7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui

Bismillah…
Olahraga merupakan salah satu kebutuhan manusia pada setiap fase kehidupan. Tak terkecuali ibu hamil dan menyusui. Namun, faktanya tidak sedikit Ibu menyusui yang tidak mau berolahraga karena berbagai alasan. Alasan utama yang diungkapkan adalah kekhawatiran akan ASInya. Ada yang beranggapan berolahraga dapat mempengaruhi komposisi ASI & rasa ASI. Sehingga khawatir bayi akan menolak menyusu.

Penelitian-penelitian laktasi terkini membuktikan bahwa olahraga ringan hingga sedang tidak mempengaruhi komposisi ASI. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa olahraga sedang meningkatkan kesehatan jantung tanpa memengaruhi kadar antibody Immunoglobulin A (IgA), protein laktoferin dan enzim lysozyme dalam ASI. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga sedang yang dilakukan oleh Ibu menyusui tidak akan mempengaruhi :
• Produksi ASI
• Faktor imunitas dalam ASI yaitu antibody IgA (Immunoglobulin A), protein Laktoferin dan enzim lysozyme
• Mineral dalam ASI seperti kalsium, phosphor, magnesium, potassium dan sodium
• Zat gizi utama dalam ASI yaitu lemak, protein dan laktosa
• pH ASI.

Lalu, Apa manfaat berolahraga bagi Ibu menyusui ?
• Meningkatkan kebugaran dan kesehatan jantung
• Meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stress dan mencegah depresi
• Menjaga berat badan (Tujuan Ibu berolahraga sebaiknya bukan untuk menurunkan berat badan secara drastis karena dikhawatirkan Ibu cenderung akan melakukan olahraga berat)
• Meningkatkan kekuatan tulang dan otot
• Memberi contoh hidup sehat sedini mungkin kepada anak-anak dan keluarga.

Kapan Ibu boleh mulai berolahraga pasca melahirkan?
American College of Obstetricins and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa Ibu dapat memulai berolahraga ringan bertahap ketika Ibu merasa pulih. Umumnya 6 minggu pasca persalinan dan diperiksa terlebih dahulu kondisi fisik Ibu. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil penilaian kesiapan tubuh Ibu.

Jika selama kehamilan rutin berolahraga dan melahirkan secara persalinan normal (per vaginal) tanpa komplikasi maka Ibu dapat mulai berolahraga ringan seperti peregangan dan jalan kaki jarak pendek beberapa hari setelah persalinan. Ketika Ibu makin pulih dan kuat maka Ibu dapat mulai meningkatkan low impact aerobic seperti jalan kaki dengan jarak bertahap lebih jauh.

Apabila Ibu melahirkan melalui SC (Sectio Caesarea) tunggu sekitar 6 minggu) hingga luka operasi pulih, tapi… bukan berarti Ibu hanya berbaring dan tidak melakukan aktivitas ya…. Jalan kaki secara perlahan sangat dianjurkan agar mempercepat pemulihan dan mencegah penggumpalan darah dan komplikasi pasca SC lainnya. Sendi dan jaringan ikat di tubuh Ibu pasca persalinan akan lebih kendur hingga 3 – 5 bulan pasca persalinan, oleh karena itu Ibu perlu berhati-hati bila berolahraga jangan sampai terbentur dan terjatuh ya…

7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui

Sumber gambar disini

7 Tips Olahraga Untuk Ibu Menyusui :
1. Susui bayi atau perah ASI sebelum Ibu berolahraga terutama olahraga high impact seperti berlari. Hal ini dapat mengurangi ketidaknyamanan karena payudara penuh dan juga bayi sudah terpenuhi kebutuhan menyusunya
2. Gunakan bra yang dapat menyangga payudara dengan baik dan nyaman. Beberapa Ibu mengenakan dobel bra yaitu bra untuk menyusui lalu di luarnya bra untuk olahraga (sport bra). Kenakan breast pad/bantalan payudara supaya mencegah ASI merembes saat Ibu berolahraga
3. Pastikan cukup minum selama dan setelah berolahraga. Biasakan membawa botol minum yang mudah diraih ketika berolahraga untuk cegah dehidrasi
4. Setelah berolahraga keringkan badan terutama payudara. Kemudian mandilah, bayi tidak menyukai badan dan payudara Ibu yang berkeringat dan akan terasa asin 🙂
5. Lakukan olahraga secara perlahan dan bertahap, aturlah intensitasnya. Seiring meningkatnya intensitas olahraga, pastikan tidak sampai membuat Ibu kelelahan. Ibu dapat melakukan latihan aerobik ringan-sedang seperti jalan kaki, berenang selama 45 menit per hari, 5x seminggu. Department of Health and Human Services dan WHO merekomendasikan durasi olahraga paling tidak 150 menit per minggu
6. Libatkan bayi dalam berolahraga. Lakukan olahraga bersama dengan anak dan bayi ketika melakukan peregangan, senam, berjalan kaki dan lain-lain
7. Stop olahraga jika Ibu merasakan nyeri dan segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan terdekat.

Jadi tak perlu ragu untuk berolahraga saat menyusui ya… Semoga tulisan ini bermanfaat dan Para Ibu menyusui semangat untuk berolahraga…. Bagaimana dengan pengalaman berolahraga Ibu saat menyusui ? 

