Pengaruh Perubahan Iklim terkait Gizi dan Kesehatan di Kota Bandung

Bismillah

Perubahan iklim tengah terjadi di Indonesia dan Dunia. Perubahan iklim merupakan  perubahan pada kondisi cuaca dan iklim yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Perubahan iklim ini dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung, oleh berbagai aktivitas kehidupan manusia sehingga merubah komposisi atmosfer global. Aktivitas manusia yang menggunakan alat-alat elektronik dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca seperti CO2, methana, chlorofluorocarbons (CFC). Peningkatan emisi gas rumah kaca diduga sebagai penyebab utama terjadinya perubahan iklim. Salah satu parameter terjadinya perubahan iklim adalah perubahan kondisi fisik, seperti kenaikan permukaan air laut, siklus hujan dan kemarau yang berubah-ubah. Perubahan kondisi fisik ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti aspek ekonomi, lingkungan, dan kesehatan.

Kota Bandung sebagai salah satu kota besar yang tengah berkembang pesat di Indonesia pun terkena dampak perubahan iklim, terjadinya banjir dan kemarau sebagai salah satu dampaknya. Banjir berdampak terhadap berbagai masalah kesehatan seperti terjadinya diare, penyebaran penyakit menular (dengue, tifoid, kolera, leptospirosis, filariasis), malnutrisi, kontaminasi makanan dan air serta akses air bersih yang terbatas. Penjelasan mengenai perubahan iklim dapat kita perhatikan dengan kerangka FAO (2016) sebagai berikut :

engaruh perubahan iklim terkait gizi dan kesehatan di Kota Bandung

Peningkatan emisi CO2 sebagai salah satu pencetus terjadinya perubahan iklim.  Perkembangan pemukiman yang pesat, penggunaan energi dan meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di Bandung menyebabkan peningkatan emisi CO2. Emisi primer dari bahan bakar memasak dan juga asap kendaraan berefek pada kesehatan terutama pada saluran pernafasan seperti ISPA, rhinitis alergi, asma dan pneumonia.

Perubahan iklim pun berpengaruh terhadap ketersediaan bahan makanan, terutama yang berasal dari produk pertanian dan laut. Perubahan proses produksi pangan mempengaruhi keamanan pangan sebagai sebuah dampak terhadap mata pencaharian dan akses ke makanan. Bandung, saat ini memiliki kerawanan terjadinya banjir. Hal ini akan pengaruhi stabilitas dan akses kepada makanan terutama dalam hal pasokan bahan makanan.  Penurunan pasokan beras akan mengakibatkan penurunan konsumsi pada tingkat rumah tangga sehingga bila terjadi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan status gizi pada tingkat individu yang tentu akan berdampak pada kerentanan terhadap berbagai macam penyakit.

Berbagai upaya pendekatan perlu dilakukan untuk antisipasi dan atasi dampak perubahan iklim. Antisipasi berupa penyiapan arah dan strategi, program dan kebijakan dalam rangka menghadapi pemanasan global dan perubahan iklim. Beberapa program yang penting untuk dilaksanakan diantaranya penyusunan strategi dan perencanaan pengembangan infrastruktur (terutama jaringan irigasi untuk daerah pemasok produk pertanian), evaluasi tata ruang untuk pengaturan lahan (penyesuaian jenis tanaman dengan daya dukung lahan), pengembangan sistem informasi dan peringatan dini banjir serta kekeringan, penyusunan dan penerapan peraturan perundangan mengenai tata guna lahan dan metode pengelolaan lahan.

Upaya adaptasi dapat dilakukan melalui pengembangan dan sinergisme dari sektor pertanian, peternakan, maupun kelautan, yang tahan terhadap perubahan iklim, baik saat ini maupun masa yang akan datang, Dengan melakukan berbagai upaya tersebut, diharapkan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat pun akan tetap terjaga.  Upaya yang kita dapat lakukan sebagai warga Bandung adalah bijak dalam penggunaan energi, alat elektronik, kendaraan bermotor dan bahan bakar perlu dilakukan oleh setiap orang dengan kesadaran penuh untuk hidup sehat produktif dan berkelanjutan.

