Mengenal Disleksia

Bismillah
Apa yang terlintas ketika mendengar tentang disleksia?

Mengenal Disleksia, deteksi dini

Disleksia (dalam bahasa Inggris: dyslexia) merupakan sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun. Diseleksia adalah kesulitan belajar yang paling umum dan gangguan membaca yang paling dikenal. Akantetapi terdapat kesulitan-kesulitan lain dalam membaca namun tidak berhubungan dengan disleksia.

Bagaimana cara mengidentifikasi dini disleksia?
Identifikasi dini terdiri dari dua hal penting :
1. Mengidentifikasi anak yang memiliki kesulitan dalam belajar dan membaca/literasi
2. Memonitor dan mengobservasi anak yang nampak resisten terhadap intervensi yang diberikan sehingga jelas tampak tertinggal dibandingkan teman sebayanya.

4 hal penting yang harus diperhatikan dalam proses identifikasi kebutuhan khusus, yaitu :
1. Komunikasi dan Interaksi
2. Kognitif dan proses belajar
3. Perkembangan emosional dan mental
4. Kebutuhan fisik dan atau profil sensoris lain.

Karakteristik-karakteristik kesulitan yang nampak merupakan tanda potensial disleksia, yaitu :
• Kesulitan mengenali huruf dan bunyi huruf
• Kekurangtrampilan Short term memory dan working memory
• Lambat dalam memproses sesuatu informasi
• Kesulitan dalam mengeksekusi tugas dalam susunan/urutan yang benar
• Kekurangtrampilan kemampuan mengatur barang-barang atau mainan atau alat belajarnya
• Aspek genetik atau adanya riwayat disleksia dalam keluarga
• Ketidaktrampilan koordinasi motorik.

Faktor-faktor penting yang merupakan tanda risiko disleksia :
1. Ketrampilan auditori dan bahasa
a. Anak usia pra sekolah biasanya sudah mampu menyimak cerita/obrolan/dongeng sederhana, dan anak mampu menceritakannya kembali dalam urutan kisah yang tepat.
b. Anak disleksia biasanya kesulitan dalam menyimak dan kesulitan dalam menceritakan ulang sesuai dengan urutan yang tepat. Bisa jadi anak bercerita dimulai dari bagian tengah atau bagian akhir dari cerita tersebut.
2. Rhyming (sajak berima)
a. Anak pra sekolah sudah mampu bertukar informasi dengan melontarkan pertanyaan; anak mampu mengenali puisi sederhana yang berima dan menyadari hal-hal lucu jika sesuatu tidak berima seperti yang diharapkan.
b. Kegiatan yang bisa menunjukkan kemampuan ini adalah bernyanyi dan menghentakkan kaki sesuai dengan irama atau ketukan lagu, atau sambil bertepuk tangan sesuai dengan irama/ketukan lagu
c. Anak disleksia biasanya kesulitan mengikuti irama ketukan lagu, dan tidak sensitif terhadap rima dalam suatu puisi
3. Kosa kata
a. Anak pra sekolah sedang berkembang kemampuan pemahaman terhadap kosa kata.
b. Penelitian melaporkan bahwa kecukupan jumlah dan pemahaman kosa kata di usia pra sekolah merupakan modal utama yang baik bagi kelanjutan proses belajar membaca
c. Anak disleksia seringkali menunjukkan kemampuan pemahaman kosa kata yang lebih terbatas dibandingkan usianya
4. Phonological awareness
a. Phonological Awareness (PA) adalah kemampuan individu untuk membedakan unit suara terkecil dari suatu huruf.
b. Penelitian melaporkan bahwa gangguan PA di usia pra seolah merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian disleksia.

Knight, Day dan Patton-Terry (2009) mengatakan bahwa proses identifikasi di usia dini bukan semata-mata untuk melabel semua kasus yang sulit baca sebagai disleksia, namun perlu disadari bahwa kenyataannya di usia 3 tahun ini, sebagian anak sudah menunjukkan perilaku yang merepresentasikan bahwa kemampuan bahasa lisannya mengalami hambatan perkembangan, kemampuan phonological awarenessnya terganggu, kemampuan koordinasi motoriknya tidak sebaik usianya. Kasus-kasus inilah yang perlu dicermati, karena sebagian dari kasus-kasus tersebut ternyata memang penyandang disleksia, sementara yang lainnya adalah anak-anak yang membutuhkan intervensi tertentu sebelum akhirnya mereka mulai belajar membaca. Intinya, kedua kelompok kasus tersebut memang menunjukkan risiko kesulitan membaca.

