5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Bismillah

Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah dibanjiri berbagai produk impor. Layaknya surga makanan, semua ada disini… Memahami label makanan menjadi skill dasar untuk tetap sehat di tengah arus konsumerisme yang menghadang kita. Informasi penting seringkali kita lewatkan seperti kandungan bahan makanan dan informasi nilai gizi biasanya terdapat di bagian samping atau bagian belakang kemasan. Jika kita ingin menjadi konsumen yang sehat, yuk perhatikan 5 tips cerdas dalam membaca label makanan :

1. Kontrol asupan kalori
Kita dapat melihat kandungan kalori pada bagian takaran saji, dan energi total (calories). Cara mengontrol asupan kalori adalah dengan cara mengetahui kebutuhan energi dalam sehari. Batas konsumsi kalori per hari sekitar 1800-2500 kalori, dan kebutuhan kalori bisa bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitasnya ya… Untuk makanan yang mencantumkan energi dalam bentuk kilojoule (kJ), cukup kalikan nilai kilojoule tersebut dengan 4.2 (1 Joule = 4.2 Kalori).

Smart Tips:
Untuk snack, kita bisa konsumsi makanan yang per saji tidak lebih dari 100 kalori dan memiliki presentase lemak yang rendah. Hal ini perlu diterapkan jika Anda memiliki kelebihan berat badan…

2. Kontrol asupan lemak
Periksalah pada bagian Takaran Saji, Energi dari Lemak, dan nilai Lemak Total. Makanan atau minuman yang rendah lemak (kurang dari 2,5 gram lemak per saji) bisa jadi pilihan tepat. Pilih juga makanan yang rendah lemak jenuh karena lemak jenuh bisa menaikkan risiko stroke dan penyakit jantung. Makin rendah lemak jenuh, makin baik.

Smart Tips:
Rendah lemak belum tentu rendah kalori. Perhatikan juga total kalori dan total gulanya untuk cegah kelebihan kalori yang bisa diubah jadi lemak.

3. Kontrol asupan gula
Tidak hanya kadar lemak, jumlah gula dalam makanan juga perlu kita kontrol. Menurut DepKes RI, konsumsi gula yang ditambahkan dalam sehari sebaiknya tidak melebihi 25 gram atau setara 3-4 sendok makan. Tidak menemukan kata gula? Bisa jadi karena ditulis dengan nama lainnya, yaitu sukrosa. Label klaim adalah istilah yang digunakan untuk ucapan-ucapan seperti “glucose-free atau sodium-free!” (Yang berarti bahwa itu memiliki kurang dari 5 mg per porsi).

Smart Tips:
Pilih produk yang secara alami rendah gula, atau yang memiliki label ini:
No added sugar (tanpa tambahan gula): makanan tersebut tidak ditambahkan gula tetapi masih mengandung gula secara alami. Contoh: Jus buah, susu, yogurt.
Sugar free: Mengandung lebih sedikit dari 0,5 gram gula per saji. Contoh: permen bertuliskan sugar free

4. Kontrol asupan garam 

5 Tips Cerdas Membaca Label Makanan

Garam memang tidak ditulis sebagai garam dalam label makanan. Karena itu, kita harus pintar-pintar membaca. Keep in mind, sodium atau natrium adalah nama lain dari garam. Selain bisa sebabkan tekanan darah tinggi, konsumsi garam berlebih juga bisa membuat tubuh terlihat “membulat” karena mengikat air. Batas konsumsi garam (dalam bentuk sodium atau natrium) yaitu 2300 mg per hari (setara 1 sendok teh). Untuk penderita hipertensi, disarankan batasi konsumsi sodium maksimal 1500 mg per hari (sekitar ½ sendok teh).

Smart Tips:

Rendah natrium (low sodium): Tiap sajian produk mengandung 140 mg natrium atau kurang.
Garam lebih sedikit (reduced, less sodium): Produk ini mengandung sedikitnya 25% natrium lebih sedikit daripada versi biasa.
Tanpa tambahan garam (unsalted, no salt added): Tidak ada garam yang ditambahkan selama pengolahan produk tersebut. Akan tetapi, makanan dengan label ini kemungkinan masih tinggi garam.

5. Tetap aktif dan produktif
Penuhilah kebutuhan vitamin dan mineral. Makanan yang kaya vitamin dan mineral ampuh buat kita terus aktif dan produktif sepanjang hari. Selain dari buah dan sayur, kita bisa mendapatkan vitamin dan mineral dari produk makanan seperti salad buah, yogurt dan keju.

Smart Tips:
Pilih makanan atau minuman yang tinggi vitamin dan mineral, yaitu yang kadar % Angka Kecukupan Gizi (AKG)nya lebih dari 20%. Penjelasan lengkap mengenai AKG disini. Nilai % AKG menunjukkan seberapa banyak produk makanan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Contoh:  Sebuah susu kemasan mengandung kalsium 30% AKG (lebih dari 20%), berarti susu tersebut tinggi kalsium dan kandungan kalsiumnya bisa mencukupi 30% kebutuhan kalsium harian kita.

@nurlienda

Advertisements