Yuk lebih bijak dalam menggunakan berbagai fasilitas disekitar kita

 

Referensi :

  1. FAO, 2008. Climate Change and Food Security: A Framework Document, Rome
  1. FAO, 2016. Climate Change and Food Security: Risks and Responses
  1. Haryanto, Budi. 2009. Climate Change and Public Health in Indonesia Impacts and Adaptation. Austral Policy Forum, Nautilus Institute.
  1. Kementerian Pertanian RI, 2011. Pedoman Umum Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian, Jakarta. Available at: http://www.pertanian.go.id/dpi/downlot.php?file=pedum-adaptasi.pdf.
  1. WFP, 2012. Food Security and Climate Change, Jakarta.
  1. Yuniartanti, R.K., 2012. Migrasi VS Adaptasi sebagai Solusi Dampak Perubahan Iklim di Kawasan Perkotaan, pp.29–32.

 

@nurlienda

 

Advertisements

Film Iqro’, Ngaji baru Kaji

Bismillah
Sebuah kesempatan untuk hadir pada pemutaran Gala Premiere Film Iqro’ di TSM XXI muncul dalam notifikasi grup Blogger Bandung. Kesempatan emas untuk menonton film yang membuat saya penasaran di awal tahun 2017. Yippy, tepat 3 hari stay di Bandung dan saya mendapatkan kesempatan tersebut, alhamdulillah.. Saya dapat silaturahim sambil nonton hehehe…

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah) bagi orang yang berakal”-QS. Ali Imron ayat 190

Sebuah penggalan ayat yang sukses membuat saya merinding dan menjadi intro Film Iqro’, Petualangan Meraih Bintang. Film yang digarap Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy ini diperankan oleh berbagai artis kawakan Indonesia.

Film Iqro’ seolah menjadi tonggak baru film anak-anak dan keluarga di awal tahun 2017.

Aqila, seorang anak yang sangat menyukai ilmu sains ini ingin mengamati alam semesta di Observatorium Boscha sebagai tugas sekolahnya. Namun Aqila ini kurang memiliki minat untuk belajar al-quran. Ia pun meminta bantuan kepada kakeknya, Prof Wibowo (diperankan Cok Simbara) yang berprofesi astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Boscha, untuk menggunakan teropong bintang di Boscha. Sang kakek mengajukan satu syarat : “Aqila harus bisa membaca al-Quran”. Ngaji baru mengkaji ayat-ayat semesta… Itulah yang disampaikan kakek Wibowo kepada Aqila dan Aqila pun menyanggupinya…

Ketika berada di rumah kakeknya, Aqila bertemu dengan Ros. Ros merupakan putri dari pembantu kakeknya. Untuk mengisi waktu liburan, Aqila diajak mengikuti kegiatan di masjid yaitu ngaji bersama Kak Raudhah… Berbagai peristiwa saat ngaji dialami oleh Aqila. Mulai dari dijahili Faudzi, kesulitan mengaji hingga mengikuti festival iqro’. Konflik terjadi bukan hanya pada Aqila, namun pada kakek Wibowo dan keluarga.. Tawa segar tak luput mewarnai film iqro’ ketika Ayah Faudzi (Mike Lulock) dan Nenek Faudzi yang diperankan Meriam Bellina hadir pada beberapa scene.

Film iqro’ ini menghibur, menghanyutkan perasaan dan juga membuat saya beberapa kali menitikan air mata. Dan….. yang terpenting, film iqro’ mengingatkan diri akan pentingnya ngaji sebelum mengkaji… Film ini menambah motivasi untuk mempelajari Al Quran lebih intens lagi..  Lebih merutinkan membaca dan mengkaji maknanya serta kembali menempatkan Al Quran sebagai sumber ilmu yang diberikan olehNya… Pesan untuk senantiasa tawakal hanya kepadaNya pun sukses membuat saya tersedu….

Film iqro’ sebuah film alternatif untuk anak dan keluarga.
Sebuah film keluarga dengan mengkompilasikan sisi hiburan, tuntunan (edukasi) dan juga menginspirasi. Para orang tua hendaknya menonton film ini dan ajaklah pula putra-putrinya. Banyak hal yang dapat didiskusikan selain akan semakin mempererat hubungan keluarga, juga membuat kita berpikir kembali ke manakah arah parenting kita sebenarnya?

Saya sarankan untuk para pelajar dan pembelajar beserta para guru untuk menonton film ini. Film Iqro’ dapat mengingatkan bahwa Al Quran dan Sains itu tidak dapat dipisahkan. Kata kunci belajar adalah Bacalah. Membaca sebenarnya bukan hanya pada literatur dalam buku-buku, namun juga pada alam semesta.
Ngaji Al Quran, hakikatnya adalah mengkaji diri sendiri dan alam semesta secara beriringan tak terpisahkan.