Jadi, ini merupakan esensi dari identifikasi dini – bukan untuk melabel – namun untuk mengidentifikasi siapa anak yang berisiko memiliki kesulitan dalam literasi

#DyslexiaAwarenessMonth

Semoga dengan adanya tulisan ini kita lebih aware terhadap kondisi di sekitar kita…

@nurlienda

 

Referensi :
Dyslexia in The Early Year, Gavin Reid, 2017 yang diresumekan oleh Kristiantini Dewi

 

Advertisements

Bentuk Pendidikan yang Hakiki

Bismillah
Pendidikan merupakan sarana untuk merubah nasib seseorang,
Salah satu upaya untuk memutus mata rantai permasalahan,
Dan terkadang menjadi sebuah mekanisme yang ramai diperbincangkan masyarakat…

Apa sih tujuan pendidikan ?
Untuk Apa kita menjalani pendidikan ?
Pendidikan formal, non formal, maupun informal yang telah dilakoni selama belasan tahun….

Lima bentuk pendidikan sebagai tujuan yaitu :
1. Spiritual: Cara untuk mencapai tujuan Hidup. Belajar dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt, agar derajat naik di hadapan-Nya, agar visi hidup tercapai, dsb.
2. Individu: Guna mencapai harapan pribadi. Ingin menyandang gelar, ingin menjadi contoh bagi anak…
3. Sosial: Untuk kebermanfaatan bagi orang lain. Misalnya agar bisa menghasilkan karya untuk umat, membangun lembaga dan gerakan untuk membantu orang lain, dll.
4. Instrumental: Terkait syarat gelar, ijazah, dan level pendidikan untuk mendapat jabatan. Agar naik pangkat jadi manager, kepala bagian bahkan diangkat direktur.
5. Vokasional: Terkait kompetensi yang ingin dikuasai. Belajar teknik memasak, agar mampu merancang menu sehat, bergizi dan seimbang untuk keluarga…

Yuk dicek, manakah yang hilang atau sering kita lupakan ?
Mana yang sekedar kita pikirkan dan ucapkan di awal namun lewat sambil lalu saja saat menjalani sebuah pendidikan ?
Mana yang benar-benar kita jadikan pegangan dan tak pernah lepas dari pikiran sebagai sebuah tujuan kuat yang kita kejar ?

bentuk pendidikan yang hakiki bercermin pada pagar inspiratif

Sebuah pengingat diri, akan bentuk pendidikan yang hakiki… Semoga tulisan ini bermanfaat….
Disarikan dari tulisan Dr. Yosal Iriantara

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day75

10 Karakter Pengusaha Sukses

Bismillah…

Menjadi pengusaha sukses adalah keinginan banyak orang yang berada di sekitar kita. Waktu yang lebih fleksibel dengan penghasilan yang menggiurkan menjadi alasan untuk menggapai status pengusaha sukses. Lalu, bagaimanakah cara jadi pengusaha sukses ? Berikut 10 karakter yang melekat pada pengusaha sukses :

1. Memiliki motivasi tinggi

Ketika memiliki motivasi yang kuat, apapun tantangan dan rintangannya maka ia akan berdiri kokoh mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Memiliki intuisi bisnis

Intuisi itu bukan hanya berhubungan dengan bakat, akan tetapi dapat diasah dan dipertajam. Cara paling ampuh untuk mengasah intuisi bisnis adalah dengan cara belajar pada ahlinya dengan sistem mentoring, ikuti kelas-kelas bisnis, seminar atau trainingnya atau minimal dengan baca bukunya. Selain itu terjun langsung dalam dunia bisnis akan menumbuhkan intuisi bisnis secara perlahan tapi pasti loh…

3. Memiliki visi yang jelas

Visi merupakan bahan bakar melesat dalam dunia bisnis. Ketika memiliki visi jangka pendek dan jangka panjang, maka langkahnya akan lebih mudah, lebih terarah dan lebih bersemangat untuk berkecimpung di dalamnya. Memiliki visi yang jelas menjadi bekal untuk memiliki kemampuan melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain.

