Mengenal Obesitas dan Cara Mengatasinya

Bismillah

Kegemukan atau yang lebih sering dikenal dengan obesitas, banyak kita jumpai di sekitar kita…

Nah, bagi sahabat yang sedang mengalami kenaikan berat badan (BB) atau mempunyai berat badan berlebih hingga obesitas, perlu dicari tahu penyebabnya loh… Agar mudah mengatasinya…

Mungkin saat ini sedang on fire mengejar karir, kurang waktu untuk olahraga dan aktifitas fisik serta tergiur dengan aneka makanan yang mudah sekali didapatkan.

Jangan sampai tubuh ideal sewaktu masih berstatus mahasiswa berubah menjadi layaknya ibu hamil #ups atau seperti buah apel/pir berjalan ya…

Hari ini merupakan hari obesitas dunia #11oktober2017 loh…

Yuk kenali dan hindari tubuh berubah menjadi obesitas.

Rajinlah berolahraga dan makan makanan bergizi seimbang!

Kenali dan cegah obesitas sejak dini

Jaga berat badan ideal untuk masa depan dan performa kerja yang optimal.

Jika ingin tahu status gizimu, obesitas atau normal silahkan diukur dengan memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT). Caranya ?

Mudah, masukkan angka timbangan dalam Kg yang dibagi dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan….

kenali dan cegah obesitas, indeks massa tubuhLalu bandingkan hasilnya pada gambar berikut ini :

kenali dan cegah obesitas

Hati-hati penggunaan obat-obatan untuk atasi obesitas karena obesitas juga dipengaruhi oleh hormon, salah satunya adalah leptin. Kadar leptin dalam serum yang berasal dari jaringan adiposa dapat mengindikasikan banyaknya timbunan lemak yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pada leptin akan mengakibatkan kebiasaan makan yang berlebihan sehingga terjadi obesitas. Leptin dapat bekerja secara sentral sebagai hormon metabolik melalui mekanisme umpan balik negatif untuk menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori melalui peningkatan aktivitas tubuh. Jika rencannaya mengonsumsi obat-obatan tertentu yang menekan kadar leptin dengan jumlah dan durasi penggunaan yang tak terkontrol, malah bisa berakibat buruk bagi kesehatan, nafsu makan pun menjadi tak terkontrol….

Lalu, Bagaimana cara menurunkan berat badan ?

  1. Konsumsi makanan pokok (nasi, roti, mie, kentang, bihun, dan lain-lain) menjadi ¼ – 1/2 dari biasanya
  2. Batasi bahkan hindari konsumsi karbohidrat sederhana (kue basah/kering, teh + gula, kopi + gula, sirup, es krim, gula-gula, dan aneka snack bergula lainnya)
  3. Ganti makanan cemilan (snack) dengan buah-buahan dan sayuran segar
  4. Perbanyak konsumsi sayur dan buah dari biasanya, minimal 5 porsi sehari
  5. Kurangi konsumsi dan penggunaan garam untuk mengurangi penyerapan glukosa oleh usus halus
  6. Batasi seminimal mungkin asupan lemak, minyak, santan. Say goodbye to gorengan, keripik dan kerupuk
  7. Disiplin olah raga untuk memutus siklus daur ulang melalui intensifikasi proses glikolisis dengan cara meningkatkan dan mengintensifkan aktivitas fisik, misalnya olah raga aerobik (jalan cepat, jogging, berenang, senam aerobic dan sebagainya). Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu akan dapat membongkar cadangan energi yaitu massa lemak tubuh. Dengan catatan frekuensi dan durasi aktivitas fisiknya teratur ya…. Sehingga massa lemak berkurang dan akan menurunkan berat badan. Bukan menurunkan berat badan lewat massa non-lemak separti cairan tubuh dan sebagainya yang sering dilakukan ketika mengonsumsi obat pelangsing.

@nurlienda

Advertisements

Where there’s a will, there’s a way

Bismillah…

Alhamdulillah pagi ini masih diberikannya kesempatan untuk dapat melihat mentari di Jogja.. Sebuah cerita membuat saya kian terlecut untuk merefleksi diri.. Ya, hari ini adalah hari terakhir di Tahun 2016. Bagi sebagian orang, ini adalah momentum untuk bercermin. Untuk kembali melihat apa-apa yang telat dilakukan selama 364 hari yang lalu.. Bertafakur akan nikmat yang diberikan olehNya.. 