Jika ditanya, maukah nonton Film Iqro’ lagi ?
Saya pasti akan jawab MAU… Sekalian ajak ponakan-ponakan.. Apalagi yang masuk pada usia pengayaan profesi, Film Iqro’ ini menggambarkan kehidupan astronom di Indonesia… Biar gak penasaran, ini trailer Film IQRO’nya

Film Iqro’ ini insya allah akan tayang serentak pada tanggal 26 Januari 2017 di Bioskop-bioskop terdekat, tepat pada saat saya milad #eh.. Jadi tunggu apalagi, silahkan ajak putra-putri, pasangan dan ponakan-ponakan untuk menontonnya…

film iqro' ngaji baru kaji

@nurlienda

#ODOPfor99days Putaran Ketiga (Habis)

Bismillah

Menulis adalah episode yang penuh warna,

Adakalanya waktu sangatlah terbatas, banyak hal yang ingin dituliskan namun terbatas waktu dan sumber daya…

Terkadang rasa malas pun hadir… Akses terbatas untuk membuka laptop, tidak adanya jaringan internet dan kesulitan membuka dokumentasi yang tercecer… Menjadi kendala yang signifikan bagi saya pribadi…

Namun demikian, ada rasa yang membuncah, ketika kita dapat menyampaikan apa-apa yang ada di benak kita.. Membuka sedikit tabir akan informasi yang ternyata dibutuhkan… Keterampilan menyampaikan rasa, mengolah kata dan meramu menjadi kalimat mudah cerna adalah sebuah proses… Proses yang akan terus bergulir dari waktu ke waktu.. Inilah kompilasi #OneDayOnePost putaran terakhir :
#day99 Where there’s a will, there’s a way
#day98 Amalan jemput jodoh terbaik
#day97 4 November
#day96 Belajar Menulis ala ABG 

#day95 Karena kematian adalah sebuah kepastian
#day94 Yuk Berperan dalam Pengendalian Rokok di Indonesia
#day93 4 Jenis Makanan Wajib Saat Sahur
#day92 There is No FAIL 
#day91 7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui 

#day90 4 Cara Latihan Mindfullness for Writing 
#day89 3 Alasan Mematikan Gadget Sebelum Tidur
#day88 Jogja, Destinasi Ilmu 
#day87 Cara Mudah Miliki Tabungan Emas Pegadaian
#day86 Arti Hari Pendidikan Nasional 

#day85 10 Model Cinta Keluarga Bahagia 
#day84 Cara Lezat Konsumsi Ubi Ungu
#day83 8 Kunci Utama dalam Menulis 
#day82 How To Solve The Biggest Problems With Nutrition
#day81 3 Aturan Menjadi Penulis Bagi Pemula 

#day80 7 Langkah Nyata pada Hari Bumi 
#day79 Mocaf vs terigu bagian kedua
#day78 5 Cara Mengolah Makanan saat Camping
#day77 Project Seumur Hidup
#day76 Why We Love Nutrition (And You Should, Too!)

#day75 Bentuk Pendidikan yang Hakiki
#day74 #ODOPfor99days Putaran Kedua
#day73 Global strategy on diet, physical activity and health
#day72 Cara Brainstorming Online untuk Hasilkan Banyak Ide 
#day71 3 Tips Gizi Pranikah untuk Pria 

Alhamdulillah.. Akhirnya, saya dapat menyelesaikan pertandingan melawan diri sendiri…

Semua berproses dan tak ada yang abadi, kecuali dengan menuliskannya….

odopfor99days putaran ketiga perbaikan adalah abadi

Semoga rangkaian tulisan #ODOPfor99days ini bermanfaat…

@nurlienda

Belajar Menulis ala ABG

Bismillah

Menjadi ‘ABG’ itu asyik loh…

Periode ABG yang merupakan masa-masa paling menantang, cari jati diri  dan serba ingin tau.. Nah, masa-masa ABG bisa dijadikan metafora untuk menulis loh dengan cara Aktif, Baca, Gaul.