4. Inovator

Berkreasi dan mencoba hal yang baru adalah cara untuk menumbuhkan ide-ide inovasi. Prinsip ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) dapat diterapkan untuk peroleh berbagai masukan dan ide segar untuk wujudkan produk dan jasa yang dibutuhkan pasar.

5. Tidak cepat puas

Sebuah rasa yang perlu ditanamkan sejak awal. Mempunyai rasa syukur atas apa yang telah diperoleh itu harus. Namun jangan cepat puas.. Karena merasa cepat puas akan berujung pada zona nyaman, hambat pengembangan diri dan bisnis itu sendiri…. Menahan rasa puas jangka pendek akan lahirkan kesuksesan jangka panjang, insya allah

6. Risk taker

10-karakter-pengusaha-sukses

Berani mengambil risiko, semakin besar risiko yang diambil maka peluang raih kesuksesan akan semakin lebar dan lapang…

7. Determined

Mantapkan hati dan diri serta miliki bulat tekad dan bertawakallah. Seperti yang allah swt perintahkan dalam firmanNya : “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”

(QS Ali Imron ayat 159-160)

8. Persistant 

Sifat yang perlu kita pupuk dan asah yakni gigih, pantang menyerah dan tidak lemah.

9. Problem solver

Jadilah penyelesai masalah yakni jadilah solusi untuk para konsumen kita, maka bisnis yang dirintis akan tumbuh dengan kokoh dan berkelanjutan…

10. Pembelajar

Seorang yang ingin sukses, perlu menjadi pribadi pembelajar. Berusaha untuk terus mencari ilmu di sekitarnya.. Pantang merasa cukup, karena pada hakikatnya mencari ilmu itu tiada batas expirednya, kecuali di liang lahat….

Let’s becoming an entrepreneur,
Start with a little experience today…

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day58

10 Model Cinta Keluarga Bahagia

Bismillah…

Cinta merupakan rasa yang allah swt anugerahkan kepada semua makhlukNya. Rasa cinta setiap makhluk tercermin dari apa yang ia lakukan, diucapkan, maupun yang dilantunkan dalam qalbu. Namun sebenarnya, adakah model-model dalam cinta itu ? Impian semua orang ingin menjadi keluarga bahagia. Tapi, Bagaimanakah cara membentuk keluarga bahagia ? Hmmm, berbagai pikiran hinggap di kepala, membayangkan berbagai kemungkinannya…. Alhamdulillah, saya menemukan jawabannya melalui ustadzah Haneen. Beliau menyampaikan 10 model cinta keluarga bahagia :

10 model cinta keluarga bahagia

#1. Cinta yang memaafkan

Setiap orang memiliki khilaf dan kesalahan, tak ada yang sempurna. Cinta yang memaafkan menjadi pembuka hambatan dan menghilangkan hambatan dalam berkasih sayang. Jika ada yang terputus karena kesalahan, ia memaafkan dan menyambungkannya kembali. Hingga terjalinlah rasa cinta yang seutuhnya tanpa terselubung dendam maupun kebencian,

#2. Cinta yang merayakan

Mensyukuri apa yang dimiliki merupakan bukti nyata dari cinta yang merayakan. Saling merayakan atas kebersamaan dengan hal sederhana pun bisa dilakukan misalnya dapat makan bersama dan sebagainya… Tak perlu merayakan hanya pada momen-momen tertentu namun bisa dilakukan setiap hari… Karena sesungguhnya, bersyukur merupakan keran pembuka rezeki dan kebahagiaan…

#3. Cinta yang mendukung

Senantiasa mendukung hal-hal baik yang dilakukan pasangan, baik suami maupun istri. Bagi suami, kehormatan merupakan segalanya sedangkan bagi istri, hati merupakan dasar dalam penilaian 🙂