@nurlienda

Happy Breastfeeding, Stay Fit and Keep Healthy

#ODOPfor99days

#day91

 

Referensi :

Disadur dari Fatimah Berliana Monik-Konselor Laktasi

https://www.breastfeeding.asn.au/bfinfo/exercise-and-breastfeeding

http://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/lifestyle/mom-exercise/

 

Advertisements

Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui

Bismillah…

Air Susu Ibu (ASI) merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk bayi, namun dengan bertambahnya peran ibu, terkadang pemberian ASI sulit untuk dilakukan. Dalam menyusui dibutuhkan lingkungan yang kondusif, baik di tempat kerja maupun area publik lainnya seperti penyediaan ruang laktasi. Peran Ayah, Tim Support di rumah (Pengasuh, Nenek, orang terdekat), Tim support di tempat bekerja (atasan, rekan kerja), lingkungan sekitar dan dukungan sangatlah berpengaruh dalam memberi-mendapatkan ASI. Oleh karenanya, manajemen ASI Perah, EdukASI dan ruang laktasi diperlukan baik di tempat kerja maupun area publik lainnya.

Mulailah dengan awalan yang “manis” di masa awal menyusui. Bicarakanlah dengan dokter bahwa ibu ingin melakukan IMD dan memberikan ASI eksklusif.  Pengalaman yang indah dan menyenangkan akan membuat ibu untuk berjuang tetap menyusui bayi loh… Nikmati masa-masa cuti. Ibu rencanakan untuk mengambil cuti sepanjang mungkin-yang-bisa-ibu ambil dan lakukan baby-moon (honeymoon dengan bayi). Nikmati masa-masa indah baby-moon secara eksklusif. Jauhkan pikiran-pikiran negatif seputar “bagaimana seandainya sudah bekerja nanti blablabla…” Nikmati saja apa yang ada hari ini dengan rutinitas baru bersama anggota-keluarga-baru yang indah ini.

Saat akan kembali bekerja, ibu bisa bernegosiasi dengan pimpinan tentang keinginan ibu untuk tetap memberikan ASI dan melanjutkan menyusui. Setidaknya diskusikan tentang beberapa hal berikut ini: kapan ibu akan memompa, dimana ibu boleh memompa dan kemungkinan ibu bisa menitipkan ASIP untuk sementara (misalnya di kulkas kantor).

Lalu, bagaimanakah agar lancar menyusui dan sukses bekerja itu ?

Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui

#1. Biasakanlah tetap memerah ASI

Frekuensi memerah sebenarnya untuk mengganti frekuensi menyusui yang -terpaksa- terlewatkan karena ibu sedang bekerja. Jika ibu bekerja selama 8 jam sehari maka ibu membutuhkan setidaknya 3 kali waktu memerah: di pertengahan pagi, saat makan siang dan di sore hari (dengan rentang 2-3 jam).

#2. Pilih metode memerah yang akan ibu gunakan

Ibu bisa memerah dengan tangan atau memakai pompa ASIP. Mulailah berlatih memerah ketika proses menyusui sudah mantap dan stabil (biasanya setelah bayi berumur 4 minggu). Metode apapun yang ibu pilih, baik memerah ASI dengan tangan ataupun dengan pompa ASI, semuanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Jangan kecewa saat melihat hasil pemerahan di hari-hari pertama sedikit. Memerah ASI adalah ketrampilan yang butuh dilatih supaya makin terampil. Kuncinya Bisa karena Terbiasa, practice makes perfect, jangan ragu untuk cari bantuan. Saat ibu sudah terampil dan payudara sudah beradaptasi biasanya hasil perahan akan meningkat. Tandem nursing pumping, saat bersama bayi alias Ibu menyusui bayi dengan posisi Football/clutch bersamaan dengan memerah dengan alat elektrik dapat meningkatkan hasil ASI perah. Tentu pasca bayi menyusu dan pasca memerah dengan alat pompa elektrik lanjut perah dengan tangan. Berikut Teh Monik mendemonstrasikan teknik Hands On Pumping, yaitu teknik Breast Compression (penekanan payudara) saat sedang memerah dengan alat pompa elektrik :

Pekan ASI Se-Dunia, Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui, Konselor Menyusui

Selain mengoptimalkan hasil produksi ASI, teknik ini juga meningkatkan kandungan lemak dan kadar kalori dari ASI perah. Latih pengasuh cara memperlakukan ASIP dan memberikannya kepada bayi. Jangan memulai melatih bayi minum dengan dot sebelum bayi umur 4 minggu karena risiko bingung puting sangat tinggi, gunakanlah cup feeder/cangkir. Siapkan wadah ASIP yang bersih juga tempat untuk membawanya selama ibu dalam perjalanan (tas atau kotak ASIP disertai gel es beku).

#3. Pilih busana yang akan memudahkan ibu untuk memerah ASI

Jika tidak ada seragam kantor, akan lebih nyaman jika ibu memilih baju dengan bukaan kancing depan dan bermotif supaya tidak terlihat jika terjadi rembesan atau cipratan ASI.

#4. Pilih lokasi untuk memerah ASI

Alhamdulillah jika di tempat bekerja dan area publik tempat beraktivitas memiliki ruang laktasi. Jika belum, Yuk ajukan kepada pimpinan maupun pihak terkait. Ingin tau lebih jelas mengenai kriteria ruang laktasi (ruang memerah/memompa ASI & Menyusui /Pumping-Nursing Room) ? Sudah diterbitkan oleh Menteri Kesehatan No. 872/menkes/XI/2006 tentang Kriteria dan Fasilitas dari Ruang Menyusui.

Dukungan untuk Ibu Bekerja Tetap Menyusui, Ruang Laktasi

Sumber Foto FB Monika

Nah, apabila keempat komponen diatas telah dijalankan, insya allah menyusui dapat tetap dilakukan oleh ibu bekerja. Untuk memudahkan para ibu bekerja dalam menjalankan rutinitasnya, berikut Tips untuk Ibu Bekerja :
a. Pilih model rambut, kerudung dan busana yang mudah diatur supaya ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk berdandan.
b. Tidur lebih cepat di malam hari, persiapkan keperluan untuk besok sebelum tidur, bangun lebih pagi, mandi dan dandan lebih cepat, serta usahakan menyusui bayi sebelum berangkat supaya terasa lebih ringan.
c. Bawalah bekal seperti camilan, makan siang dan minuman yang ibu sukai. Ketika menyusui, ibu akan lebih mudah lapar dan haus 🙂
d. Bawalah hal-hal yang ibu rasa akan membantu merangsang refleks oksitosin: baju bayi, selimut bayi, foto bayi, rekaman video bayi, novel, dsb.

