertemuan seperti seminar, workshop, diskusi, pertunjukan seni maupun acara-acara di sekitar kita, dan jangan sungkan-sungan menunjuk tangan jika ingin bertanya. Sudah tidak zamannya untuk takut-takut seperti masa sekolahan; duduk paling belakang sebab takut disuruh guru mengerjakan tugas di depan. Aktifnya diri akan melapangkan jejaring dan ikatan persaudaraan. Kita akan mudah beradaptasi, kapan pun dan dimana pun, selain itu kita akan terlatih dalam situasi dan kondisi apa pun yang kelak akan berguna ketika menjadi penulis.

“Baca” sudah pasti, dan ini paling klasik di dunia tulis-menulis. Para penulis selalu mewanti-wanti, kalau mau jadi penulis jadi pembacalah terlebih dahulu. Kalau nggak mau baca, kamu tetap bisa menulis, tapi tulisanmu garing, tidak bersumber dari pengetahuan yang dimiliki. Orang yang membaca saja tanpa menulis, sama seperti orang memasukkan makanan terus menerus ke tubuhnya, lama-lama perutnya kembung. Tidak ada pengeluaran dari tubuhnya. Kalau menulis saja tidak membaca, persis mengeluarkan sesuatu dari tubuh terus menerus tanpa isi ulang. Bacalah berbagai sumber tulisan; buku, koran, majalah, tulisan-tulisan di internet, iklan-iklan di jalanan, dan segala huruf yang kamu temukan yang bisa dibaca!

 

belajar menulis ala abg

Jadilah anak “gaul”. Kumpulkan banyak teman. Bukan hanya teman yang senasib, tapi jadikan teman-teman lain yang nasibnya lebih baik darimu. Kalau temanmu senasib, ya nasibmu bakal begitu-begitu saja, tidak ada perubahan. Tapi jika teman nasibnya lebih baik darimu, kamu akan dapat menjadikan dirinya sumber inspirasi dan motivasi bagimu untuk hidup lebih baik….

Menulis itu butuh proses. Kita yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa hari ini, jika terus belajar dan berusaha, kelak akan menjadi apa-apa dan menjadi siapa. Bahkan, jika kamu bersungguh-sungguh, karya dan prestasi kita akan melampaui karya dan prestasi teman-teman. Kita bisa membuktikannya kok. Berjuanglah!

Ingatlah bahwa sebaik-baik teman adalah yang mau menunjukkan jalan, memberi tahu kelemahan dan kekurangan karyamu, bukan sekadar memuji setinggi langit hingga membuatmu lupa bahwa kakimu menginjak bumi…

Menulis adalah pekerjaan jangka panjang dan kita tidak boleh menunda-nundanya

Semakin lama kita menunda, maka mimpi untuk menjadi penulis yang sudah didamba, boleh jadi tidak akan pernah ada.

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day96

Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia

Bismillah

Prevalensi merokok di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2013, proporsi penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 36.3%. Proporsi merokok ini mengalami kenaikan sebanyak 2.1% dari proporsi merokok tahun 2007 34.2 %. Perilaku merokok ini dilakukan juga oleh remaja awal sebagai perokok pemula. Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, prevalensi merokok di Indonesia sebesar 36% laki-laki dan 4,3% perempuan usia 10 tahun ke atas yang diklasifikasikan sebagai perokok, menempati salah satu urutan tertinggi di dunia. Perilaku merokok yang tinggi ini nampaknya tidak terpengaruh oleh himbauan tentang bahaya rokok yang tertera di kemasannya.

Mayoritas perokok di Indonesia adalah kalangan miskin, kelompok masyarakat yang tidak bekerja (9.9%) dan kelompok masyarakat berdaya ekonomi rendah, seperti buruh, petani, atau nelayan (32.3%). Tidak mengherankan bila fakta membuktikan bahwa pengeluaran yang tinggi untuk rokok pada keluarga miskin telah mengesampingkan hak anggota keluarga (terutama ibu dan anak) untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sehingga pengeluaran rumah tangga untuk rokok mereduksi pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Masyarakat yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi pada kejadian morbiditas dan mortalitas akibat penyakit degeneratif, sehingga produktivitas kerja akan berkurang dan berdampak pada pendapatan mereka.

Kita dapat berperan dalam pengendalian rokok berupa :
1. Advokasi
Pengendalian rokok memerlukan advokasi lintas sektor, bukan hanya ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya namun memerlukan advokasi pada lembaga-lembaga terkait, organisasi masyarakat, pihak swasta dan industri tembakau. Ahli gizi dapat melakukan advokasi baik berupa media cetak maupun pertemuan-pertemuan formal dan non-formal serta mendukung dalam penyusunan kebijakan.