#4. Cinta yang always listening always understanding

Bukan iklan loh ya… Pahami bahasa tubuh, non-verbal yang diberikan oleh pasangan kita. Jadilah pendengar yang baik sehingga kita bisa memahami apa yang tengah ia rasakan dan hadapi. Dan berusahalah memahaminya melalui sudut pandang pasangan kita pula, jangan hanya menggunakan sudut pandang kita-nantinya seperti menggunakan kaca mata kuda, tak luwes dalam memandang sesuatu

#5. Cinta yang menjauhkan dari prahara

Jika kita dihadapkan dalam diskusi yang bisa memancing prahara, stop. Mengalahlah dan diskusikan kembali ketika sudah tenang… Jangan bicara ketika sedang emosi karena malah akan mengeluarkan kata maupun tindakan yang bisa menyakitkan. Saat salah satu dari anggota keluarga tengah berada dalam kesulitan, bantulah. Jangan membuat gesekan kecil, yang menjadi bumbu dalam kehidupan berumah tangga, menjadi sesuatu yang membesar karena ketidaksabaran dalam merespons maupun bertutur kata.

#6. Cinta yang harmoni dan selaras

Suami dan istri diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Jika yang satu dilanda kesedihan, hiburlah. Jika yang satu tengah kesal, bantulah untuk meredakan kekesalannya. Membangun harmoni dan selaras dalam visi, aksi dan mimpi merupakan fondasi keluarga bahagia

#7. Cinta yang membantunya dalam urusan agama

Mulailah dari diri sendiri untuk memperbaiki diri dalam urusan agama, meningkatkan kualitas dalam beribadah dan kehidupan spiritual lainnya. Mintalah kepada Sang Penggenggam hati dan janganlah bergantung pada manusia, karena bisa kecewa jika tak sesuai dengan harapan 🙂

#8. Cinta yang penuhi segala kebutuhan

Kebutuhan ini bersifat fisik maupun non-fisik. Penuhilah kebutuhannya masing-masing. Karena keluarga bahagia itu memiliki setidaknya 3 elemen dasar, sakinah : nyaman, tenang dan relax berada di dalamnya; mawaddah yaitu bentuk cinta di masa senang dan warahmah yakni bentuk cinta di masa sulit

#9. Cinta yang selalu menemukan sisi baik

Cinta yang agung dan hakiki ketika kita dapat menemukan sisi baik seseorang dalam kondisi apapun

#10. Cinta yang komunikatif

Jadilah pasangan dengan sistem komunikasi yang hangat dan terbuka satu sama lain. Be elegant not emotional 🙂

Yuk kita bangun keluarga bahagia dengan 10 model cinta

Apabila seorang wanita sholat 5 waktu, berpuasa di bulan ramadan, menjaga kemaluannya dari yang haram dan menaati suaminya niscaya akan dikatakan padanya : ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau’-Hadist riwayat Ahmad

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day85

8 Kunci Utama dalam Menulis

Bismillah…

A writer need three things, experience, observation and imagination, any two of which at times any of which, can supply the lack of others-William Faulkner

Yuk Menulis (lagi). Mantra ajaibnya adalah Menulislah, Maka Kau akan menemukan dirimu. Sebuah potongan quotes yang jleb banget. Saya merasakannya, ketika kita menulis sesuatu yang bersumber dari ide dan pengalaman yang dialami, secara tak sadar itu langkah mengenali diri loh. Mengenali apa yang sedang dirasakan, dipikirkan dan yang ingin dibagikan…

Pernah dengar istilah writers marketing ?
Jika belum, saya mengenal istilah itu dalam buku Kang Arul yang membahas tentang writerpreneurship. Menurutnya writers marketing adalah perpaduan antara kemampuan writing dan aspek marketing yang dikombinasikan dengan kemampuan communication and promotion. Beliau membahas writer marketing ini pada bagian awal bukunya. Selain itu, ternyata Ada delapan kunci utama dalam menulis yaitu : 
1. Culture, sempat dibahas pada artikel sebelumnya 🙂
2. Consistency
Konsistensi merupakan komponen setelah bab kebiasaan. Konsistensi bermakna tak bergantung pada mood ataupun banyaknya sebab penulis tidak jaga konsistensi. Menjaga konsistensi dalam menghasilkan karya memerlukan komitmen, kedisiplinan, dan niat yang kuat.