Catatan :

Nikmati perpisahan dan pertemuan bersama bayi dengan hati yang riang. Sebaiknya ibu menyusui bayi sesaat sebelum berangkat bekerja dan setelah pulang bekerja. Berikan pesan ke pengasuh untuk tidak membuat bayi terlalu kenyang supaya bayi bisa menyusu langsung dengan ibu. Saat bersama bayi usahakan untuk sering langsung-menyusui. Jangan kejar stok ASI perah di kulkas dengan melalaikan bayi di depan mata karena ASI segar dari payudara lebih baik daripada ASI beku di freezer.

#HappyBreastfeeding

#WorldBreastfeedingWeek

#WBW2015

#PAS

@nurlienda

Referensi :

dr. Annisa Karnadi dan FB Monika, Konselor Menyusui

6 Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Bismillah…

Ramadan tengah memasuki pertengahan, Bagaimana kabar para ibu yang sedang menyusui ?

Sebagian ibu menyusui memilih untuk tetap berpuasa. Ibu menyusui diperbolehkan berpuasa atas keputusan ibu dengan memperhatikan 4 syarat berikut :
1. Berat badan normal (Indeks Massa Tubuh berkisar 20-25 kg/m2)
2. Kebutuhan terhadap makanan bergizi dan cairan dapat terpenuhi
3. Sudah melewati masa pemberian ASI eksklusif (Usia Bayi > 6 Bulan)
4. Tidak mengalami penurunan berat badan sampai lebih dari 5 % saat menjalankan puasa untuk beberapa waktu.

Namun, terdapat beberapa kondisi di mana Ibu tidak dianjurkan/tidak diperbolehkan untuk berpuasa. Kondisi tersebut misalnya bila Ibu sedang dalam pengobatan dari suatu penyakit, sedang menderita penyakit berat misalnya migren yang tidak terkontrol, hipertensi, diabetes, hipoglikemia dll.

Lalu, Bagaimana Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui ?

1. Tetap menjaga 3 kali makan dan 2 kali snack/makanan ringan
Waktu makannya saja yang bergeser pada waktu sahur, berbuka dan setelah shalat tarawih menjelang tidur malam. Langkah menyiasati waktu makan dan snack selama bulan Ramadan sebagai berikut :

Sahur dilaksanakan mendekati imsak, makan saat berbuka puasa, makan menjelang tidur malam (diatur paling tidak 1,5-2 jam sebelum tidur malam). Cemilan/makanan ringan/snack serta minum/asupan cairan lainnya bisa disiasati setelah Ibu menyusui / memerah di malam hari. Bila bulan Ramadan telah selesai, segeralah mengubah kembali pola makan seperti biasa (makan pagi, siang dan sore/malam serta 2x snack).

2. Menjaga asupan gizi setiap hari
Konsep makan sehat bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna (Nasi, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan dan susu) tetapi menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan ilustrasi piring makanku. Panduan sekali makan, setiap elemen makanan (Piring Makanku terbagi atas empat bagian, yang terdiri atas buah-buahan, sayuran, protein, dan makanan pokok). Ahli gizi menganjurkan para Ibu menyusui mengkonsumsi daging merah seperti daging sapi yang kaya zat besi untuk mencegah anemia, dikombinasikan dengan makan buah dan sayur yang kaya Vitamin C agar penyerapan zat besinya optimal. Untuk panduan kebutuhan ibu menyusui disini.

3. Menjaga asupan cairan setiap hari
Ibu menyusui membutuhkan 3,1 – 3,8 liter (atau 13 – 16,5 gelas) cairan setiap harinya, dan cairan ini tidak hanya didapatkan dari air yang diminum tapi juga dari makanan seperti sup, buah-buahan, sayur-sayuran dll. Ibu menyusui setidaknya minum 2 liter air putih setiap harinya dan sisanya didapatkan dari sumber lain. Pembagian 2 liter minum air putih tersebut kira-kira dibagi menjadi : 1 gelas sebelum mulai makan sahur, 2 gelas di sela/setelah makan sahur sebelum imsak, 1 gelas sebelum mulai makan berbuka puasa dan sisanya diatur setelah makan buka puasa, sebelum tarawih, setelah tarawih dan saat bangun malam hari pasca menyusui/memerah. Hindarilah minuman manis karena asupan minuman manis akan membuat resiko cepat lapar dan hipoglikemia, menurunkan gula darah dengan cepat.

Bila Ibu mendapatkan tanda-tanda dehidrasi, segeralah berbuka puasa. Tanda-tanda dehidrasi diantaranya :
– Merasa sangat haus (terutama pasca menyusui/memerah).
– Urin/buang air kecil berwarna pekat (kuning tua/coklat) serta bau yang tajam.
– Merasa sangat lemas, lelah dan pusing/berkunang-kunang.
– Keluhan lainnya, Bila pasca minum dan makan Ibu masih merasakan keluhan-keluhan tersebut, segeralah minum CRO/Cairan Rehidrasi Oral seperti Oralit serta istirahat. Bila kondisi Ibu tidak membaik, segeralah konsultasi ke dokter.

4. Cukup Istirahat
Jika Ibu merasa lemas saat berpuasa adalah hal yang wajar. Oleh karenanya, usahakanlah untuk beristirahat paling tidak 1 kali di siang hari. Atau bila tidak memungkinkan untuk tidur siang, upayakan untuk sekedar duduk, atau berbaring dengan rileks. Perasaan bahagia, tenang, percaya diri sangat membantu agar hormon oksitosin yang berfungsi untuk mengeluarkan ASI bekerja secara optimal.

