Mengenal Asma

Bismillah

Apa yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata asma?
Pernahkah sahabat melihat seseorang yang mengalami asma? Atau bahkan menjadi bagian dari penyandangnya? hehe

Sebenarnya, apakah Asma itu ?
Asma merupakan penyakit kronis pada paru-paru yang menyebabkan gangguan pernafasan seperti batuk, susah bernafas dan sesak.

Apa faktor risiko pencetus asma yang berhubungan dengan gizi ?
Diet tinggi kalori, GERD, alergi makanan dan sensitivitas terhadap makanan awetan.

Bagaimana cara mencegah faktor pencetus asma dari segi gizi ?
Terdapat beberapa bukti bahwa orang yang mengonsumsi diet yang tinggi akan vitamin C and E, beta-carotene (vitamin A), berbagai flavonoid, magnesium, selenium, dan asam lemak omega-3 memiliki risiko lebih rendah mengalami asma. Walaupun belum diketahui secara jelas hubungan antara zat gizi di atas terhadap asma, namun demikian nutrisi tetaplah menjadi salah satu faktor pendukung pencegahan asma loh.

Mengenal Asma, #WorldAsthmaDay

 

Kenapa ada #WorldAsthmaDay ?
Tujuannya meningkatkan kesadaran, perhatian dan dukungan terhadap asma. Wah, mulianya…
Yuk kita dukung dengan lebih aware terhadap lingkungan sekitar

@nurlienda

Referensi:
http://www.whathealth.com/awareness/event/worldasthmaday.html
http://www.webmd.com/asthma/guide/asthma-diet-what-you-should-know#1

Advertisements

Where there’s a will, there’s a way

Bismillah…

Alhamdulillah pagi ini masih diberikannya kesempatan untuk dapat melihat mentari di Jogja.. Sebuah cerita membuat saya kian terlecut untuk merefleksi diri.. Ya, hari ini adalah hari terakhir di Tahun 2016. Bagi sebagian orang, ini adalah momentum untuk bercermin. Untuk kembali melihat apa-apa yang telat dilakukan selama 364 hari yang lalu.. Bertafakur akan nikmat yang diberikan olehNya.. 

Saya sangat bersyukur, tahun ini allah swt Maha Baik.. Ia telah mempertemukan saya dengan orang-orang yang menginspirasi.. Orang-orang yang dengan kesederhanaannya terus berkhidmat kepadaMu.. Mencurahkan segala potensi untuk beribadah kepadaMu… 

Ya, Tahun ini bagiku adalah sebuah awalan baru.. di tempat yang baru.. Dan bagaikan sebuah pengingat diri, penutup tahun 2016 ini saya merasakan kembali sebuah pepatah : 

Where there’s a will, there’s a way

Saya memiliki project seumur hidup, menjadi Hafidzhoh, insya allah… Guna menjalankan project itu, saya yang masih terbata-bata membaca dan menghafalkan ayat-ayat Qur’an ingin belajar lebih… Tawaran mengikuti Camping Quran di UNS bak angin segar.. Agenda ini berlangsung sejak 30 December hingga 1 Januari 2017, insya allah… Ya, saya sangat ingin mengikuti nya.. 

Tanggal 30 December 2016, saya terjadwal mengikuti perkuliahan hingga pukul 15.00 wib. Waktu yang cukup mepet untuk berburu Tiket prameks Jogja-Solo jam 18. Dengan berbekal tekad yang kuat untuk ikut Camping Quran, saya pun ke stasiun tugu.. Di loket reservasi, terlihat antrian yang sangat panjang, padahal ini baru jam 15.50 wib. Saya pun memberanikan diri bertanya kepada petugas tentang tatacara pembelian tiket prameks, maklum ini pengalaman Perdana hehe.. 

Petugas informasi menyatakan bahwa tiket prameks jam 18 wib sudah habis. Antrian yang terjadi untuk pembelian tiket prameks jam 20 wib. Wah.. lumayan juga, saya pun ikut mengantri di loket 1 karena penjualan tiket dilakukan 3 jam sebelum berangkat, yang artinya, jam 17.15 baru bisa dilakukan… Berburu dalam antrian mulai pukul 16 wib pun saya lakoni, dengan harapan mendapatkannya.. Satu per satu mendapatkan tiketnya. Namun mengapa penjualannya begitu lambat ? Setelah mencari tau penyebabnya ternyata mesinnya tidak beroperasi optimal sehingga dilayani manual dengan menulis 1 per satu dan mengecek sisa kursi secara offline oleh petugas… Tinggal 5 antrian lagi, yeay… Dan ternyata… tiketnya habis… 