8 Kunci Utama dalam Menulis

3. Concept
Ternyata ada 2 konsep yang harus dipilih bagi yang ingin menjadi penulis. Apakah menulis merupakan pekerjaan atau sekedar mengisi waktu luang ? Masing-masing jawaban memiliki konsekuensinya masing-masing. Nah, konsekuensi ini akan membentuk pola kebiasaan ketika berhadapan dengan calon naskahnya. Memilih untuk sekadar mengisi waktu luang berarti menulis dilakukan jika memiliki kesempatan diantara kesibukan. Tidak ada target utama untuk menyelesaikan satu naskah dalam 1 minggu atau 2 bulan.

Bekerja berarti menyesuaikan jadwal dan mengasah kemampuan untuk dapat lebih profesional. pekerjaan menuntut kita untuk menghindarkan gangguan2 yang ada dan mungkin akan muncul serta memberikan target. Sehingga hasil yang didapat sesuai ekspektasi atau harapan ketika memulai pekerjaan.

4. Creativity
Kreativits bersumber dari kemampuan 3M; melihat, merasakan dan menyatakan. Kreativitas berarti menciptakan peluang-peluang baru yang berasal dari diri. Sehingga sensibilitas patut diasah. Poin-poin untuk mengasah sensibilitas adalah rutin observasi, datangi pameran buku dan dapatkan katalog buku sebagai database alamat penerbitan, banyaknya judul dan jenis buku yang sudah diterbitkan. Kita juga dapat mengikuti komunitas kepenulisan, baik yang berupa pertemuan tatap muka maupun milis. Selain itu, kita pun dapat siapkan naskah dari berbagai genre (jika ingin lebih lebar peluangnya hehe) dan
bertemulah dengan pemegang kunci keputusan baik dari penerbit, redaksi media dengan hadir di launching buku, seminar atau langsung mendatangi kantornya.
5. Competency
6. Credibility
7. Client focus and
8. Client networking.

Nah, ke-8 komponen ini perlu kita perhatikan, pahami dan lakukan. Selain menjadi modal awal sebagai penulis juga jadi pijakan kita ketika tak tentu arah ups #curcol. Bagaimana denganmu, komponen apa yang belum tertera ?

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day83

3 Aturan Menjadi Penulis Bagi Pemula

Bismillah…

The good writer has the three S’s the power to see, the power to sense and to say. That is, he is perceptive, he is feeling and has the power to express in language what he observes and react to-Lawrence C. Powell

Hampir 10 hari absen menulis di #ODOPfor99days. Sedih dan merasa kurang nyaman sebenarnya. Niatnya ingin belajar konsisten menulis 1 hari 1 posting jadi banyak bolongnya…. Ya, itulah perjalanan yang harus dilalui. Maka pada hari ini, marilah menulis lagi. Sebagai penulis pemula, kembali pada niatan menulis merupakan amunisi yang cukup ampuh loh. Ketika berniat menulis untuk berbagi, pada kesempatan ini saya akan berbagi informasi dari Buku A Complete Guide for Writerpreneurship karya Kang Arul. Membaca buku ini laksana mengonsumsi obat ketika sakit. Perih dan pahit, tapi semoga menjadi ikhtiar agar semangat menulis lagi 🙂

3 Aturan menjadi Penulis Pemula

Tiga Aturan menulis bagi pemula yakni :
Culture, culture and culture
Ya, budaya menulis itu perlu dibina dan dilakukan secara kontinyu.
Tiga budaya menulis yang harus dipahami dan diaplikasikan :
a. Kultur mengelola waktu yang efektif dan efisien. Sehingga kita meluangkan waktu untuk menulis, bukan diwaktu luang atau sisa waktu. Kultur ini juga erat kaitannya dengan pencapaian target. Artinya sebuah karya akan selesai dalam berapa lama, apakah satu minggu, dua minggu, satu bulan atau bahkan 1 tahun?