5. Berat Badan Terjaga

6 Tips Berpuasa Bagi Ibu Menyusui

Apabila berat badan Ibu turun selama berpuasa adalah hal yang wajar, selama Ibu tetap sehat dan turun berat badannya tidak drastis (tidak lebih dari 1 kg per minggu) maka tidak akan mengganggu produksi ASI.

6. Perhatikan & Pantau tanda-tanda kecukupan asupan bayi sebagai berikut :
– Buang air kecil minimum 6x per hari.
– Kenaikan berat badan yang baik mengikuti kurva pertumbuhan/growth chart yang ada di Kartu menuju Sehat (KMS).
– Perkembangan dan perilaku bayi baik, tidak rewel berlebihan dll.

Wallahu’alam bishawab…

@nurlienda

 

Referensi :

F.B. Monika Konselor Menyusui dan dr. Agustina Kadaristiana dengan berbagai perubahan

7 Tips dan Trik Berpuasa ketika Hamil

Bismillah…
Ramadan sudah memasuki hari ke-7, Sebagian ibu hamil tengah berpuasa. Bagaimanakah tips dan trik berpuasa ketika hamil?

Ibu hamil diperbolehkan berpuasa atas keputusan ibu dan merasa sanggup dengan memperhatikan hal-hal berikut :
1. Melakukan pemantauan kondisi kesehatan Ibu dan janin

Lakukanlah pemantauan kondisi kesehatan ke tenaga kesehatan (Bidan atau Dokter Kandungan) sebelum dan selama berpuasa.

2. Sebaiknya tidak berpuasa pada trimester pertama

Terdapat resiko Berat badan lahir bayi rendah lebih besar 1,5x pada Ibu hamil yang berpuasa di trimester pertama. Jadi, diskusikanlah dengan tenaga kesehatan untuk Ibu yang masih hamil muda/trimester pertama apalagi bila mengalami mual muntah hebat/hiperemesis.

3. Mengonsumsi makanan dan minuman sesuai anjuran 

Konsumsilah makanan yang cukup, bergizi dan beragam pada waktu sahur  dan berbuka. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Perbanyaklah mengonsumsi ikan-ikanan, kacang-kacangan seperti edamame. Perhatikan asupan makanan dan minuman. Ketika berpuasa yang bergeser adalah waktu makannya saja. Porsi dan jenis makanannya sama, panduan lengkap gizi ibu hamil disini. Jangan lupa asupan cairan. Seorang ibu hamil minimal mengonsumsi 2,5 L air secara bertahap untuk cegah dehidrasi. Biasakan mengonsumsi makanan yang beragam agar zat gizi saling melengkapi. Jika butuh menu ramadan, klik disini.

4. Jangan tinggalkan sahur

Lakukan sahur mendekati waktu fajar. “Dan makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu Fajar” (QS Al Baqarah 2 : 187). Jadi, batas makan sahur adalah waktu fajar (saat adzan subuh), BUKAN IMSAK. Agar tidak cepat lapar konsumsilah karbohidrat kompleks saat sahur seperti beras merah, gandum, oat dsb.

5. Berbukalah dengan karbohidrat sederhana dan Buah Segar

Kurma, madu, sirup, gula dan kentang teramat mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi. Konsumsilah kurma minimal 3 buah dengan tambahan potongan buah segar.

Tips dan Trik Berpuasa ketika Hamil

Sumber foto : FB Muiz Ernina

Fruktosa, atau gula buah yang dikandung aneka buah-buahan segar membantu mengembalikan kadar glukosa tubuh kembali normal. Lalu, biasakan mengonsumsi air putih. Konsumsilah makanan utama sekitar 15 menit setelahnya (setelah shalat magrib tentunya).

6. Segeralah berbuka dan temui dokter apabila terdapat tanda-tanda berikut:

Sangat haus, Buang air kecil lebih sering sampai berbau kuat atau bewarna pekat (tanda dehidrasi), sakit kepala,
pusing atau pingsan, merasa letih dan lemah, demam, mual sampai muntah, pergerakan bayi menurun, terasa kontraksi.

7. Coba berpuasa selang-seling

Berpuasa selang-seling ini tergantung kemampuan ibu hamil ybs.

Semoga tips dan trik berpuasa selama ramadan ini bisa bermanfaat…

@nurlienda

 

Referensi :

F.B Monika dan http://doctormums.com/amankah-ibu-hamil-berpuasa/

 

 

Baby Check, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat

Bismillah…

Bayi seiring bertambahnya waktu akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.

Namun, bagaimana cara mengetahui kesehatan bayi?

Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan melihat perkembangan berat badan.

Berat Badan Saat Usia Bayi 2 minggu minimal HARUS SAMA dengan Berat Badan Lahir (BBL) loh… 

Walaupun tenaga kesehatan berpesan untuk timbang bayi dan check up saat bayi berusia 1 bulan, Sebaiknya Bunda dan Ayah lebih proaktif memastikan bahwa kondisi bayi baik terutama pertumbuhan berat badannya baik dan kesehatan bayi baik. Karena hakikatnya Bunda dan Ayahlah yang menjadi dokter anak, yang pertama dan utama di rumah, tenaga kesehatan tidak setiap hari bersama bayi dan menilai keadaan bayi. Bila Bunda memiliki masalah menyusui, tanda-tanda kecukupan ASI/MPASI tidak tercukupi atau bayi menunjukkan gejala-gejala penyakit, ya segeralah periksa ke dokter, tidak perlu menunggu hingga 1 bulan seperti saran dokter pada konsultasi sebelumnya.