Saya sangat bersyukur, tahun ini allah swt Maha Baik.. Ia telah mempertemukan saya dengan orang-orang yang menginspirasi.. Orang-orang yang dengan kesederhanaannya terus berkhidmat kepadaMu.. Mencurahkan segala potensi untuk beribadah kepadaMu… 

Ya, Tahun ini bagiku adalah sebuah awalan baru.. di tempat yang baru.. Dan bagaikan sebuah pengingat diri, penutup tahun 2016 ini saya merasakan kembali sebuah pepatah : 

Where there’s a will, there’s a way

Saya memiliki project seumur hidup, menjadi Hafidzhoh, insya allah… Guna menjalankan project itu, saya yang masih terbata-bata membaca dan menghafalkan ayat-ayat Qur’an ingin belajar lebih… Tawaran mengikuti Camping Quran di UNS bak angin segar.. Agenda ini berlangsung sejak 30 December hingga 1 Januari 2017, insya allah… Ya, saya sangat ingin mengikuti nya.. 

Tanggal 30 December 2016, saya terjadwal mengikuti perkuliahan hingga pukul 15.00 wib. Waktu yang cukup mepet untuk berburu Tiket prameks Jogja-Solo jam 18. Dengan berbekal tekad yang kuat untuk ikut Camping Quran, saya pun ke stasiun tugu.. Di loket reservasi, terlihat antrian yang sangat panjang, padahal ini baru jam 15.50 wib. Saya pun memberanikan diri bertanya kepada petugas tentang tatacara pembelian tiket prameks, maklum ini pengalaman Perdana hehe.. 

Petugas informasi menyatakan bahwa tiket prameks jam 18 wib sudah habis. Antrian yang terjadi untuk pembelian tiket prameks jam 20 wib. Wah.. lumayan juga, saya pun ikut mengantri di loket 1 karena penjualan tiket dilakukan 3 jam sebelum berangkat, yang artinya, jam 17.15 baru bisa dilakukan… Berburu dalam antrian mulai pukul 16 wib pun saya lakoni, dengan harapan mendapatkannya.. Satu per satu mendapatkan tiketnya. Namun mengapa penjualannya begitu lambat ? Setelah mencari tau penyebabnya ternyata mesinnya tidak beroperasi optimal sehingga dilayani manual dengan menulis 1 per satu dan mengecek sisa kursi secara offline oleh petugas… Tinggal 5 antrian lagi, yeay… Dan ternyata… tiketnya habis… 

Rasa penasaran kian memuncak. Saya pun mendatangi bagian customer service, mencari informasi kereta lain menuju solo. Ia menyatakan tersedia 60 tiket kereta malioboro express jam 20.45 wib dan dijual pukul 18.45 wib dengan harga 35 ribu untuk kelas ekonomi dan 50 ribu eksekutif. Wah.. Harga tiketnya lumayan… Harus tetap antri dan tunggu lagi nih.. Setelah kehabisan tiket jam 17.50 wib, antri untuk 18.45 wib.. Bismillah, kita coba aja.. Tepat pukul 18.50 wib penjualan tiket via finnet (membayar uang cash menggunakan mesin operator) sudah bisa dilakukan. Saya pun membeli 2 tiket ekonomi, yang sesuai kantong..

Saya bergegas menuju kontrakan, tapi ini Jogja long weekend, kawan.. Jalanan padat merayap.. Ketika tiba di kontrakan, saya pun segera berkemas.. Dan memesan gojek.. Namun setelah ditunggu beberapa saat, aplikasinya tak beroperasi dengan baik. Saya pun memutuskan untuk mengendarai motor menuju stasiun tugu… Lalu lintas lebih padat daripada sebelumnya… Astagfirullah… Apa pun yang terjadi, saya pasrah… Setelah memarkirkan kendaraan yang jauh dari pintu masuk, ternyata kereta malioboro expressnya baru saja berangkat.. hiks3x