Membuat target berarti memiliki perhitungan dan perencanaan yang tepat. Dan pada akhirnya kita bisa menentukan tenggang waktu alias deadline sebuah karya. Hal ini akan jadi salah satu penyemangat ketika dilanda kemalasan dan sebagainya. Maka buatlah time organizernya, berupa deretan timeline dan pekerjaannya. Sehingga apabila terdapat agenda di luar itu, lakukanlah sebisa mungkin di luar jadwal tersebut.

b. Kultur menghasilkan karya yakni kebiasaan menulis. Apakah kita bisa berkarya dalam sehari, seminggu dan (paling lama) sebulan harus ada naskah yang dihasilkan. Ini bisa dimulai dari menuliskan ide-ide. budaya menulis itu layaknya kebiasaan untuk menulis, selalu menulis dan setiap waktu menulis.
Kultur ini akan mengasah kemampuan menulis dalam merangkai kalimat, mempertajam aspek penuangan ide-ide hingga fokus menulis :’)

c. Kultur membaca
Reading is the creative center of writer’s life
If you would be a reader, read; if a writer, write-Epictetus
Membaca bisa menjadi pertolongan ketika berhadapan dengan writer block. Hasil membaca secara disadari atau tidak, akan membimbing penulis terhadap gaya menulis, bagaimana menulis fakta hingga kosakata loh. Saya pun merasakannya. Akhir-akhir ini sedang tertarik dengan buku-buku dan bacaan tentang mencari ide menulis dan cara deliverynya.. Jadi gaya nulis dan kosakatanya rada-rada terpengaruh deh hehe

Lalu, berapa banyak buku yang Anda baca dalam seminggu ? Berapa lama waktu yang dihabiskan untuk membaca buku ? Seringkah mengonsumi bahan bacaan dari majalah, koran atau media online? Jangan-jangan kebanyakan waktu kita habis dengan kepoin sosmed tetangga lagi, astagfirullah… Saya baru baca 1 buku pekan ini, belum tuntas pula. Mari kita giatkan membaca. Bukan sekedar bacaan status di sosmed, tapi bacalah yang lebih mendalam seperti buku. Baik elektronik maupun buku cetak. Dan utamakan membaca dan memahami pedoman utama yakni quran ya… Bacaan lain itu suplemen, oke ?

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day81

#ODOPfor99days Putaran Pertama

Bismillah…
Tak terasa sudah melewati 1/3 putaran dalam one day one post.
Menulis bukanlah perkara yang mudah atau bahkan sulit. Ia berada dipertengahannya…
Dalam perjalanan belajar menulis dengan konsisten itu penuh cita, cerita dan cinta…
Ya, terkadang saya merelakan sedikit waktu istirahat untuk menuangkan apa-apa yang ada di benak ini… Menjadi lebih sering membaca dan riset mini pun sering dibutuhkan… Alhamdulillah….
Dan tadaaa.. Inilah list postingan 33 harinya :

#1stWeek
1st day Lima poin tentang hidup, beramal, cinta, kemuliaan, dan kekuatan yang berjudul “Learn for future spirit of 2016”

2nd day Learn, a choice of life ! Ilmu itu bagaikan tawanan yang meloncat loncat segera keluar dari bui……. Maka tulislah, lafalkan dan amalkan… But, We often meet the difficulties in that process.
Don’t give up and first & foremost have fun on learning on How to organize our learning 

3rd day Lima Cara menjadi Insan Kreatif dalam “Yuk Jadi Insan Kreatif” 

4th Harapan terbesar di 2016 adalah dapat melanjutkan studi S2 dengan beasiswa penuh bersama pasangan (suami) yang dapat saling mengisi, melengkapi dan bertumbuh bersama menjadi keluarga Rabbani, sukses dunia dan akhirat serta menebar manfaat bagi lingkungan… aamiin

5th Dapur menjadi jantung sebuah keluarga. Yuk Bikin Dapur Bersih, Aman dan Sehat 
Bukan hanya soundtrack yang punya bonus… #ODOPfor99days ini juga ada bonusnya loh Yuk Jalankan Gaya Hidup Sehat Berkualitas

#2ndweeks
6th Memaknai Arti #SemangatPagi. Berbuatlah sepenuh kemampuanmu

7th Tujuh Tips Jitu Agar Produktif Setelah Shalat Shubuh
Thread favorit dengan share fb terbanyak 112 kali dan 20 komentar 🙂

8th Era digital telah memasuki ruang-ruang di rumah kita. Tiga Tips Jitu Agar Mata Nyaman di Depan Gadget dan Laptop 