Rasa penasaran kian memuncak. Saya pun mendatangi bagian customer service, mencari informasi kereta lain menuju solo. Ia menyatakan tersedia 60 tiket kereta malioboro express jam 20.45 wib dan dijual pukul 18.45 wib dengan harga 35 ribu untuk kelas ekonomi dan 50 ribu eksekutif. Wah.. Harga tiketnya lumayan… Harus tetap antri dan tunggu lagi nih.. Setelah kehabisan tiket jam 17.50 wib, antri untuk 18.45 wib.. Bismillah, kita coba aja.. Tepat pukul 18.50 wib penjualan tiket via finnet (membayar uang cash menggunakan mesin operator) sudah bisa dilakukan. Saya pun membeli 2 tiket ekonomi, yang sesuai kantong..

Saya bergegas menuju kontrakan, tapi ini Jogja long weekend, kawan.. Jalanan padat merayap.. Ketika tiba di kontrakan, saya pun segera berkemas.. Dan memesan gojek.. Namun setelah ditunggu beberapa saat, aplikasinya tak beroperasi dengan baik. Saya pun memutuskan untuk mengendarai motor menuju stasiun tugu… Lalu lintas lebih padat daripada sebelumnya… Astagfirullah… Apa pun yang terjadi, saya pasrah… Setelah memarkirkan kendaraan yang jauh dari pintu masuk, ternyata kereta malioboro expressnya baru saja berangkat.. hiks3x

Sekembalinya ke kontrakan, saya berdiskusi tentang rencana lain menuju Solo, yakni menggunakan sepeda motor.. Ya, insya allah.. Bada shubuh, kita akan mengendarai motor, boncengan.. Begitulah rencananya.. Akan tetapi, partner saya membatalkan rencana itu.. Saya sangat ingin ikut Camping Quran.. Ya Allah, berilah jalan, batinku. Saya pun bersiap, jika memang ini rezekinya saya, saya akan bisa mengikuti nya.. Rencananya saya akan mencoba ke Stasiun Tugu, Barangkali masih tersisa tiket Prameks pukul 5.30 wib, jika tidak, saya akan bermotor ria, ke Solo..

Bismillah.. Saya kendarai motor milik sahabat di kontrakan, menuju Stasiun Tugu.. Bergegas menuju parkiran dan loket penjualan.. Petugasnya bilang masih ada tiket prameksnya.. alhamdulillah… Saya bisa ke ikut Camping Quran di Solo.. Alhamdulillah Ya Rabb.. Mudahkan perjalanan saya menyongsong cita-cita menjadi Hafidzhoh… Mohon doanya…

Dimana ada kemauan disana ada jalan, insya allah… La haula wala quwwata Illa billah
@nurlienda

#OneDayOnePost

#day99

Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia

Bismillah

Prevalensi merokok di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2013, proporsi penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 36.3%. Proporsi merokok ini mengalami kenaikan sebanyak 2.1% dari proporsi merokok tahun 2007 34.2 %. Perilaku merokok ini dilakukan juga oleh remaja awal sebagai perokok pemula. Survei Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, prevalensi merokok di Indonesia sebesar 36% laki-laki dan 4,3% perempuan usia 10 tahun ke atas yang diklasifikasikan sebagai perokok, menempati salah satu urutan tertinggi di dunia. Perilaku merokok yang tinggi ini nampaknya tidak terpengaruh oleh himbauan tentang bahaya rokok yang tertera di kemasannya.

Mayoritas perokok di Indonesia adalah kalangan miskin, kelompok masyarakat yang tidak bekerja (9.9%) dan kelompok masyarakat berdaya ekonomi rendah, seperti buruh, petani, atau nelayan (32.3%). Tidak mengherankan bila fakta membuktikan bahwa pengeluaran yang tinggi untuk rokok pada keluarga miskin telah mengesampingkan hak anggota keluarga (terutama ibu dan anak) untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Sehingga pengeluaran rumah tangga untuk rokok mereduksi pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Masyarakat yang merokok memiliki risiko yang lebih tinggi pada kejadian morbiditas dan mortalitas akibat penyakit degeneratif, sehingga produktivitas kerja akan berkurang dan berdampak pada pendapatan mereka.

Kita dapat berperan dalam pengendalian rokok berupa :
1. Advokasi
Pengendalian rokok memerlukan advokasi lintas sektor, bukan hanya ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya namun memerlukan advokasi pada lembaga-lembaga terkait, organisasi masyarakat, pihak swasta dan industri tembakau. Ahli gizi dapat melakukan advokasi baik berupa media cetak maupun pertemuan-pertemuan formal dan non-formal serta mendukung dalam penyusunan kebijakan.