Sekembalinya ke kontrakan, saya berdiskusi tentang rencana lain menuju Solo, yakni menggunakan sepeda motor.. Ya, insya allah.. Bada shubuh, kita akan mengendarai motor, boncengan.. Begitulah rencananya.. Akan tetapi, partner saya membatalkan rencana itu.. Saya sangat ingin ikut Camping Quran.. Ya Allah, berilah jalan, batinku. Saya pun bersiap, jika memang ini rezekinya saya, saya akan bisa mengikuti nya.. Rencananya saya akan mencoba ke Stasiun Tugu, Barangkali masih tersisa tiket Prameks pukul 5.30 wib, jika tidak, saya akan bermotor ria, ke Solo..

Bismillah.. Saya kendarai motor milik sahabat di kontrakan, menuju Stasiun Tugu.. Bergegas menuju parkiran dan loket penjualan.. Petugasnya bilang masih ada tiket prameksnya.. alhamdulillah… Saya bisa ke ikut Camping Quran di Solo.. Alhamdulillah Ya Rabb.. Mudahkan perjalanan saya menyongsong cita-cita menjadi Hafidzhoh… Mohon doanya…

Dimana ada kemauan disana ada jalan, insya allah… La haula wala quwwata Illa billah
@nurlienda

#OneDayOnePost

#day99

Bersilaturahmi itu Menyenangkan

Bismillah…

Siapa yang senang bertemu orang terkasih ?

Saya rasa, hampir semua orang akan senang jika dapat menghabiskan waktu dengan orang-orang yang dicintai dan disayangi… Begitu pula dengan kami…

Ada rasa bahagia ketika berjumpa…

Ya, ternyata bahagia itu sederhana…

Kita tak perlu mencarinya di tempat liburan dan hiburan. Ia bisa hadir di kamar pribadi, ruang makan bahkan ruang belajar sekalipun…

Kebahagiaan itu sejatinya muncul dari hati… Ia bisa dipancing keluar dengan rangsangan kata-kata, pikiran dan juga imajinasi akan hal-hal positif. Kebahagiaan pun akan memenuhi kalbu ketika kita bertemu dengan orang yang dikagumi, kasihi bahkan diidolakan. Seperti hari kemarin, alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dengan pengajar di D3 Gizi, para dosen yang berjasa membentuk saya hingga hari ini…

 

Jpeg

                                                                          Bu Dewi, Putri Bu Dewi, Saya dan Bu Emi

Terima kasih, Ibu dan Bapak Dosen tercinta…

Semoga amal baiknya diganti oleh allah swt dengan yang lebih baik. Kami tak dapat mengganti jasa-jasamu yang begitu banyak… Mereka adalah teman yang menyenangkan untuk berdiskusi. Tempat bertanya dan juga bercerita akan hal-hal yang tak kami pahami dan juga mimpi yang ingin kami wujudkan…

Bersilaturahmi itu Menyenangkan

Ya, betapa silaturahmi itu menyenangkan.. Penyejuk hati dan juga penyemangat. Ia laksana mata air di tengah gersangnya gurun pasir. Tak sekedar pelepas rindu…

#ODOPfor99days #day15

@nurlienda

Hujan

Bismillah,

Ketika rintik-rintik hujan menghampiri, apa yang kita lakukan?

Mengeluh karena pakaian menjadi basah, jalanan menjadi becek dan terkadang menggenang hingga banjir?

Atau bersyukur atas nikmat yang diberikanNya ?

Sebenarnya, Hujan merupakan berkah yang diberikan olehNya…

Musim penghujan telah tiba menyapa kita. Ada rasa gembira, juga terkadang muncul rasa was-was, mengingat ancaman bencana banjir setiap saat bisa melanda. Bagi kita kaum muslimin, musim penghujan harus menjadi momentum meningkatkan keimananan, sekaligus mengoptimalkan pahala dengan beribadah di dalamnya. Adapun caranya :

Pertama, Mensyukuri sepenuh hati turunnya hujan sebagai anugerah dari Allah SWT dan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Firman Allah SWT : “dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau Lihat bumi kering dan gersang, Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur “ (QS Fushilat 39).