Hm, alangkah baiknya kita perhatikan ilustrasi berikut:

Baby Check, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat

 

Pertumbuhan dan perkembangan bayi bisa kita pantau melalui berat badannya, sebagai salah satu indikator termudah yang Bunda bisa lakukan. Mari cek Lajur Pertumbuhan Bayi dan anak kita di Kartu Menuju Sehat (KMS). Apabila laju pertumbuhannya seperti gambar diatas, hati-hati, laju pertumbuhannya tidak baik hingga bisa mengakibatkan Gagal Tumbuh (Failure To Thrive/FTT). Janganlah patah hati bila putra/i Bunda mengalaminya. Karena Bunda bisa memperbaikinya, dengan cara Bunda perlu edukasi lebih lanjut mengenai cara pemberian ASI, memerah ASI hingga pemberian pendamping ASI (PASI) dan jangan hanya mengandalkan apa kata tenaga kesehatan saja. Harap diingat, Ayah dan Bunda perlu proaktif dalam hal ini.

Jadi bila dilihat pada gambar diatas berat badan bayi ini, saat berusia satu bulanan tidak naik alias sama dengan Berat Badan Lahir !
Padahal, seharusnya saat bayi berusia 10 hingga maksimal 14 hari, berat badannya MINIMAL SAMA dengan Berat Badan Lahir. Penurunan berat badan bayi hingga 7% (rata-rata 5.7% – 6.6%) dari Berat Badan Lahir hingga hari ketiga pasca kelahiran masih dapat ditolerasi kecuali bila ada tanda-tanda red flag lain yang perlu segera ditindak lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Bila setelah hari keempat berat badan bayi terus menurun, ini adalah warning sign/red flag ada hal yang perlu segera dievaluasi sehingga tidak menunggu sampai bayi gagal tumbuh.

Jadi tolong ya, para Ayah ‪#‎ASI‬, para Bunda yang baru melahirkan itu perlu dibantu, hal-hal cerewet mengenai pertumbuhan berat badan bayi bisa diambil alih oleh Ayah. Sehingga pengukuran berat badan untuk mengetahui pertumbuhan berat badan bayi (dan ukur juga panjang badan serta lingkar kepala) adalah alat utama dalam menilai kecukupan asupan bayi dan proses menyusui. Dengan mengetahui pertumbuhan bayi, maka kekurangan asupan atau kebalikannya pemberian PASI (Pengganti ASI seperti susu formula, air tajin, madu, air putih) yang tidak perlu dapat dicegah.

Saat bayi berusia 1 bulan, diharapkan berat badan bayi naik sekitar 25-30 gr per hari atau 170-250 gram per minggu dan bertambah panjang badannya sekitar 2,54 – 3,81 cm selama bulan pertama.

Adakah penyebab berat badan bayi tidak naik?
Ada, beberapa penyebab berat badan bayi tidak naik bisa dikarenakan berbagai kemungkinan :
– Proses belajar menyusui yang tidak lancar, sulit mencapai posisi dan pelekatan menyusui yang baik
– Kelainan anatomi oral bayi (bisa tongue tie, lip tie, hipotonik, dll)
– Masalah dari Bunda : Bunda stress/depresi, kelainan pada anatomi payudara seperti hypoplasia , puting terbenam sehingga sulit mendapat pelekatan yang baik, pernah trauma pada payudara seperti menjalani operasi pada payudara, tertundanya Laktogenesis 2 sehingga produksi ASI tidak terbangun dengan normal (Delayed Onset of Lactation), dll
– Bayi menderita penyakit seperti masalah pada pernapasan, kadar oksigen yang rendah, PJB/Penyakit jantung bawaan, menderita penyakit infeksi, dll.

 

Nah, ketika berusia 2 bulan, terdapat beberapa check list bayi ketika akan check up ke dokter anak loh…

Adakah yang bayinya mendekati usia 2 bulan disini?

Mari kita simak daftar yang perlu orang tua ketahui saat check up ke dokter / bidan, bersumber dari kidshealth.org yang sejalan dengan panduan AAP (American Academy of Pediatrics) & Bright Futures.

Jangan lupa, posisikan sebagai Smart Parents sebagai mitra sejajar tenaga kesehatan ya, jadi siapkan bahan-bahan untuk diskusi, tidak keminter juga ya, be nice deh pokoknya…

Dokter akan :

1. Menimbang berat badan bayi, panjang badan dan lingkar kepala (biasanya dilakukan oleh perawat) serta memasukkannya ke kurva pertumbuhan (bisa berupa KMS atau dalam buku kesehatan ibu dan anak, bewarna pink biasanya). Apakah tugas orangtua? Tugas orang tua adalah paham cara memasukkan data berat badan tersebut serta mengetahui artinya.

Ayah dan Bunda bisa membaca tulisan saya mengenai Kurva Pertumbuhan / Growth chart disini.

2. Menanyakan pertanyaan, menawarkan saran mengenai :

#a. Pola asupan bayi. Apa asupan yang bayi terima, #ASI atau Sufor ?

Apakah Bunda dan bayi ada masalah dengan menyusui ?

Berapa sering bayi menyusu?

Apakah Bunda memiliki diary menyusui lainnya?

Yuk baca-baca lagi tulisan saya mengenai Apakah ASI cukup disini.

#b. Pola buang air kecil dan buang air besar bayi

#c. Pola tidur bayi

3. Menilai perkembangan bayi
Coba lihat lagi di Notes mengenai baby’s development, ada beberapa panduan seperti KPSP, Act Early Milestone CDC, Denver test dll.