2. Promosi Kesehatan
Multilevel promosi kesehatan dapat dilakukan bersama komunitas dan organisasi, bersinergi dengan tenaga promkes pada level Puskesmas, Rumah Sakit maupun Dinas Kesehatan. Selain itu secara individu maupun institusi, ahli gizi dapat mengoptimalkan berbagai media baik cetak maupun digital. Pemanfaatan sosial media dan integrasi dalam mata pelajaran di Sekolah (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Biologi) dengan target remaja awal dan perokok pemula dapat dijadikan agenda pokok untuk meningkatkan derajat kesehatan sumber daya manusia di masa yang akan datang. Penggunaan facebook, blog, instagram dan sosial media lainnya dalam penyebaran informasi mengenai pengendalian tembakau perlu dilakukan secara masif, menarik dan terstruktur agar dapat dipahami oleh remaja.

Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia

Sumber gambar disini

3. Penguatan Pengendalian Rokok di Rumah Tangga
Mengedukasi dan memberikan social support tentang Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) yakni tidak merokok di dalam rumah dan berhenti merokok dengan cara bersinergi bersama tenaga promkes, para ketua PKK, kader dan posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan karena jika dalam suatu keluarga ada seorang perokok, maka anggota keluarga lain juga dapat terkena dampak penyakit akibat menghirup asap rokok tersebut (perokok pasif), sehingga akan membutuhkan biaya perawatan kesehatan. Kematian bayi dan balita pada keluarga miskin perokok lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Perbandingan angka kematian balita pada keluarga dengan ayah perokok dan bukan perokok adalah 8,1%. vs 6,6% di perkotaan; 10,9% vs 7,6% di pedesaan.

Merokok berpengaruh pula terhadap status gizi dan penyerapan beberapa zat gizi sehingga edukasi mengenai kebiasaan merokok yang berdampak pada kecukupan gizi keluarga perlu dilakukan. Perokok di Indonesia menghabiskan 11.5% pengeluaran untuk membeli rokok, sedangkan untuk membeli bahan makanan bergizi, seperti ikan, daging, telur, dan susu hanya sekitar 11%. Hal ini tentu berdampak pada anggota keluarga lain, karena alokasi pengeluaran untuk membeli bahan makanan bergizi berkurang, terjadi risiko malnutrisi pada anggota keluarga lain, terutama pada anak dan dapat menyebabkan kematian. Kebiasaan merokok dapat dialihkan untuk membeli berbagai macam bahan makanan yang bergizi, seperti lauk hewani, buah-buahan dan sayur.

Penelitian Pfeiffer et al. (2013) menjelaskan bahwa kadar folat, vitamin C, 4PA (4-pyridoxic acid serum sebagai hasil akhir katabolisme vitamin B6) dan PLP (pyridoxal-5’-phospate sebagai indikator vitamin B6) pada perokok lebih rendah daripada non-perokok. Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh dapat menyebabkan radikal bebas dalam tubuh meningkat, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

4. Pemberdayaan Masyarakat
Role model untuk tidak merokok (bentuk personal action) yang didukung dengan keluarga bebas rokok (small group), menginisiasi dan mengupayakan lingkungan sekitar untuk menjadi kawasan tanpa rokok (KTR). Langkah pemberdayaan masyarakat lainnya adalah dengan membentuk partnership dengan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, lembaga-lembaga dan pihak swasta untuk mendukung bebas asap rokok pada area publik sehingga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dan para aktivis untuk hidup bebas rokok dan dapat melakukan advokasi kepada pemerintah dan lembaga terkait (social and political action).

5. Konseling kepada Perokok
Konseling dilakukan dengan memberikan informasi mengenai kerugian merokok dari segi kesehatan dan finansial keluarga menggunakan pendekatan cost benefit jika berhenti merokok (alokasi pembelian rokok untuk 1 orang dapat dialihkan untuk berbelanja bahan makanan bergizi untuk 1 keluarga). Pemberian tips untuk berhenti merokok berupa mengganti kebiasaan merokok dengan mengunyah permen karet (sugar-free), anjuran untuk menyiapkan buah segar atau jus buah saat craving. Mereka dapat segera mengonsumsi buah segar atau jus sebagai pengganti rokok.