Kita tinggal di bumi Indonesia yang beriklim tropis, seharusnya merasa bersyukur karena mendapatkan limpahan hujan yang lebih banyak. Di belahan bumi yang lain, negara Sudan misalnya, hujan dalam setahun hanya turun beberapa kali pada bulan Agustus saja. Kita juga menghayati bagaimana dengan air hujan yang menyirami bumi itu, hari ini kita dapat menikmati dan mengkonsumsi aneka ragam makanan yang lezat bergizi. Karena itu semualah rasa syukur di musim hujan haruslah dipanjatkan. Imam Nawawi dalam kitab Al Adzkar menyebutkan : “Dianjurkan untuk bersyukur kepada Allah atas curahan nikmat ini, yaitu nikmat diturunkannya hujan”

Kedua, Momentum untuk lebih mengkhusyukkan hati, takut dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tidak selayaknya kita bertakabbur apalagi bermaksiat, sementara dihadapan kita hujan turun sebagai bukti keagungan Allah SWT. Rasa was-was dan gelisah saat hujan akan turun, juga ditampakkan oleh Rasulullah SAW sang tauladan. Ketika ibunda Aisyah terheran mengapa wajah beliau yang mulia begitu muram saat melihat awan mendung berarak mendekat, maka beliaupun menjelaskan : “Wahai Aisyah tidak ada yang memberi keamanan aku akan datangnya adzab yang telah mengadzab suatu kaum dengan angin (kencang), padahal kaum tersebut melihat adzab itu lalu mereka mengatakan: ‘Ini hanya mendung yang akan menurunkan hujan kepada kami’ QS. Al Ahqaf : 24. (HR. Bukari dan Muslim).

Turunnya hujan yang lebat seharusnya mampu menghancurkan kesombongan dalam diri manusia, untuk diganti dengan rasa takut penuh pengharapan hanya kepada Allah SWT. Kita pun diajarkan saat hujan turun dengan lebat, untuk meminta keselamatan dengan berdoa : “Ya Allah turunkanlah hujan di daerah sekitar kami, bukan di daerah kami. Turunkanlah hujan di perbukitan, pegunungan, di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan” (HR Bukhori Muslim).

Ketiga, musim penghujan membuka peluang pahala dengan mengoptimalkan berbagai ragam ibadah.

Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah memperbanyak doa saat turun hujan, yang termasuk dalam kategori waktu yang mudah dikabulkannya doa-doa kita. Rasulullah SAW menganjurkan hal ini dengan jelas dalam sabdanya : “Bergegaslah berdo’a di waktu-waktu yang mustajab, yaitu ketika bertemunya dua pasukan di medan pertempuran, ketika shalat hendak dilaksanakan, dan turunnya hujan” (HR Baihaqi). Selain memperbanyak doa, dianjurkan pula mencari keberkahan dari air hujan yang baru turun sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam riwayat yang shohih, dan begitu pula dengan menggunakan air hujan untuk berwudhu. Rasulullah SAW memberi alasan mengapa beliau bersemangat merasakan berkah air hujan dengan mengatakan : “Karena ia (air hujan) baru saja tercipta dari sisi Tuhan-nya” (HR Muslim).

Selain itu semua, setiap ibadah yang kita rasakan berat menjalaninya, khususnya dalam musim hujan ini. Namun, sebaiknya tetap kita tunaikan, insya Allah bernilai pahala yang lebih dan berlipat-libat. Dalam riwayat Muslim Rasulullah SAW pernah mengajarkan pada para sahabat, amalan-amalan yang membuat derajat kita meningkat serta terhapus dosa-dosa, diantara amal tersebut adalah : menyempurnakan wudhu di saat yang berat atau dingin luar biasa. Akhirnya, Semoga kita semua mampu mewujudkan musim penghujan yang penuh keberkahan….

Dan ketika hujan datang, mari optimalkan pahala di dalamnya dengan hati yang khusyuk syahdu, tetap semangat dan salam optimis!

Semoga bermanfaat…

Wallahu’alam bishawab

@nurlienda

Sumber:

http://www.indonesiaoptimis.com/2011/12/berkah-di-musim-penghujan.html

http://www.indonesiaoptimis.com/2011/11/berburu-pahala-di-musim-hujan-kuliah.html