Ya, jika ingin menulis… Kita pun harus “aktif”. Ya, seaktif-aktifnya, dalam berbagai kegiatan. Hadirilah berbagai pertemuan-pertemuan seperti seminar, workshop, diskusi, pertunjukan seni maupun acara-acara di sekitar kita, dan jangan sungkan-sungan menunjuk tangan jika ingin bertanya. Sudah tidak zamannya untuk takut-takut seperti masa sekolahan; duduk paling belakang sebab takut disuruh guru mengerjakan tugas di depan. Aktifnya diri akan melapangkan jejaring dan ikatan persaudaraan. Kita akan mudah beradaptasi, kapan pun dan dimana pun, selain itu kita akan terlatih dalam situasi dan kondisi apa pun yang kelak akan berguna ketika menjadi penulis.

“Baca” sudah pasti, dan ini paling klasik di dunia tulis-menulis. Para penulis selalu mewanti-wanti, kalau mau jadi penulis jadi pembacalah terlebih dahulu. Kalau nggak mau baca, kamu tetap bisa menulis, tapi tulisanmu garing, tidak bersumber dari pengetahuan yang dimiliki. Orang yang membaca saja tanpa menulis, sama seperti orang memasukkan makanan terus menerus ke tubuhnya, lama-lama perutnya kembung. Tidak ada pengeluaran dari tubuhnya. Kalau menulis saja tidak membaca, persis mengeluarkan sesuatu dari tubuh terus menerus tanpa isi ulang. Bacalah berbagai sumber tulisan; buku, koran, majalah, tulisan-tulisan di internet, iklan-iklan di jalanan, dan segala huruf yang kamu temukan yang bisa dibaca!

 

belajar menulis ala abg

Jadilah anak “gaul”. Kumpulkan banyak teman. Bukan hanya teman yang senasib, tapi jadikan teman-teman lain yang nasibnya lebih baik darimu. Kalau temanmu senasib, ya nasibmu bakal begitu-begitu saja, tidak ada perubahan. Tapi jika teman nasibnya lebih baik darimu, kamu akan dapat menjadikan dirinya sumber inspirasi dan motivasi bagimu untuk hidup lebih baik….

Menulis itu butuh proses. Kita yang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa hari ini, jika terus belajar dan berusaha, kelak akan menjadi apa-apa dan menjadi siapa. Bahkan, jika kamu bersungguh-sungguh, karya dan prestasi kita akan melampaui karya dan prestasi teman-teman. Kita bisa membuktikannya kok. Berjuanglah!

Ingatlah bahwa sebaik-baik teman adalah yang mau menunjukkan jalan, memberi tahu kelemahan dan kekurangan karyamu, bukan sekadar memuji setinggi langit hingga membuatmu lupa bahwa kakimu menginjak bumi…

Menulis adalah pekerjaan jangka panjang dan kita tidak boleh menunda-nundanya

Semakin lama kita menunda, maka mimpi untuk menjadi penulis yang sudah didamba, boleh jadi tidak akan pernah ada.

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day96

Project Seumur Hidup

Bismillah

Ketika sedang memegang sebuah project atau program, apa yang sahabat rasakan ?

Antusias, menggebu-gebu dalam mengerjakannya, full power dan passionate ?

Apakah sahabat memiliki sebuah project seumur hidup ?

………………………………………………………………………………..

Bagi saya, “Hafidzah itu proyek hidup!”

Menyelesaikan setoran dengan lisan terbata, tak lancar-lancar itu biasa. Ditegur sahabat sebab ayat-ayat lupa, kurang dan diulang-ulang akhirnya berputar-putar. Namun ketika teringat Syaikh Sudais yang sempat lupa satu ayat, asaku kembali bangkit bahwa tiada yang sempurna, melainkan perjuangan penuh pengorbanan.

“Hafidzah itu proyek hidup!”

Akan kukatakan, ketika diri ini futur, tak mau lanjutkan hapalan.

Sering mandet dan tak ada waktu untuk menambah dan mengulang hapalan.

Bukankah sebenarnya kita yang sering cari alasan?

Alasan-alasan klasik tak sempat bercengkrama dan berjumpa dengan Al quran….

Hanya menggunakan waktu sisa untuk bermesraan dengannya penuh ketenangan?

Astagfirullah…..

Layakkah kita memberikan waktu sisa untuk Quran?

“Hafidzah itu proyek hidup! ”

Akan kucoba untuk semangati diri, ketika tak kunjung kuat hapalan namun usia terus berputar penghabisan. Hafalan itu kita perjuangkan seumur hidup, kita ulang seumur waktu, kita tanam sedalam qalbu.