Berbagai upaya untuk pengendalian penggunaan tembakau (rokok) diharapkan dapat menurunkan angka kebiasaan merokok dan mencegah perokok pemula…

Yuk saling menguatkan untuk menjadikan lingkungan sekitar bebas asap rokok…

Untuk hidup yang lebih baik, insya allah…

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day94

Global strategy on diet, physical activity and health

Bismillah

A lot of people suffering non-communicable disease, today…

The Global Action Plan for the Prevention and Control of Noncommunicable Diseases 2013–2020 proposes that “as appropriate to national context, countries consider the use of economic tools that are justified by evidence, and may include taxes and subsidies, to improve access to healthy dietary choices and create incentives for behaviours associated with improved health outcomes and discourage the consumption of less healthy options”.

The Comprehensive Implementation Plan on Maternal, Infant and Young Child Nutrition 2012 also considers that “trade measures, taxes and subsidies are an important means of guaranteeing access and enabling healthy dietary choices”. Furthermore the Report of the Commission on Ending Childhood recommends to “implement an effective tax on sugar-sweetened beverages”.

To address the increasing number of requests from Member States for guidance on how to design fiscal policies on diet, the World Health Organisation (WHO) convened a technical meeting of global experts in fiscal policies on 5–6 May 2015 in Geneva.

The main objectives of the meeting were to review evidence and existing guidance, discuss country case studies and provide considerations with regards to the scope, design and implementation of effective fiscal policies on diet. It was concluded that there is reasonable and increasing evidence that appropriately designed taxes on sugar sweetened beverages would result in proportional reductions in consumption, especially if aimed at raising the retail price by 20% or more.

So, we can do a lot of things, start from our foods and beverages that we choose… Let’s do more physical activity and do healthy life. If you need the recomendation just click here

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day73

4 November

Bismillah…

Hari ini sejumlah orang tengah melakukan aksi damai di jakarta…

Ada apa dengan aksi damai 4 november ?

Tiada sesuatu pun yang terjadi di muka bumi ini, cuma muncul secara kebetulan.

Tiada yang kebetulan. Semua terjadi atas kehendak-Nya.

Bukan uang yang menyatukan umat Islam untuk hadir bersama ke Ibukota Jakarta. Bukan karena satu aliran atau satu golongan, yang telah menggerakkan kaki-kaki kaum Muslimin itu bergerak menuju ibukota.

Bukan karena partai, bukan masalah politik, bukan karena masalah ketidaksukaan pada orang lain, bukan cuma karena seruan, bukan pula karena sekadar kepatuhan pada ulama…

Namun semua karena Allahlah yang telah menggerakkan…

4 November bukan terjadi secara kebetulan.

Semoga ini menjadi pertanda, sebuah momentum… Bahwa Islam hadir ke negeri ini untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, bagi Indonesia Raya….

4 November menjadi bukti, bahwa kami tak rela ayat-ayat suci kami dinistakan untuk kepentingan kekuasaan. Semoga akan ada keadilan yang ditegakkan.

#4nov #jakarta #aksidamai

Untaian kata Andy Sukma Lubis

Ya, segala sesuatu atas kehendakNya…

Kami yang tidak ikut hanya dapat mendukung lewat untaian kata dan doa..

Semoga setiap langkah, peluh dan juga pengorbanan waktu dan finansial, allah swt ganti dengan yang lebih baik…

Semoga apa-apa yang sahabat lakukan mendapat respon positif dan menjadi tonggak persatuan..

Karena atas izinNya…

4 November menjadi hari yang tak akan terlupakan…

#JumatBerkah

Ya Allah masukkan kami dalam golongan pejuangMu meski kami berjuang dengan cara yang kami mampu…

Dan hari ini aku sedang tidak bersama saudara-saudaraku yang turun kejalan…

Teriring doa untuk saudara-saudaraku di jalan, semoga Allah memberkahi perjuangan kita dan melindungi antum semua agar senantiasa dalan kebaikan…

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day97

Mengenal Nutricosmetic

Bismillah…

Kecantikan adalah hal yang ingin digapai banyak wanita. Berbagai cara dan banyak uang rela dikeluarkan untuk meraih kecantikan. Berbagai produk diklaim membantu meraih kecantikan. Produk herbal, aneka teh, ekstrak buah dan sayur, fitosterol dan kolagen menjadi produk dengan pasar terbesar. Mari kita cermati penjelasan berikut :

Mengenal Nutricosmetic

Sumber : The Nutricosmetics Market: A Global Health & Wellness Megatrend

Untuk jelasnya, mari kita pahami terlebih dahulu, Apakah nutricosmetic itu ?