Menurut kidshealth saat bayi berusia 2 bulan,secara umum bayi dapat :

– Fokus & mengikuti obyek bergerak dari satu sisi ke sisi lainnya
– Bereaksi akan suatu bunyi
– Mengenali wajah dan suara Ibu
– Mulai mengeluarkan suara2
– Dapat tersenyum bila diajak bicara, bermain atau melihat orang tersenyum
– Ketika ditengkurapkan dapat mengangkat kepalanya
– Meraih mainan kerincingan

Harap diingat adanya rentang variasi antara bayi dan beberapa bayi menunjukkan perkembangan yang berbeda. Diskusikan bila Bunda dan Ayah khawatir akan perkembangan bayinya.

4. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap dengan kondisi bayi telanjang (mengenakan popok saja) dengan orang tua turut hadir di ruangan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan mata, mendengar detak jantung bayi, meraba nadi, mengamati & menilai gerakan bayi, dll.

Baby Checkups, Langkah Awal Pastikan Bayi Baru Lahir Sehat,

5. Memeriksa kelengkapan Imunisasi bayi dan memberikan Imunisasi sesuai Jadwal Rekomendasi.

Silahkan baca tulisan FB Monika soal Imunisasi, ini mengenai Jadwal Rekomendasi Imunisasi Anak IDAI 2014 :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10204553584985481&set=a.1070999501093.13218.1409280466&type=1&theater

6. Mengingatkan akan Keamanan bayi

– Untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome), letakkan bayi terlentang pada kasur yang tidak tenggelam (lembek), tanpa selimut & bantal-guling, juga perhatikan apakah sprei terikat rapat / tidak.

– Batasi menaruh bayi di car seat, ayunan, bouncer seat.

Alasannya Bunda bisa baca lebih lengkap di :

http://www.livestrong.com/article/495767-is-a-bouncer-harmful-for-a-babys-development/

http://www.dailymail.co.uk/femail/article-2128383/Are-baby-bouncers-car-seats-blame-rise-Flat-Head-Syndrome.html

– Saat bayi bangun bayi dapat telungkup (tummy time) dengan pengawasan.

– Perhatikan keamanan umum di rumah seperti sudahkan menaruh obat-obatan di tempat yang tinggi dan aman, juga pisau , gunting, alat2 yang tajam, mainan/benda-benda kecil yang dapat tertelan bayi, dll.

Bunda bisa membaca tulisan teh FB Monika : Tips Keamanan Penyimpanan & Pemberian Obat2an di rumah

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203039108324511&set=pb.1409280466.-2207520000.1409577191.&type=3&theater

– Jangan tinggalkan bayi tanpa ada yang menjaga / mengawasi.

– Jangan mengguncang bayi, bisa baca tulisan saya Shaken Baby Syndrome / Abusive Head Trauma ini :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203810598531284&set=pb.1409280466.-2207520000.1409577184.&type=3&theater

– TIDAK ADA YANG MEROKOK , bahkan walau bayi sedang tidak di dalam rumah, tidak boleh merokok di dalam rumah.

Untuk lengkapnya, silahkan baca: Bahaya 3rd Hand Smoke :

https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/merokok-saat-tidak-ada-orang-lain-gak-masalah-pelajari-dulu-3rd-hand-smoke-/10203415846622733

– Hindari bayi terpapar sinar matahari tanpa pelindung (baju, topi dll) terutama lewat jam 9 pagi.

– Bayi tidak terpapar TV, komputer, gadget dll yang sejenis.
Penjelasan dari AAP : Babies and Toddlers Should Learn from Play Not Screens – See more at: http://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/Pages/Babies-and-Toddlers-Should-Learn-from-Play-Not-Screens.aspx#sthash.p1DvD0ST.dpuf

Steffi Ria Cahyono & yang lain yang bertanya yang sama,

Penelitian mengenai dampak gadget & sejenisnya masih terus dilakukan,jadi memang tidak bisa berpegang pada satu sumber ini saja.

Btw, Beberapa poin penting menurut saya dari sumber tersebut :

1. Pada penelitian di binatang, non-ionizing / radiasi microwave merusak otak & sperma.

2. Sumsum otak bayi dapat menyerap radiasi ini lebih besar daripada orang dewasa karena tengkorak bayi-anak lebih tinggi dan mengandung lebih banyak cairan.

3. Bayi itu perlu obyek nyata, bukan lewat layar / screen.

4. Resiko menderita kanker otak meningkat seiring makin dini dan makin sering terpapar radiasi.

*Bagaimana Bunda, Ada lagi yang mau menambahkan list nya ?

Semoga bermanfaat…

 

Sumber gambar dan tulisan: Fatimah Berliana Monika, Konselor Laktasi, IBLCC, La Leche League (LLL) Leader US dan Indonesia.

NgASI dan Solusi

Bismillah…

ASI adalah fitrah seorang ibu yang sudah melahirkan.

Namun demikian memberikan asi alias ngASI, bukanlah hal yang instan…

Perlu proses dan kesungguhan dalam melakoninya…

Nah, bagaimana cara ngASI yang menyenangkan ditengah lika-likunya yang dinamis?

Air susu ibu disebut dengan ASI adalah makanan dan minuman terbaik bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun.

ASI merupakan ungkapan kasih sayang Allah swt sekaligus anugrah yang luar biasa…

Setiap bayi yang baru lahir ke muka bumi ini memiliki hak untuk mendapatkan ASI, karena ASI adalah cairan tanpa tanding ciptaan Allah swt. ASI mampu penuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi berbagai penyakit infeksi.

Namun demikian, mengapa beberapa orang tua yang tidak memberikan ASI kepada bayinya dan malah memberi minuman / makanan lain seperti susu formula, air putih, madu, air gula, dll ?