2. Promosi Kesehatan
Multilevel promosi kesehatan dapat dilakukan bersama komunitas dan organisasi, bersinergi dengan tenaga promkes pada level Puskesmas, Rumah Sakit maupun Dinas Kesehatan. Selain itu secara individu maupun institusi, ahli gizi dapat mengoptimalkan berbagai media baik cetak maupun digital. Pemanfaatan sosial media dan integrasi dalam mata pelajaran di Sekolah (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Biologi) dengan target remaja awal dan perokok pemula dapat dijadikan agenda pokok untuk meningkatkan derajat kesehatan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Penggunaan facebook, blog, instagram dan sosial media lainnya dalam penyebaran informasi mengenai pengendalian tembakau perlu dilakukan secara masif, menarik dan terstruktur agar dapat dipahami oleh remaja.

Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia

Sumber gambar disini

3. Penguatan Pengendalian Rokok di Rumah Tangga
Mengedukasi dan memberikan social support tentang Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) yakni tidak merokok di dalam rumah dan berhenti merokok dengan cara bersinergi bersama tenaga promkes, para ketua PKK, kader dan posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan karena jika dalam suatu keluarga ada seorang perokok, maka anggota keluarga lain juga dapat terkena dampak penyakit akibat menghirup asap rokok tersebut (perokok pasif), sehingga akan membutuhkan biaya perawatan kesehatan. Kematian bayi dan balita pada keluarga miskin perokok lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Perbandingan angka kematian balita pada keluarga dengan ayah perokok dan bukan perokok adalah 8,1%. vs 6,6% di perkotaan; 10,9% vs 7,6% di pedesaan.

Merokok berpengaruh pula terhadap status gizi dan penyerapan beberapa zat gizi sehingga edukasi mengenai kebiasaan merokok yang berdampak pada kecukupan gizi keluarga perlu dilakukan. Perokok di Indonesia menghabiskan 11.5% pengeluaran untuk membeli rokok, sedangkan untuk membeli bahan makanan bergizi, seperti ikan, daging, telur, dan susu hanya sekitar 11%. Hal ini tentu berdampak pada anggota keluarga lain, karena alokasi pengeluaran untuk membeli bahan makanan bergizi berkurang, terjadi risiko malnutrisi pada anggota keluarga lain, terutama pada anak dan dapat menyebabkan kematian. Kebiasaan merokok dapat dialihkan untuk membeli berbagai macam bahan makanan yang bergizi, seperti lauk hewani, buah-buahan dan sayur.

Penelitian Pfeiffer et al. (2013) menjelaskan bahwa kadar folat, vitamin C, 4PA (4-pyridoxic acid serum sebagai hasil akhir katabolisme vitamin B6) dan PLP (pyridoxal-5’-phospate sebagai indikator vitamin B6) pada perokok lebih rendah daripada non-perokok. Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh dapat menyebabkan radikal bebas dalam tubuh meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

4. Pemberdayaan Masyarakat
Role model untuk tidak merokok (bentuk personal action) yang didukung dengan keluarga bebas rokok (small group), menginisiasi dan mengupayakan lingkungan sekitar untuk menjadi kawasan tanpa rokok (KTR). Langkah pemberdayaan masyarakat lainnya adalah dengan membentuk partnership dengan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, lembaga-lembaga dan pihak swasta untuk mendukung bebas asap rokok pada area publik sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan para aktivis untuk hidup bebas rokok dan dapat melakukan advokasi kepada pemerintah dan lembaga terkait (social and political action).

5. Konseling kepada Perokok
Konseling dilakukan dengan memberikan informasi mengenai kerugian merokok dari segi kesehatan dan finansial keluarga menggunakan pendekatan cost benefit jika berhenti merokok (alokasi pembelian rokok untuk 1 orang dapat dialihkan untuk berbelanja bahan makanan bergizi untuk 1 keluarga). Pemberian tips untuk berhenti merokok berupa mengganti kebiasaan merokok dengan mengunyah permen karet (sugar-free), anjuran untuk menyiapkan buah segar atau jus buah saat craving. Mereka dapat segera mengonsumsi buah segar atau jus sebagai pengganti rokok.

Berbagai upaya untuk pengendalian penggunaan tembakau (rokok) diharapkan dapat menurunkan angka kebiasaan merokok dan mencegah perokok pemula…

Yuk saling menguatkan untuk menjadikan lingkungan sekitar bebas asap rokok…

Untuk hidup yang lebih baik, insya allah…

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day94