Nutricosmetics adalah makanan yang memiliki efek kepada kecantikan. Nutricosmetics sekarang banyak dipasarkan dalam bentuk suplemen. Lalu, Perlukah mengonsumsi nutricosmetics? Jika kita menerapkan prinsip gizi seimbang, maka sebenarnya tidak perlu untuk mengonsumsi suplemen nutricosmetic loh… Pada kenyataannya, saat ini agak sulit untuk menerapkan diet seimbang, sehingga nutricosmetics sekarang banyak sekali dikonsumsi oleh orang-orang. Coba deh cek orang di sekitar kita, adakah yang mengonsumsi nutricosmetics ?

Jenis-jenis nutricosmetics 

1. Karotenoid

Salah satu contoh nutricosmetics yang paling terkenal. Adapun jenis karotenoid seperti lycopene, beta karoten, dan lutein. Karotenoid bekerja sebagai antioksidan di dalam tubuh. Karotenoid juga berfungsi melindungi kulit terhadap radiasi cahaya intensif. Karotenoid bekerja lebih efektif apabila dikombinasikan dengan alfa tokoferol atau vitamin C.

2. Isoflavon

Zat yang terkandung dalam kedelai ini terbukti dapat mencegah kulit mengalami penuaan dini.

3. Kolagen

4. Cocoa polyphenol (epicatechin) dan derivat teh hijau

Berguna untuk densitas kulit.

5. Ekstrak buah dan sayur

Terbukti dapat meningkatkan mikrosirkulasi oksigen dan juga meningkatkan hidrasi dan densitas kulit loh…

Yuk konsumsi minimal 3 porsi sayur dan 2 porsi buah setiap hari…. Sehingga makanan tak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk kecantikan…

 

Referensi :

E-jurnal BIMGI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Gizi Indonesia)

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day66

 

3 Alasan Mematikan Gadget Sebelum Tidur

Bismillah
Gadget merupakan salah satu benda yang membersamai kita hampir sepanjang hari. Mulai dari pagi hari hingga menjelang tidur. Sebagian dari kita bahkan masih menggunakan gadget ketika berada di tempat tidur. Namun, apakah menggunakan gadget sebelum tidur atau bahkan tertidur ketika menggunakannya memiliki dampak terhadap kesehatan ? Mari kita simak selengkapnya pada kesempatan ini.

Kenapa gadget harus dimatikan sebelum tidur ?
#1. Kualitas tidur terganggu

Jika kita masih asyik bergadget di tempat tidur, maka waktu untuk mendapatkan tidur yang berkualitas pun berkurang. Mata dan otak yang terpapar gadget itu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa terpejam loh… Padahal “cukup tidur” bukan diartikan dengan berapa lama waktu yang dihabiskan di tempat tidur, melainkan kualitas tidur yang didapat.

3 alasan mematikan gadget sebelum tidur

#2. Badan “terasa” kurang fit ketika bangun tidur

Penggunaan gadget sebelum tidur membuat otak bekerja lebih keras. Dengan membuka gadget untuk memeriksa pesan setidaknya ia akan mengecek pesan yang belum terjawab. Berdasarkan penelitian, seseorang biasanya memiliki kebiasaan menulis pesan teks lebih dari 85 pesan dalam sehari, dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan smartphone loh… Waktu bergulir tak terasa ketika kita membuka pesan instan, apalagi dengan grup-grup chatting yang penuh dengan informasi. Tanpa disadari, waktu tidur jadi berkurang dan masih memikirkan sesuatu hingga terkadang terbawa ke alam mimpi. Jika ini dibiarkan, maka akan berdampak pada tubuh. Badan “terasa” kurang fit ketika bangun tidur

#3. Beresiko memiliki perasaan tidak tenang

Membaca status tak berkenan, tulisan atau tayangan yang tak layak kadang kita temukan saat bergadget. Jika hal ini dilakukan menjelang tidur maka akan beresiko memiliki perasaan tidak tenang. Hal ini bisa menjadi salah satu faktor pemicu tekanan darah tinggi loh..

Lalu, bagaimana cara mengatasinya ?

Yuk matikan semua perangkat elektronik atau gadget setidaknya 2 jam sebelum waktu tidur. Cahaya biru dari perangkat tersebut mengurangi produksi melatonin.

alasan mematikan gadget sebelum tidur, animasi

Yuk bijak dalam menggunakan teknologi seperti gadget yang kita miliki. Biasakanlah menjalankan gaya hidup sehat dan gizi seimbang setiap hari 🙂

Bagaimana denganmu, Sudahkan mematikan gadget sebelum tidur ?

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day89