Bukan sehari hapal, atau sebulan hapal, setahun hapal. Tapi kita ulang ulang, bahkan tiada berkehabisan….

“Hafidzah itu proyek hidup!”

Ada orang yang setahun hapal, dua tahun hapal bahkan 30 hari hapal. Tapi bukan cepat atau waktu hapal, hafidz/ah adalah tentang kau menjaganya sepanjang zaman, setegar jiwa. Menghapalnya dalam kesulitan dan kemudahan.

“Hafidzah itu proyek hidup!”

Kala muda kala tua. Tak pandang usia, yang terpenting adalah kita memulainya, menjaga dan bersemangat bersamanya. Tak peduli kau jatuh, lupa, dan tertinggal….

“Hafidzah itu proyek hidup!”

Membaca al-quran, menghafalkan dan mengamalkannya tidak akan mengurangi waktu…

Secara hitungan matematika dunia, membaca al-quran tampak seolah-olah mengurangi waktu. Padahal waktu yang digunakan untuk membaca al-quran itu tidak hilang, ia akan diganti oleh allah swt dengan keberkahan yang berlipat ganda… Insya allah

project seumur hidup

Mohon doanya, sahabat…

Allahumma Yassir Wala Tuassir, Hasbunallah
Laa illaha illa anta subhanaka inni
kuntumminadzholimin….

@nurlienda

#‎ODOPfor99days‬

#day77

Belajar memahami diri

Bismillah

Jika akan membangun rumah, harus melalui momen-momen dimana material berserakan dan debu beterbangan.
Jika mengusir virus, harus mengijinkan tubuh menciptakan mekanisme bernama demam dan meriang.

Jika tumbuh payudara, harus melalui masa-masa sangat sensitif dan nyeri dengan sentuhan.
Ketika lahiran pun, mesti mengalami sebuah fase memahami dan menerima: bahwa sejatinya nyeri hadir sebagai mekanisme alamiah, yang menandakan tubuh sedang bekerja dengan baik. Untuk melahirkan bayi…

Apapun bentuknya, semua proses “TUMBUH” dan “berkembang” memang selalu memerlukan perubahan.

Perubahan akan menghadirkan rasa tidak nyaman. Sehingga satu hal yang wajib kita miliki untuk bertumbuh adalah… Sebuah kesadaran…

belajar memahami diri

Belajar memahami diri, sebuah proses berdamai dengan diri. Untuk berdamai dengan proses dan mengijinkan rasa tidak nyaman itu hadir. Apa adanya…. Sebagai bagian dari hidup dan kehidupan….

Terima rasa nggak nyamannya ya, Nak. Tubuhmu yang sedang demam… Niscaya sedang berproses menuju keseimbangan.

“You need chaos in your soul to give birth a dancing star” ~ Nietzsche

Disarikan dari tulisan Dyah Pratitasari

@nurlienda

#ODOPfor99days
#day49

Jogja, Destinasi Ilmu

Bismillah…

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga”-HR. Muslim

Sebuah hadist yang menggambarkan upaya yang tengah di tempuh saat ini… Ya, saat ini kami sedang berikhtiar, mengupayakan salah satu jalan guna meraih RidhoNya, insya allah… Walaupun tengah berpisah dengan keluarga tercinta.. Hadist tersebut begitu menyentuh dan menguatkan ketika merantau untuk mencari ilmuMu yang terserak… Ilmu yang Maha Luas, Maha Besar dan Sempurna…

“Dan allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas” (QS. An-Nur: 38)
Alhamdulillah, atas segala kenikmatan yang allah swt anugerahkan…
Berbagai episode untuk berada di Jogja telah digariskanNya… Sebuah awalan yang indah dari proses pencarian ilmu…  Doakan agar ilmu yang tengah didalami ini menjadi jalan-jalan pembuka kebaikan dan bermanfaat baik di dunia dan akhirat…

Kebahagiaan dalam episode ini insya allah akan terus bergulir.. Semakin terasa ketika kita berbagi kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitar kita….

jogja destinasi ilmu

Teringat sebuah peribahasa yang dikatakan oleh Abdullah Ibnu Abbas : “Ilmu itu dimiliki dengan lidah yang banyak bertanya dan Akal yang gemar berfikir”. Sebuah bekal yang nyata dalam pencarian ilmu yang hakiki sebenarnya…

@nurlienda

#ODOPfor99days

#day88