Hal ini dipaparkan dalam Laporan Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2010 yang menunjukkan bahwa ibu-ibu yang memberikan hanya ASI kepada bayinya sampai usia 5 bulan yaitu hanya 15,30%. Tentu hasil ini sangat memprihatinkan. Ibu-ibu telah memberikan makanan atau minuman selain ASI kepada bayinya yang belum waktunya. Padahal dalam Al-Qur’an (QS, Al Baqarah, 2:233) disebutkan bahwa :

“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Pemerintah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dengan menerbitkan PP No 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif,  dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja. Keberadaan peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI eksklusif kepada bayi.

Mengapa ASI tidak menjadi pilihan utama ? 

Beberapa alasan yang dikemukakan oleh ibu-ibu yang telah memberikan makanan/minuman selain ASI yaitu karena produksi ASI kurang, ASI tidak keluar, iklan susu formula yang gencar dan menyebutkan produknya bisa meningkatkan kecerdasan bayi, Ibu sibuk bekerja, pertimbangan perubahan bentuk payudara (takut payudaranya turun dan kendor), mengalami lecet dan infeksi pada puting, perubahan gaya hidup dan pola tidur, kurangnya dukungan dari petugas kesehatan yang dianggap paling bertanggung jawab dalam keberhasilan penggalakan ASI, pihak keluarga (orang tua, nenek atau Ibu mertua) yang mendesak ibu untuk memberikan susu tambahan yakni susu formula.

Beberapa kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI ?

Ibu yang menderita Hepatitis B, AIDS, kanker, tuberculosis, penyakit jantung (kategori berat), dan gangguan hormon. Upaya ini dilakukan karena dikhawatirkan tindakan pengobatan yang sedang dialami ibu dapat menular dan menganggu kesehatan bayi.

Lutter (2000) menyebutkan determinant of breastfeeding behavior yang utama adalah pilihan ibu untuk menyusui dan kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk memberikan ASI yaiut ibu dan anak. Untuk itu, perhatian  kepada ibu sangatlah penting. Kita perlu mendorong kepada ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif dan didukung oleh pihak keluarga terdekat seperti suami, maupun orangtua Ibu.

Apa yang harus dilakukan agar ibu-ibu memilih ngASI ?

Memberikan edukasi dan menyadarkan ibu tentang Pentingnya pemberian ASI dengan memberi contoh yang riil. Memberikan ASI sangat bermanfaat untuk ibu dan bayinya. Misalkan menghadirkan tokoh masyarakat dan artis terkenal yang sukses dalam memberikan ASI Eksklusif sebagai duta ASI. Artis dipilih sebagai duta ASI dengan pertimbangan bahwa mereka ini memiliki banyak penggemar dan memiliki pengaruh yang kuat di seluruh Indonesia, dan kebanyakan ibu-ibu mengidolakan anak-anaknya dapat menjadi anak yang cantik/gagah, pintar, cerdas seperti artis idolanya.

ngASI dan Solusi

Sebagai Duta ASI, diharapkan mereka dapat mendukung pencapaian Target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) bagi Indonesia khususnya tujuan ke 4 yaitu Menurunkan Angka Kematian Anak. Ketua Sentra Laktasi Indonesia, Dr. Utami Roesli, Sp.A. MBA, IBCLC mengatakan hampir 9 juta anak setiap tahunnya, lebih dari 24.000 anak setiap hari di dunia terengut nyawanya sebelum menginjak usia 5 tahun. Dua di antaranya meninggal di hari kelahiran. Menurut dr. Utami, salah satu pencapaian MDGs 2015 adalah pemberian ASI. Terdapat hubungan antara pencapaian MDGs dengan masa keemasan anak. Pada masa keemasan anak, makanan adalah hal utama. Menurutnya ada 4 hal untuk pencapaian MDGs:

Pertama adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) minimal 2 jam dengan melakukan gabung rawat.

Kedua, pemberian ASI eksklusif.

Ketiga, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dari makanan lokal.

Keempat, pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun.

Penunjukan artis sebagai Duta ASI dapat menjadi agent of changes dan motivator kepada para ibu agar timbul kemauan dan kesadaran untuk memberikan ASI secara eksklusif. Selain itu, media elektronik dan media sosial pun memiliki peran yang besar terhadap penyampaian pesan mengenai Pemberian ASI Eksklusif dan ASI secara utuh. Oleh karenanya regulasi iklan susu formula, penayangan iklan edukasi penting dilakukan pada jam-jam yang banyak ditonton atau dikenal dengan istilah primetime. 

Berikut sebagian dari iklan ASI yang perlu digencarkan penayangannya:

#ASI Eksklusif

#ASI dan MPASI

#AyahASI

#ASI dan Bahaya Susu Formula

Semoga Para Ibu makin gencar dan bersemangat ngASI eksklusif hingga memberi ASI sampai bayi berusia 2 tahun.

Semoga bermanfaat…

 

Ingin ngobrol dengan saya? Follow twitter saya di @nurlienda

 

Menu Anak GTM MPASI yang Praktis

Bismillah…

Memasuki usia 7 bulan, terkenal dengan fase Gerakan Tutup Mulut alias GTM saat MPASI.

Mengapa demikian?

Karena pada usia 7 bulan, gigi bayi mulai tumbuh..

Hal ini menyebabkan sebagian besar bayi alami GTM MPASI…

Nah, beberapa Bunda banyak yang alami keadaan darurat GTM MPASI…

Gimana cara mengatasi GTM MPASI?