9th Membangun Visi Sukses Dunia dan Akhirat. Memulai kejelasan mimpi untuk menjadi visi hidup bisa dimulai dengan mengenal konsep diri masing-masing

10th Yuk Kenali Pentingnya 1000 Hari Pertama Kelahiran.
1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah periode emas seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal

#ODOPfor99days Putaran Pertama

#3rdweeks
11th JADIKAN MAKANAN SEBAGAI PENGGANTI OBAT ANDA, BUKANNYA OBAT MENJADI MAKANAN ANDA

12th Renungan Kehadiran Pelita 
Memaknai arti secercah cahaya saat gelap gulita

13th Tips Praktis Membuat Kue Coklat Menggunakan Rice Cooker 
Tips membuat kue coklat menggunakan rice cooker berdasarkan pengalaman penulis 🙂

14th Belajar Menjadi Ahli Gizi, Momentum #HGN2016
Mencoba menjalankan 3 peran Ahli Gizi sebagai dietisien, sebagai konselor gizi, dan sebagai penyuluh gizi

15th Bersilaturahmi itu Menyenangkan 
Bersilaturahmi itu penyejuk hati dan juga penyemangat. Ia laksana mata air di tengah gersangnya gurun pasir. Tak sekedar pelepas rindu…..

#4thweeks
16th Makna Usia
Usia manusia itu misteri… Agar manusia selalu berhati-hati dalam hidupnya, dan agar manusia selalu berada dalam kebaikan.

17th Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek
Anak yang pendek dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama/ kronis atau menderita penyakit infeksi berulang

18th Yuk Kenali dan Cegah Anak Pendek Bagian 2 
Tiga Cara mencegah anak pendek

19th Yuk Jaga Ginjal Agar Sehat Optimal
Empat tips menjaga ginjal agar tetap sehat

20th Understanding Public Health Nutrition 
Public Health Nutrition is essential knowledge for health workerand goverment

#5thweeks
21st Yuk Konsumsi Buah Lokal 
Enam alasan pentingnya konsumsi buah lokal

22nd Tips Mengaplikasikan Adab Makan sesuai Sunnah 
Tips agar makanannya dapat dicerna dan bermanfaat untuk tubuh

23rd Yuk Cegah Kanker Sejak Dini 
Yuk kurangi 5 jenis makanan pencetus kanker

24th Membangun Mental Kaya dengan Empat Mental KAYA sebagai modal awal

25th Tips Mengaplikasikan Adab Makan sesuai Sunnah Bagian 2 
Delapan Tips Mengaplikasikan Adab Makan sesuai Sunnah

#6thweeks
26th Enam Cara Cegah Kanker pada Anak 
Cara meminimalisir kanker pada anak sedini mungkin

27th Yuk Berolahraga dan Berlatih
Enam cara untuk melatih kesehatan fisik, mental dan akal sekaligus

28th Yuk Berolahraga dan Berlatih Bagian 2 
Enam dari dua belas cara untuk melatih kesehatan fisik, mental dan akal

29th Tujuh Cara Mengolah Sayur yang SEHAT dan BerGIZI 
Sayur merupakan sumber zat gizi (mineral dan vitamin), kaya akan serat dan antioksidan. Beberapa jenis vitamin mudah sekali rusak jika dipanaskan

30th Yuk Diet Kantong Plastik 
Indonesia menjadi negara tertinggi ke-2 dunia yang menyumbang sampah plastik ke lautan. Maka diperlukan lima cara berdiet plastik yang mudah dan praktis

#7thweeks
31st Lima Penyebab Protein Tidak Dapat DICERNA
32nd 9 Tips Pola Makan Sehat untuk Ibu Hamil 
Pola makan sehat untuk Ibu hamil yang mudah diaplikasikan

33rd Behind The Scene Kelas Inspirasi Bandung 4 
Di balik layar Kelas Inspirasi Bandung 4 yang mengharu biru 🙂

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga membuat list postingan yang cukup membakar kalori #eh
Terima kasih kepada pembaca yang sudah menyempatkan diri untu mampir, berbagi dan memberikan komentar…
🙂

Jika ingin melanjutkan putaran keduanya disini
@nurlienda
#ODOPfor99days #day43