Berikut kultwit dari AIMI:

#GTM singkatan dari Gerakan Tutup Mulut. Anak gak mau makan. Terbukti sukses membuat keder ibu paling tegar sekalipun. *berpelukan* #MPASI

#GTM #MPASI bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari trauma makan, bosan, gak suka makanan atau proses makan, atau…

… sebab #GTM lainnya spt tumbuh gigi, sakit, sariawan, atau memang tdk lapar, dll.#MPASI

Karena panik, byk ibu jd permisif thd cara makan anak, yg penting ‘nutrisi’ masuk. Mulai dari kasih susu, blenderin smua makanan #GTM #MPASI

… ada jg yg kasih aneka macam multivitamin ‘penambah nafsu makan’, makan di dpn tv/mainan, keliling komplek dll. #GTM #MPASI

Seperti berbagai hal lain dlm dunia parenting, anak bisa karena biasa, kalau gak bisa2, ya tugas kita utk cari cara ‘sehat’ utk membiasakan :)

Mimi mau share dl twitnya semalem ttg pengalamannya ngadepin anak yg “gak begitu gampang” makan :)

RT : Anakku tadinya makan dibawa keliling rumah sama mbaknya supaya mau makan. Aku biarin karena susah makan jadi naik BB kurang

RT @RiriRustam: lama2 malah makin susah lagi makannya unless dibawa keliling2an. Aku mulai gerah karena gak suka juga liat dia makan ‘keliaran’

RT @RiriRustam: akhirnya waktu dia sudah 11 bulan, pas mbaknya juga ganti, kita bareng latih dia makan duduk + belajar ‘cintai’ makanan + makan duduk

RT @RiriRustam: not easy! Dia berontak, piring dilempar dsb. Tapi lama2 dia mau juga, walaupun ya tetap makannya dikit :D

RT @RiriRustam: tapi aku keukeuh aja. Lama2 dia mau makan duduk manis. Dan untuk siasati makannya yang seuprit2, ya sering2 ditawarin

RT @RiriRustam: jadi goal-nya sekarang sudah bikin naik BB lagi, tapi pada perbaikan cara makan

RT @RiriRustam: dan keliatan bedanya sih. Dia sekarang mulai belajar pegang sendok+makan sendiri. Tadinya, liat sendok+piringnya aja nangis

RT @RiriRustam: jadi emang bener banget deh, jangan maksa anak makan dengan nonton or keliling2an itu, efeknya dahsyat, koreksinya pusing

Makasih ya Mom… *kasih jempol ah* :) RT : gitu aja deh. Moga bisa jadi sharing yang berguna

Bener, : not easy. Kdg keliatannya almost impossible. Welcome to the parenting world. Hihihhi *gulung lengan baju*

Ini bbrp tips . Contekan mimi adalah berbagai sumber, banyak juga dari pengalaman. Udah dirangkum lengkap di materi AIMI yang baru ;)

1. Temukan apa yang ia sukai. Caranya? Variasikan menu makanan. Makanya masak yang simpel aja, yang penting variatif :)

2. Suasana HARUS ceria. Kayak mo ngajak yg seru2 gitu lo… Klo bunda/mbaknya belum apa2 sudah stres, bermuram durja, kira2 bayinya?

3. Ajak makan bersama keluarga. Inget masa2 umur 5-6bulan, dia liat orang makan ikut mangap2, kadang sampe ngerebut makanan? ;)

Acara makan bersama menyenangkan untuk anak2, karena mereka memang senang kebersamaan :) Bonusnya mudah2an meniru adab makan&ngiler sama makanan :)

Kalau jadwal makan keluarga (orangtua) gak bareng jadwal makan anak, gpp,dudukkin anak di tempat kita makan, kasih piringnya dengan makanannya.

Terserah itu makanan diapain. Yang penting dia bersahabat sama tempat makan, keg.makan, makanan.

4. Jangan maksa anak ngabisin porsi tertentu. Hargai seleranya. Biar dia mengenal rasa lapar dan kenyang.

Kalau dia gak mau makan atau cuma makan sedikit, tanya/bilang baik2 “udah kenyang ya?” Supaya dia tau konsep tsb.

5. Fleksibel mengatur jadwal makan. Kasih makan saat baby gak ngantuk dan moodnya bagus. Jangan berdekatan dengan jadwal minum ASIP.

6. Batasi waktu makan maks. 30menit. Klo cuma makan sedikit, tetap senyum, ajak bdoa, terus bersihin tangan+baju. Tawarin lagi nanti.

Jangan nyuapin berjam2. 3x makan @ 2jam=6jam. Padahal anak tidur cuma 12-14jam/hari. Jadi setengah waktu bangunnya untuk makan? How boring!

Hal-hal lain yang bisa dilakukan untuk membangun ‘citra’ baik kegiatan makan di benak anak:

Masukkan cerita makan dalam banyak kesempatan menarik. Liat kucing “halo kucing, udah makan belom?”.

Baca buku ada gambar ayam lg makan “waaa ayam pinter ya makannya, pantes sehat” dst…

Kalau lagi senggang, ajak anak ikut nyiapin makanan. Di dapur, kasih mangkok isi air+sayuran. “Bantu bunda cuci sayur untuk ayah ya”.

Jangan suka kasih rewards makanan tertentu kalo dia mau makan makanan lain. Misal, hadiah coklat kalo makan sayur.

Itu mendorong anak jadi picky eater karena kita memberi ‘nilai lebih’ pada makanan yang jadi rewards dan memberi kesan ‘beban’ pada si sayuran.

Intinya, setiap anak unik, anak pertama sama anak kedua dst aja bisa beda. Kenali anak kita. Have faith in them. Be creative.

Apapun yg terjadi, tersenyumlah dan jaga kontak mata. Pastikan anak tidak merasa dipaksa makan dan makan bukanlah beban :)

Jangan cari shortcut. Mengenalkan kebiasaan makan yg baik sama pentingnya dgn memberikan sumber zat gizi.

Nah, Gimana Bikin Menu untuk Anak GTM MPASI?

Contohnya, Fingerfoods

Menu GTM MPASI dan fingerfoods, alternatif cemilan bagi bayi 9 bulan ke atas

 

 

Semoga bermanfaat…

 

Ingin Ngobrol dengan Saya?

Follow twitter saya di @nurlienda atau FB Nurlienda Hasanah